Jumat, 24 April 2026

Lembaga Filantropi dan Pengusaha Sepakat Perkuat Peran dalam Pengurangan Risiko Bencana

Bencana tidak pernah memberi aba-aba, tetapi membangun ketangguhan tidak bisa dilakukan di tengah kekacauan. Pesan ini jadi sorotan di ajang EDRR.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Junianto Hamonangan
Warta Kota/Fitriyandi Al Fajri
PENGURANGAN RISIKO BENCANA - Ketua Umum HIPPI Erik Hidayat (kiri); VP Worldwide Partnership & National Development HI, Bambang Suherman (tengah) dan Ketua Umum Kamar Entrepreneur Indonesia Afda Rizal (kanan) saat menunjukkan nota kesepahaman (MoU) antara sektor kemanusiaan, dunia usaha dan masyarakat di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat pada Kamis (14/8/2025). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Bencana tidak pernah memberi aba-aba, tetapi membangun ketangguhan tidak bisa dilakukan di tengah kekacauan.

Pesan ini menjadi sorotan utama dalam diskusi 'Private Sector In Disaster Management: Building A Culture Of Resilience' di ajang Emergency Disaster Reduction & Rescue (EDRR) Expo Indonesia, Kemayoran, Jakarta Pusat pada Kamis (14/8/2025).

Lembaga filantropi, Human Initiative (HI) dan Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) menegaskan, kesiapsiagaan sejati harus dibangun jauh sebelum bencana terjadi.

Hal ini dapat dilakukan melalui kolaborasi berkelanjutan antara sektor kemanusiaan, dunia usaha, dan masyarakat.

Komitmen ini dituangkan dalam nota kesepahaman (MoU) yang ditandatangani di sela acara tersebut.

VP Worldwide Partnership & National Development HI, Bambang Suherman mengatakan, aktor respon bukan hanya para pegiat kemanusiaan saja, tetapi para pelaku usaha memiliki peran penting untuk hadir memulihkan kehidupan masyarakat saat dan pascabencana. 

Baca juga: Tragedi Prada Lucky, Prof Connie: Bagaimana Jaga Rakyat Jika Benteng TNI Sendiri Roboh dari Dalam?

"Karena itu kolaborasi yang terbangun diharapkan bukan hanya saat emergency, tetapi sepanjang waktu jauh sebelum bencana terjadi,” ujar Bambang dalam acara tersebut.

Bambang mengatakan, kesepakatan ini meliputi pelatihan dan edukasi masyarakat di bidang sosial dan kemanusiaan, penanggulangan bencana, dukungan logistik, pertukaran informasi, hingga kerja sama dalam tanggap darurat dan pemulihan.

Sementara itu Ketua Umum HIPPI, Erik Hidayat, menegaskan dunia usaha memiliki kekuatan besar untuk mendorong ketangguhan bangsa.

“Kami ingin memastikan pengusaha juga menjadi bagian dari solusi sosial, bukan hanya ekonomi,” kata Erik.

MoU ini menjadi pengingat bahwa membangun budaya ketangguhan adalah pekerjaan jangka panjang.

Dengan bergerak bersama sejak dini, seluruh pihak dapat memastikan ketika bencana datang, bangsa ini bukan hanya siap bertahan, tetapi mampu menghadapinya dengan kepala tegak. (faf)

Baca berita Wartakotalive.com lainnya di WhatsApp.

Baca berita Wartakotalive.com lainnya di Google News.

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved