Kamis, 11 Juni 2026

Berita Internasional

KERAS! Trump Ancam Deportasi Elon Musk

KERAS! Presiden Donald Trump Ancam Deportasi Elon Musk dari Amerika Serikat

Tayang:
Editor: Joanita Ary
shutterstock Frederic Legrand-Comeo via Kompas.com
ELON MUSK -- Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Rabu (2/7/2025) mengejutkan publik dengan menyatakan mempertimbangkan opsi untuk mendeportasi Elon Musk, CEO Tesla dan SpaceX, meskipun Musk sudah menjadi warga negara AS. 

WARTAKOTALIVECOM -- Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Rabu (2/7/2025) mengejutkan publik dengan menyatakan mempertimbangkan opsi untuk mendeportasi Elon Musk, CEO Tesla dan SpaceX, meskipun Musk sudah menjadi warga negara AS.

Hal tersebut disampaikannya di Gedung Putih, saat ketegangan ini muncul karena Musk secara terbuka mengkritik rancangan undang-undang belanja besar yang diusung Trump, termasuk pemangkasan subsidi bagi kendaraan listrik yang menjadi ceruk bisnis Tesla.

Trump menuding Musk sebagai penerima subsidi pemerintah terbesar dalam sejarah, dan menyatakan bahwa tanpa dukungan finansial itu, Musk mungkin harus menutup Tesla serta SpaceX dan kembali ke Afrika Selatan .

Di platform Truth Social, Trump bahkan menyebut bahwa Musk selama ini diberi “subsidi lebih banyak dari siapapun” dan mengancam akan mencabut semua kontrak dan insentif pemerintah untuk kedua perusahaannya .

Selain embargo, Trump juga menyebut kemungkinan mengerahkan “Department of Government Efficiency (DOGE)” yang pernah dipimpin Musk untuk meninjau subsidi yang selama ini diterimanya

Dilansir dari kantor berita Reuters, Musk menulis di platform X bahwa situasi ini terasa “sangat menggoda untuk eskalasi… tapi saya akan menahan diri untuk saat ini” ujar Musk

Feud ini semakin tajam setelah Musk mengancam membentuk partai baru, “America Party,” jika undang-undang belanja besar tetap disahkan

Meski hanya bernada candaan, ancaman deportasi dan pemotongan subsidi itu mencerminkan retaknya hubungan pribadi dan profesional antara Trump dan Musk, keduanya pernah berada dalam koalisi dekat.

Ketegangan ini mengundang kekhawatiran karena dapat berdampak pada stabilitas sektor energi bersih, teknologi ruang angkasa, serta kepercayaan investor.

Misalnya, saham Tesla jatuh lebih dari 5  persen dalam beberapa hari terakhir, dan pasar mulai resah terhadap masa depan kontrak SpaceX dengan pemerintah AS .

Ancaman deportasi Elon Musk dan pencabutan subsidi oleh Trump bukan sekadar retorika kosong, melainkan bentuk eskalasi serangan politik dan bisnis yang serius antar dua figur paling berpengaruh di AS.

Keputusan final masih tergantung pada perkembangan nasib undang-undang belanja dan bagaimana Musk akan merespons tekanan tersebut.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved