Senin, 20 April 2026

Gunung Meletus

Meletus! Gunung Semeru Erupsi Besar: Awan Panas Meluncur 4 Km, Kolom Abu Capai 1 Km

Gunung Semeru, puncak tertinggi di Pulau Jawa yang terletak di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, kembali menunjukkan aktivitas vulkanik

Editor: Joanita Ary
instagram
GUNUNG SEMERU ERUPSI -- Gunung Semeru, puncak tertinggi di Pulau Jawa yang terletak di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, kembali menunjukkan aktivitas vulkanik pada Rabu pagi, 9 Juli 2025, dengan erupsi kuat yang melempar kolom abu setinggi sekitar satu kilometer dan meluncurkan awan panas sejauh empat kilometer ke arah tenggara menuju Besuk Kobokan. 

WARTAKOTALIVECOM, Lumajang -- Gunung Semeru, puncak tertinggi di Pulau Jawa yang terletak di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, kembali menunjukkan aktivitas vulkanik pada Rabu pagi, 9 Juli 2025, dengan erupsi kuat yang melempar kolom abu setinggi sekitar satu kilometer dan meluncurkan awan panas sejauh empat kilometer ke arah tenggara menuju Besuk Kobokan.

Peristiwa tersebut tercatat di seismogram Pos Pantau Gunung Semeru dengan amplitudo maksimum mencapai 22 mm dan durasi gempa 214 detik, sebagaimana dilaporkan oleh petugas BPBD Lumajang

Kolom abu putih kelabu dengan intensitas tebal terlihat condong ke arah barat daya dan barat, sedangkan gumpalan awan panas meninggalkan kawah Jonggring Saloko dan bergerak ke Desa Supit Urang, Kecamatan Pronojiwo, seperti terlihat dalam sejumlah video amatir warga sekitar 

Meskipun telah terjadi luncuran material panas sejauh empat kilometer, BPBD menyampaikan bahwa sejauh ini belum ada laporan dampak signifikan, berkat cuaca kering yang menghambat potensi banjir lahar yang kerap menyertai hujan pascaperistiwa vulkanik 

Namu Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) tetap menetapkan Semeru pada status Level II atau Waspada dan mengimbau masyarakat agar tidak melewati area rawan dalam radius delapan kilometer dari kawah, terutama sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan.

Di luar zona tersebut, aktivitas warga tetap dilarang dalam radius 500 meter dari tepi sungai yang berhulu di gunung, sebagai upaya antisipasi kemungkinan guguran awan panas susulan, aliran lava, dan banjir lahar 

Kemudian dilansir dari laporan PVMBG selama sepekan terakhir, Semeru telah mengalami 49 kali erupsi kecil hingga sedang, menunjukkan peningkatan intensitas dalam beberapa hari terakhir.

Data seismik mengungkapkan adanya 45 gempa letusan, tiga gempa hembusan, dan tiga gempa harmonik dalam periode 9 Juli 2025 

Mirroring tren global, tsunami vulkanik era ini juga tercatat meningkat, seperti di gunung-gunung lain di Nusantara sejauh ini kali erupsi lebih sering terjadi .

Meski saat ini belum terkonfirmasi adanya kerusakan pada pemukiman atau korban jiwa, kewaspadaan tetap dijaga.

Kondisi hujan di wilayah lereng Semeru menjadi perhatian utama karena dapat memicu aliran lahar berbasis hujan yang membawa material vulkanik dari puncak ke pemukiman.

Potensi ini membuat otoritas lokal dan nasional terus menyosialisasikan informasi bahaya kepada masyarakat, sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan.

Erupsi hari ini menegaskan sifat dinamis Gunung Semeru sebagai gunung api aktif yang secara periodik mengalami erupsi eksplosif dan guguran awan panas.

Pemerintah daerah dan PVMBG memastikan pemantauan intensif terus berjalan, dengan kamera kamera pengawas, analisis seismik, serta pelibatan relawan dan masyarakat setempat untuk menjaga keselamatan warga serta meminimalkan risiko bencana vulkanik di kawasan rawan.

Masyarakat diimbau agar tetap mengikuti arahan resmi, memantau informasi dari BPBD dan PVMBG, dan menjaga jarak aman.

Situasi saat ini dikategorikan kritis namun terkendali, selama warga taat pada zona aman dan tidak melakukan aktivitas dalam radius ebadan bahaya yang telah ditetapkan.

Sumber: KOMPAS
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved