Rabu, 22 April 2026

Kebakaran

Kebakaran Pasar Taman Puring: Api Pertama Diduga dari Kios Tutup

Kebakaran hebat melandda pasar Taman Puring di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin sore (28 Juli 2025). 

Editor: Joanita Ary
Instagram @jakartaselatan24jam
KEBAKARAN PASAR TAMAN PURING -- Pasar Taman Puring di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin sore (28 Juli 2025) berubah jadi lautan api yang menghanguskan lebih dari 500 kios, memicu kehebohan dan respons darurat skala besar. 

WARTAKOTALIVECOM, JAKARTA -- Kebakaran hebat melandda pasar Taman Puring di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin sore (28 Juli 2025). 

Dimana pada kebakaran tersebut, berubah jadi lautan api yang menghanguskan lebih dari 500 kios lebih.

Kebakaran terjadi pada sekitar pukul 18.02 WIB, asap hitam tiba‑tiba membumbung dari sebuah kios yang sudah tidak beroperasi, memicu kekhawatiran pedagang dan warga sekitar hingga laporan dikeluarkan ke layanan Gulkarmat Jakarta.

Dalam hitungan menit, kobaran api menyebar dengan cepat.

Api juga dengan cepat menyambar barang dagangan milik kios-kios disekitarnya. seperti kios pakaian, sepatu, elektronik, dan aksesori kendaraan.

Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Pol Nicolas Ary Lilipaly, menjelaskan bahwa data awal menunjukkan titik api muncul dari sebuah toko yang sudah tutup, pada sekitar pukul 17.00 WIB.

Seorang pemilik kios terdekat melihat asap keluar dari toko itu.

Dan kemudian api mulai membesar dan menyebar ke kios-kios sekitarnya.

Meski demikian, polisi masih belum bisa memastikan penyebab pasti kebakaran karena fokus saat itu masih pada pemadaman.

Dinas Gulkarmat DKI Jakarta mengerahkan 34–35 unit mobil pemadam dan lebih dari 115 personel untuk menangani kebakaran hebat tersebut.

Proses pemadaman berlangsung berjam-jam, dan bahkan pada Selasa pagi masih dilakukan pendinginan di beberapa titik sisa api. Untungnya, hingga data resmi dikeluarkan, tidak ada korban jiwa atau luka.

Sementara itu, Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) mendesak pemerintah melakukan investigasi menyeluruh atas kebakaran ini dan segera membantu pedagang terdampak.

Selain menyoroti kemungkinan korsleting listrik.

Ikappi juga meminta penyelidikan terkait potensi aksi kesengajaan oleh pihak tidak bertanggung jawab.

Kemudian Ikappi menuntut bantuan langsung atau relokasi tanpa pungutan kepada pedagang yang kiosnya hangus.

Kerugian pedagang diperkirakan sangat besar.

Lebih dari 550 kios di Blok A dan Blok Q lantai satu dan dua hangus terbakar, dengan jumlah pasti kerugian belum bisa ditentukan karena masih dalam pendataan.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved