Minggu, 3 Mei 2026

Mudik Motor Aman Lebaran 2026: Ini Tips dari Trainer Yamaha dan Rider NMAX Turbo

Jarak ratusan kilometer, kondisi jalan yang beragam, cuaca yang tidak menentu, hingga kelelahan fisik menjadi faktor risiko yang wajib diperhatikan.

Tayang: | Diperbarui:
Tribunnews
TIPS BERKENDARA - Trainer Yamaha Riding Academy, Muhamad Arief dan Bayu Hamdani, Anggota Indonesia MAX Owner (IMI) membagikan tips persiapan berkendara jarak jauh menjelang musim mudik Lebaran dalam podcast Tribun Corner bersama Yamaha. 

WARTAKOTALIVE.COM – Mudik menggunakan sepeda motor masih menjadi pilihan jutaan warga Indonesia setiap tahunnya. Selain lebih fleksibel dalam menembus kemacetan, berkendara motor dianggap lebih hemat dan praktis.

Namun, perjalanan mudik menggunakan motor juga kerap menghadirkan tantangan yang tidak ringan. Jarak tempuh ratusan kilometer, kondisi jalan yang beragam, cuaca yang tidak menentu, hingga kelelahan fisik menjadi faktor risiko yang wajib diperhatikan pengendara.

Berdasarkan data Korlantas Polri, sepeda motor mendominasi angka kecelakaan selama arus mudik Lebaran 2025 dengan lebih dari 2.300 kendaraan terlibat. Meski angka kecelakaan total turun sekitar 31–40 persen dibandingkan 2024, pemudik motor tetap menjadi penyumbang tertinggi.

Kecelakaan umumnya dipicu oleh faktor human error, seperti mengantuk, kurang konsentrasi, atau kondisi motor yang tidak prima sebelum berangkat.

Lantas, bagaimana agar perjalanan mudik dengan motor tetap aman dan nyaman?

3 Faktor Penting Touring Aman Saat Mudik Lebaran Menurut Trainer Yamaha

Trainer Yamaha Riding Academy Muhamad Arief dalam podcast Tribun Corner membagikan tips persiapan touring jarak jauh. 

Menurutnya, kenyamanan dan keamanan touring untuk mudik dipengaruhi oleh tiga faktor utama yang saling berkaitan, yakni kesiapan pengendara, kondisi motor, dan pemahaman terhadap jalur perjalanan.

  1. Faktor Pengendara

    Arief menekankan bahwa persiapan tidak cukup hanya soal fisik dan stamina. Mengenakan perlengkapan keselamatan tidak boleh diabaikan sebelum memulai perjalanan jauh, ditambah dengan mematuhi peraturan lalu lintas.

    Menurutnya, helm, jaket, dan sarung tangan yang nyaman bukan sekadar aksesori, melainkan lapisan perlindungan pertama yang menentukan keselamatan pengendara di jalan.

    "Rider harus pakai safety gear, seperti helm, jaket, sarung tangan yang nyaman. Lalu, pastikan cukup istirahat sebelum touring," ujar Arief.

    Selain itu, ia mengingatkan bahwa kemampuan konsentrasi manusia saat berkendara memiliki batas waktu optimal. Setelah dua hingga tiga jam berkendara, kelelahan mulai menggerus fokus dan refleks pengendara.

    "Saat perjalanan jauh, biasanya konsentrasi manusia optimal sekitar 2–3 jam. Kalau sudah capek atau ngantuk, sebaiknya berhenti dulu, stretching, lalu lanjut lagi," jelasnya.

  2. Faktor Motor

    Memastikan motor dalam kondisi prima sebelum berangkat adalah langkah yang krusial. Arief menyarankan pengendara melakukan pengecekan menyeluruh, mulai dari lampu, kelistrikan, hingga tekanan ban.

    "Pastikan motor dalam kondisi prima. Cek lampu, kelistrikan, tekanan ban, dan kalau perlu lakukan servis di bengkel resmi sebelum perjalanan jauh," kata Arief.

    Arief juga menjelaskan bahwa motor modern kini dilengkapi fitur keselamatan aktif yang turut membantu pengendara dalam kondisi jalan tidak terduga.

    Pada NMAX Turbo misalnya, Arief menyebut, terdapat Traction Control System (TCS) dan dual channel Anti-lock Braking System (ABS) yang dirancang untuk mencegah ban slip dan roda terkunci saat pengereman mendadak, termasuk di permukaan jalan licin atau berpasir yang kerap ditemui dalam perjalanan mudik.

    NMAX Turbo sendiri merupakan satu-satunya motor 155cc di Indonesia yang mengintegrasikan Dual Channel ABS dan Traction Control sekaligus dalam satu paket, menjadikannya pilihan yang relevan bagi pemudik yang menempuh ratusan kilometer dengan kondisi jalan bervariasi.

  3. Faktor Jalan

    Faktor lainnya yang wajib diperhatikan pemudik adalah rute perjalanan. Arief menegaskan bahwa mengetahui kondisi jalan sejak awal dapat membantu pengendara mengantisipasi risiko dan mengatur stamina dengan lebih baik.

    "Cari informasi dulu tentang rute perjalanan. Apakah jalannya bagus atau tidak, apakah macet atau tidak. Sekaligus tentukan titik istirahat di mana saja," ungkapnya.

    Dengan menentukan titik istirahat sejak awal, pengendara tidak perlu memaksakan diri berkendara hingga kelelahan. Pola istirahat yang teratur justru membuat total waktu perjalanan lebih efisien karena kondisi tubuh tetap terjaga.

Tips Posisi Duduk Agar Nyaman Berkendara Jarak Jauh 

Selain tiga faktor tersebut, Arief juga menyebut bahwa posisi berkendara yang tepat berpengaruh besar terhadap kenyamanan dalam perjalanan jauh. Karena itu, pengendara disarankan untuk selalu menjaga posisi tubuh yang rileks sejak awal berkendara.

"Tipsnya adalah harus santai. Orang tinggi atau pendek tetap harus relax. Contohnya, saat baru naik motor, bisa dicek dulu posisi enaknya dengan berdiri dulu lalu duduk di posisi yang paling nyaman. Pegangan tangan juga santai," paparnya.

Dalam istilah city riding, ia menggambarkan posisi ideal tangan pada setang seperti sedang memeluk bola besar, tidak terlalu kaku dan tidak terlalu longgar. Posisi yang tegang justru mempercepat kelelahan otot dan mengurangi kemampuan pengendara dalam merespons situasi darurat di jalan.

Di NMAX Turbo, fitur YECVT membantu pengendara tidak terlalu 'kerja keras' melawan motor, sehingga kelelahan lebih lambat datang dalam perjalanan panjang.

Baca juga: Jelang WSBK Mandalika 2022, Pembalab Toprak Razgatlioglu Lakukan Aksi Wheelie Pakai Yamaha Aerox

Pengalaman Nyata Rider Komunitas

Tips dari Arief sejalan dengan pengalaman Bayu Hamdani, anggota komunitas Indonesia MAX Owner yang kerap melakukan perjalanan jarak jauh bersama keluarga.

lihat fotoTIPS BERKENDARA - Trainer Yamaha Riding Academy, Muhamad Arief dan Bayu Hamdani, Anggota Indonesia MAX Owner (IMI) membagikan tips persiapan berkendara jarak jauh menjelang musim mudik Lebaran dalam podcast Tribun Corner bersama Yamaha.

Ia mengaku sering menempuh rute panjang, termasuk perjalanan dari Bekasi menuju Bengkulu melewati jalur Lampung, yang kondisi jalannya cukup bervariasi.

Memastikan kondisi motor adalah hal pertama yang selalu ia lakukan sebelum berangkat touring, jauh sebelum memikirkan rute ataupun jadwal keberangkatan.

“Motor tentu dipersiapkan. Lalu kebutuhan kita di saat perjalanan seperti obat pribadi juga harus dipersiapkan. Untuk motor lebih ke arah jangan lupa servis, cek oli, dan jangan lupa menggunakan bahan bakar yang baik," ujar Bayu.

Wujudkan perjalanan mudik menggunakan motor yang aman dan nyaman dengan persiapan yang matang dari sisi pengendara, motor, dan jalur perjalanan. 

Simak perbincangan lengkap mengenai perjalanan mudik dan riding jauh menggunakan motor bersama Trainer Yamaha Riding Academy dan Anggota Indonesia MAX Owner (IMI) di Podcast Tribun Corner.

Baca juga: 11 Alasan Yamaha NMAX Turbo Bisa Menunjang Segala Kebutuhan Anda, Manfaatkan Promo 11.11 di Blibli

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved