Pemerintah Tutup Wisata Raja Ampat Imbas Penutupan Tambang Nikel
Pemerintah Kabupaten Raja Ampat menutup wisata di Raja Ampat imbas penutupan tambang nikel di kawasan tersebut.
WARTAKOTALIVE.COM - Pemerintah Kabupaten Raja Ampat menutup wisata di Raja Ampat imbas penutupan tambang nikel di kawasan tersebut.
Bupati Raja Ampat, Orideko Burdam menjelaskan penutupan wisata di Raja Ampat, Papua Barat Daya imbas dari penutupan tambang nikel di kawasan tersebut.
Adapun penutupan tambang nikel disebut membuat warga setempat marah hingga melakukan pemalangan di kawasan wisata khususnya di Wayag, Distrik Waigio Barat Kepulauan Raja Ampat.
Sehingga kata Orideko, pemerintah menutup kawwasan wisata untuk mencegah potensi gangguan terhadap keselamatan wisatawan.
“Saya minta supaya aktivitas wisata di Waigio Barat Kepulauan ditutup sementara,” tegasnya.
Baca juga: Tiktokers Papua Sarah Beatrix Terpukul Raja Ampat Dirusak Tambang Nikel
Sebelumnya Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjelaskan, pemerintah resmi mencabut IUP empat perusahaan karena telah melakukan pelanggaran lingkungan
"Terdapat beberapa pelanggaran konteks lingkungan, dengan mempertimbangkan hasil temuan di lapangan dan masukan gubernur-bupati. Mereka pengin daerah mereka maju," ujar Bahlil di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (10/6/2025).
Keputusan pencabutan izin empat perusahaan tersebut diambil setelah rapat terbatas antara Presiden Prabowo Subianto dengan jajaran kabinetnya pada Senin (9/6/2025).
"Terkait harapan itu, Bapak Presiden memutuskan dengan memperhatikan semua yang ada, mencabut izin empat perusahaan di luar Pulau Gag," ujar Bahlil.