Pasien di IGD Kerap Overload, Begini Penjelasan RSUD Karawang
Humas RSUD Karawang Abdullah Luthfi membeberkan penyebab membludaknya pasien yang dirawat di Instalasi Gawat Darurat (IGD).
Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Sigit Nugroho
WARTAKOTALIVE.COM, KARAWANG - Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Karawang kerap overload atau kelebihan kapasitas dalam beberapa bulan terakhir.
Hal itu membuat pasien harus dirawat di lorong IGD hingga harus membawa brankar atau ranjang untuk perawatan.
Kondisi itu juga membuat petugas kesehatan RSUD Karawang kewalahan.
Terkait hal itu, Humas RSUD Karawang Abdullah Luthfi menjelaskan, hal itu terjadi akibat tingginya jumlah pasien yang masuk ke IGD.
Kapasitas IGD yang hanya bisa berisi 30 tempat tidur, kini harus menampung lebih dari 45 pasien setiap hari.
Hal itu pun membuat kondisi layanan gawat darurat dalam posisi overload.
"Jumlah pasien yang datang setiap hari jauh melebihi kapasitas. Bahkan, untuk menampung pasien, kami terpaksa meminjam blankar dari ambulans yang mengantar pasien ke IGD," kata Abdullah Luthfi kepada wartawan, Jumat (20/6/2025).
Baca juga: Dukun Pengganda Uang Pelaku Pembunuhan Pegawai RSUD Karawang Divonis 15 Tahun Penjara
Abdullah Luthfi berujar, membludaknya pasien di IGD, karena kebanyakan Rumah Sakit (RS) swasta mengarahkan pasien ke IGD RSUD Karawang.
Padahal, seharusnya RS swasta melalui aplikasi SPGDT (Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu), agar memastikan lebih dulu ketersediaan tempat tidur di IGD RSUD Karawang.
"Jadi tidak asal 'melempar' pasien secara lepas," ucap Abdullah Luthfi.
"Kami minta kerja sama semua pihak agar mengikuti sistem rujukan yang benar. SPGDT ini penting untuk memastikan bahwa ruangan atau bed yang dibutuhkan pasien memang tersedia sebelum dirujuk," jelas Abdullah Luthfi.
Abdullah Luthfi mengaku kondisi status overload ini sudah disampaikan ke Dinas Kesehatan (Dinkes) Karawang agar ditindaklanjuti.
"Kejadian IGD selalu full dari bulan sebelumnya sudah disampaikan," ujar Abdullah Luthfi.
Baca juga: Judi Online Makan Korban Lagi, 2 Orang Dilarikan ke RSUD Karawang, Belasan Dalam Perawatan Poli Jiwa
Abdullah Luthfi memohon maaf dan meminta pengertian masyarakat apabila pasien yang datang tanpa ambulans tidak langsung mendapat fasilitas tempat tidur RSUD Karawang.
"Rumah sakit juga meminta pengertian dan kesabaran dari keluarga pasien jika harus menunggu hingga tersedia tempat tidur atau blankar di IGD," terangnya.
Abdullah Luthfi menambahkan, sekitar 99 persen pasien yang masuk ke RSUD Karawang menggunakan fasilitas BPJS Kesehatan.
Pasien yang belum terdaftar BPJS namun memiliki KTP Karawang dan sudah tinggal minimal satu tahun, akan dibantu pengajuannya melalui program UHC (Universal Health Coverage).
"Sebagian besar pasien datang dengan kondisi demam tinggi, bahkan sudah lebih dari tiga hari sakit sebelum dibawa ke rumah sakit. Rentang usia pasien cukup merata, baik anak-anak maupun dewasa," tutur Abdullah Luthfi. (MAZ)
Baca berita Wartakotalive.com lainnya di WhatsApp.
Baca berita Wartakotalive.com lainnya di Google News.
| Babak Baru Pelayanan RSUD Jakarta, Harmonisasi Rapergub Rampung Dibahas |
|
|---|
| Pemerhati Soroti Siswa SMK di Karawang Tewas Ditikam Kakak Kelas, Kesehatan Mental Jadi Alarm |
|
|---|
| Cafe Balandongan Raja Kami Hadir di Karawang, Padukan Budaya Sunda dan Kuliner Kekinian |
|
|---|
| Hantavirus Terdeteksi di Jabar, Dinkes Pastikan Masih Zero Kasus di Karawang |
|
|---|
| Jaga Keamanan dan Iklim Investasi, TIMPORA Karawang Perketat Pengawasan Orang Asing |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/Kondisi-Instalasi-Gawat-Darurat-IGD-RSUD-Karawang-yang-overload.jpg)