Sabtu, 11 April 2026

Nilai Investasi Padi Sawah Rp540 M

Nilai investasi petani padi sawah di Kabupaten Lebak, mencapai Rp 540 miliar sehingga dapat mendorong swasembada beras di daerah setempat.

|

Lebak, Wartakotalive.com

Nilai investasi petani padi sawah di Kabupaten Lebak, mencapai Rp 540 miliar sehingga dapat mendorong swasembada beras di daerah setempat. Dari angka itu jika diakumulasikan biaya pengelolaan rata-rata Rp 6 juta per hektar dengan penanaman seluas 90.000 hektar.

Nilai modal investasi sebesar Rp 540 miliar, maka satu kali musim panen dipastikan perguliran uang mencapai triliunan rupiah. Bila musim panen pendapatan petani bisa mencapai Rp 25 juta per hektar dengan produksi rata-rata 6,5 ton gabah kering pungut bila gabah harga Rp 4.500 per kilogram.

"Saya menilai investasi petani padi sawah masuk kategori luar biasa untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat perdesaan," kata Dede Supriatna, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, di Rangkasbitung, Kamis (27/12), seperti dikutip Antara.

Dede mengatakan, petani Kabupaten Lebak minimal bisa melaksanakan indeks penanaman setahun dua kali musim panen. Maka usaha bidang padi sawah menjadikan andalan ekonomi masyarakat perdesaan.

Apalagi sekitar 60 persen dari 1,2 juta penduduk Kabupaten Lebak kehidupan ekonominya dari penghasilan pertanian. "Kami terus mendorong petani agar bisa meningkatkan produktivitasnya guna mendukung program ketahanan pangan," kata Dede.

Dede menyebutkan pemerintah daerah menargetkan 2013 Kabupaten Lebak menjadikan daerah lumbung pangan di Provinsi Banten. Saat ini petani di 28 kecamatan melaksanakan tanam serempak seluas 38.500 hektar hingga akhir bulan ini.

Dipastikan produksi pangan tahun depan surplus sehingga dapat memberikan kontribusi besar terhadap kebutuhan beras nasional. "Jika musim panen, kami bisa memasok produksi pangan ke luar daerah," kata Dede.

Salah seorang petani, Iyan, warga Pagelaran Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, mengaku dirinya bisa membangun rumah dan menyekolahkan dua putrinya hingga perguruan tinggi negeri di Jakarta dari penghasilan padi sawah.

"Kami setiap musim panen bisa menghasilkan uang hasil penjualan gabah sebesar Rp 40 juta dari lahan seluas dua hektar," kata Iyan.

Padi gogo

Sementara itu, minat petani untuk mengembangkan padi gogo di lahan darat relatif tinggi untuk memenuhi ketersedian pangan. "Kami terus mendorong keinginan masyarakat menanam padi gogo dan menjadikan sebagai lumbung pangan," kata Dede.

Dede mengatakan, pihaknya bekerja sama dengan Perum Perhutani dalam menyediakan lahan darat untuk ditanami padi gogo. Biasanya lahan milik Perum Perhutani jika membuka lahan untuk ditanami kayu-kayuan dapat dilibatkan masyarakat sebagai penggarap dengan pola tumpang sari.

Dengan pola tumpang sari ini, kata dia, masyarakat bisa menanam padi gogo dengan tanaman lainya, seperti jagung, kacang tanah, pisang, dan sayur-sayuran. Diperkirakan tanaman padi gogo atau huma di Kabupaten Lebak sekitar 10.000 hektar dengan produksi 50.530 ton gabah kering pungut. (ang)

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved