Berita Nasional
Prabowo Subianto Bawa Isu Palestina di KTT BRICS Brasil, Singgung Soal Standar Ganda
Presiden RI Prabowo Subianto membawa isu kemerdekaan Palestina dalam konferensi tingkat tinggi (KTT) BRICS yang digelar di Brasil pada Senin
WARTAKOTALIVE.COM - Presiden RI Prabowo Subianto membawa isu kemerdekaan Palestina dalam konferensi tingkat tinggi (KTT) BRICS yang digelar di Brasil pada Senin (7/7/2025).
Indonesia perdana bergabung di KTT BRICS bersama dengan sejumlah negara berkembang lainnya.
Dalam KTT tersebut, Presiden RI dipersilakan menyampaikan pandangan-pandangannya terhadap isu global baik politik dan ekonomi.
Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa Prabowo Subianto menyampaikan sejumlah isu di KTT BRICS.
Di antaranya Prabowo Subianto menyinggung soal meningkatnya konflik global dan standar ganda dalam penanganan konflik dunia.
“Tadi Bapak Presiden menyampaikan komitmen Indonesia yang mendukung perdamaian dunia. Bapak Presiden menegaskan menolak perang dan penggunaan standar ganda,” ucap Airlangga seperti dimuat Youtube Sekretariat Presiden.
Prabowo Subianto juga kata Airlangga sempat membawa isu Palestina di KTT BRICS. Presiden ke-8 RI itu memastikan Indonesia berdiri untuk Palestina.
Baca juga: Saat Prabowo Subianto Dapat Sambutan Spesial dari Presiden Brasil di KTT BRICS
“Bapak Presiden menegaskan dukungan terhadap Palestina. Dan mengingatkan Bandung Spirit agar dilanjutkan di forum BRICS tersebut,” ucap Airlangga.
Selain itu Indonesia sendiri, lanjut Airlangga, telah menyatakan kesiapan untuk bergabung secara aktif dalam NDB.
Partisipasi ini menjadi penting agar Indonesia dapat mengakses pembiayaan pembangunan yang sejalan dengan agenda transformasi hijau dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
“Kita tahu bahwa dilaporkan tadi dalam New Development Bank itu ada beberapa proyek yang sedang ditangani antara lain clean energy project, kemudian infrastruktur, kemudian juga beberapa proyek yang terkait dengan sustainability dan green. Saat sekarang ditangani 120 proyek dan nilainya sekitar 39 billion,” lanjutnya.
Dalam sesi kedua ini, Wakil Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir (Tata) mengatakan bahwa Presiden Prabowo juga mengusulkan inisiatif “South-South Economic Compact.”
Menurut Wamenlu Tata, usulan tersebut bertujuan agar negara BRICS dapat menjadi motor untuk memberikan akses yang lebih luas kepada negara-negara global south.
“Di sini tujuannya adalah agar negara-negara BRICS menjadi motor untuk memberikan akses yang lebih luas kepada negara-negara global south untuk perdagangan, untuk juga lebih mengintegrasikan perekonomiannya untuk menjadi bagian dan supply chain,” kata Wamenlu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/Prabowo-Subianto-menghadiri-KTT-BRICS-2025-di-MAM-Rio-de-Janeiro-Brasil.jpg)