Korupsi
Noel Pernah Minta PT Sritex Perbanyak Baju Oranye KPK biar Banyak Ditangkap
Immanuel Ebenezer yang dulu lantang minta Sritex memperbanyak seragam oranye buat penghuni Lapas KPK, kini dia mengalaminya.
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Ironi yang pahit kembali menyuguhkan pelajaran berharga bagi publik.
Immanuel Ebenezer, atau yang akrab disapa Noel, kini harus menelan ludahnya sendiri.
Mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) yang dulu lantang meminta PT Sritex memproduksi baju oranye untuk tersangka korupsi, kini justru giliran dirinya yang mengenakan seragam yang sama.
Kejadian ini menjadi sorotan publik setelah Noel ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus dugaan pemerasan.
Semua bermula dari sebuah pernyataan yang diungkapkan Noel dalam siniar (podcast) Akbar Faizal Uncensored pada 1 November 2024.
Saat itu, dengan penuh semangat dan nada yang meyakinkan, Noel secara eksplisit meminta PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex), salah satu perusahaan tekstil terbesar di Indonesia, untuk memproduksi lebih banyak baju tahanan oranye yang ikonik milik KPK.
Baca juga: Immanuel Ebenezer Ditangkap KPK, Jokowi Mania Merasa Dikhianati, Sikap Prabowo Mania 08 Berbeda
"Kita minta Sritex buat lah baju oranye sebanyak-banyaknya, baju tersangka. Biar banyak ditangkap. Nanti dari model kayak gimana kita tangkep-tangkepin. Mereka merasa punya backing kita tangkap, merasa dia penguasa terhadap suatu aturan kita enggak peduli," ujar Noel.
Pernyataannya tersebut seolah menjadi pengingat bagi para pelaku korupsi, bahwa tidak ada yang kebal hukum. Namun, takdir berkata lain.
Tragedi Sritex yang Tutup dan Ironi Baju Oranye
Seakan menambah lapisan ironi, perusahaan yang disebut-sebut oleh Noel, PT Sritex, kini juga sudah tidak beroperasi.
Perusahaan yang beralamat di Jalan KH Samanhudi NO 88 Jetis Sukoharjo, Jawa Tengah, itu telah resmi berhenti beroperasi per 1 Maret 2025 karena dinyatakan pailit.
Perusahaan yang dulu dikenal luas dengan produk benang, kain, hingga pakaian jadi ini, harus mengakhiri perjalanannya.
Pada akhirnya, bukan Sritex yang memproduksi baju oranye untuk Noel, melainkan KPK yang menyediakannya.
Hanya berselang beberapa waktu, pernyataan lantang Noel berubah menjadi kenyataan pahit.
Pada Jumat (22/8/2025), Noel terjaring operasi tangkap tangan (OTT) oleh KPK.
Ia diduga terlibat dalam kasus pemerasan terhadap perusahaan terkait pengurusan sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Sore harinya, sekitar pukul 15.41 WIB, Noel tampil di hadapan publik dengan rompi tahanan oranye bernomor dada 71.
Pemandangan ini kontras dengan citra dirinya yang dulu dikenal sebagai pejabat yang tegas, bahkan pernah viral karena aksinya menggebrak meja saat sidak ijazah.
Kisah Noel ini menjadi pengingat yang kuat tentang pepatah “apa yang kau tanam, itu yang kau tuai”.
Ucapan yang dulu ia lontarkan sebagai peringatan moral bagi koruptor, kini justru menjadi pelajaran bagi dirinya sendiri.
Ni Luh Djelantik Kenang Noel Pernah Ejek Anak Bangsa
Senator DPD RI Bali periode 2024 - 2029, Ni Luh Djelantik memberikan pesan khusus bagi Noel yang jadi tersangka dan langsung ditahan oleh KPK atas kasus dugaan pemerasan terhadap perusahaan terkait pengurusan sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)
“Semoga belajar dari semua kesalahan ya Noel. Sekolah kehidupan sebenarnya kini ada di depan matamu. Hadapi dengan kuat dan penuh semangat,” tulis Ni Luh Djelantik di unggahan Instagramnya pada Jumat (22/8/2025).
Ni Luh mengenang bahwa Noel pernah mengejek anak-anak bangsa yang memilih berjuang di luar neger lantaran telah merasa muak dengan pemerintah di negeri ini.
Para pejabatnya pun dinilai Ni Luh Djelantik belum memahami arti sila kelima Pancasila.
“Seperti saat kamu mengejek anak-anak bangsa yang memutuskan berjuang di luar negeri, karena bagi mereka negeri ini dan oknum pejabatnya belum paham arti sila ke-5 Pancasila,” sindir Ni Luh Djelantik.
Ni Luh Djelantik Tegur Keras Noel soal Tagar #kaburajadulu
Sebelumnya, Ni Luh juga pernah menegur keras Noel yang sempat menganggap sepele tagar #kaburajadulu di media sosial beberapa bulan silam.
Pada Februari 2025 silam, Noel menanggapi tren tagar yang mendorong banyak warga negara Indonesia (WNI) untuk bekerja di luar negeri.
Namun, tanggapannya dianggap kontroversial.
"Mau kabur, kabur saja lah. Kalau perlu jangan balik lagi, hi-hi-hi," ujarnya di Kantor Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT), Jakarta.
Sontak, pernyataan Noel memantik amarah dari berbagai pihak, termasuk Senator DPD RI Bali periode 2024 - 2029, Ni Luh Djelantik.
Ia mempertanyakan kapasitas dan integritas Noel sebagai pejabat tinggi.
"Siapa sih orang ini? Apa kapasitasnya sebagai wamen? Apa prestasinya hingga diangkat jadi wamen? Serius nanya," tulis Ni Luh di akun Instagramnya.
Ni Luh melanjutkan pejabat negara harus menghormati rakyat yang menggaji mereka.
Tagar #kaburajadulu, kata Ni Luh, semestinya menjadi momentum instropeksi pemerintah bukan dijadikan bahan lelucon pejabat tinggi.
Ucapan itu justru membuat generasi muda kian muak terhadap pemerintah.
Ni Luh pun meminta agar Noel menjaga lisannya.
"Kamu itu pembantunya presiden. Hormati rakyat yang menggajimu. Tahu diri sedikit bisa kan?" pungkasnya.
Sementara itu, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menilai, munculnya #KaburAjaDulu merupakan tantangan bagi pemerintah untuk menciptakan pekerjaan yang lebih baik bagi WNI.
"Ini tantangan buat kita kalau memang itu adalah terkait dengan aspirasi mereka. Ayo pemerintah create better jobs, itu yang kemudian menjadi catatan kami dan concern kami," ujar Yassierli di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.
Ia tidak memungkiri bahwa kesempatan bagi WNI untuk bekerja di luar negeri memang terbuka.
Yassierli pun tak masalah apabila WNI ingin bekerja di luar negeri lalu kembali ke Indonesia demi membangun negeri.
"Tanggapannya, ya itu ini kan netizen terkait dengan kabur saja. Memang di satu sisi saya lihat kesempatan kerja di luar memang ada ya. Jadi semangatnya bukan kabur sebenarnya," ujar Yassierli.
"Jadi kalau memang ingin untuk meningkatkan skill dan ada peluang kerja di luar negeri, kemudian, kembali ke Indonesia bisa membangun negeri ya tidak masalah," kata dia melanjutkan.
Adapun fenomena #KaburAjaDulu tengah ramai diperbincangkan di media sosial, mencerminkan keinginan masyarakat untuk meninggalkan Indonesia demi bekerja atau melanjutkan studi di luar negeri. (*)
Artikel ini telah tayang di TribunJakarta.com dengan judul Noel Pernah Minta Sritex Jahit Baju Koruptor, Ni Luh Djelantik: KPK Fashion Week Sesuai Permintaan,
Baca Wartakotalive.com berita lainnya di Google News
Dapatkan informasi lain dari WartaKotaLive.Com lewat WhatsApp : di sini
| Audit Investigasi, Inspektorat Temukan 4 PNS Pemkab Bogor Terindikasi Jual Beli Jabatan |
|
|---|
| KPK Ungkap Dugaan Intimidasi di Kasus Ade Kuswara, Rumah Saksi Terbakar |
|
|---|
| Sidang Duta Palma Memanas, Penyitaan Aset Diprotes dan Kondisi Surya Darmadi Disorot |
|
|---|
| Dugaan Korupsi, Kejati DKI Geledah Kantor Ditjen SDA dan Cipta Karya Kementerian PU |
|
|---|
| KPK Dalami Intimidasi Terhadap Saksi Kasus Suap Ijon Proyek Kabupaten Bekasi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/NOEL-TAHAN-TANGIS-Wakil-Menteri-Ketenagakerjaan-Wam.jpg)