Sabtu, 2 Mei 2026

Berita Internasional

Los Angeles Membara, Gerai Apple dan Adidas Kena Jarah

Kerusuhan yang meluas menyebabkan sejumlah toko besar dan usaha lokal menjadi sasaran penjarahan

Tayang:
Editor: Joanita Ary
Tribunnews.com
PENJARAHAN DI APPLE STORE -- Kerusuhan yang meluas menyebabkan sejumlah toko besar dan usaha lokal menjadi sasaran penjarahan. Gerai-gerai ternama seperti Apple, Adidas, Nike Air Jordan, Shoe Palace, hingga apotek CVS dan T-Mobile ludes dijarah. 

WARTAKOTALIVECOM -- Gelombang protes di Los Angeles kembali menjadi sorotan dunia setelah demonstrasi menentang kebijakan imigrasi Presiden AS Donald Trump berujung pada kerusuhan besar-besaran.

Padahal sebenarnya aksi ini  awalnya berlangsung damai.

Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk penolakan terhadap operasi penegakan hukum imigrasi oleh ICE dan Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) di kawasan padat imigran seperti Garment District dan Compton pada Jumat, 6 Juni 2025.

Namun, suasana berubah drastis ketika aparat membubarkan massa dengan gas air mata dan peluru karet, memicu bentrokan hebat antara demonstran dan polisi.

Penjarahan Massal dan Kerusakan

Kerusuhan yang meluas menyebabkan sejumlah toko besar dan usaha lokal menjadi sasaran penjarahan.

Gerai-gerai ternama seperti Apple, Adidas, Nike Air Jordan, Shoe Palace, hingga apotek CVS dan T-Mobile ludes dijarah.

Bahkan, restoran dan toko-toko lokal di kawasan Little Tokyo juga tak luput dari amukan massa.

Dalam berbagai video yang beredar, tampak toko perhiasan dirusak dan barang dagangan dikeluarkan dari rak.

Seorang saksi mata menyebutkan bahwa para penjarah datang dengan persiapan, membawa alat dan gergaji untuk membongkar pintu toko.

Kepolisian Los Angeles (LAPD) telah menangkap sedikitnya 14 orang terkait penjarahan ini, termasuk seorang perempuan yang terlibat perampokan di Apple Store.

Duka Pemilik Usaha “Bukan Hanya Barang, Tapi Harapan yang Hilang”

Bagi para pemilik bisnis, kerusuhan ini bukan hanya soal kehilangan barang dagangan.

Banyak dari mereka membangun usahanya dari nol, menaruh seluruh harapan dan kerja keras bertahun-tahun.

Kini, bukan hanya etalase yang hancur, tetapi juga harapan dan masa depan mereka.

 "Ini bukan sekadar toko yang dijarah, tapi hidup kami yang ikut hancur," ungkap salah satu pemilik usaha kecil di Little Tokyo.

Tindakan Pemerintah dan Aparat

Sebagai respons atas situasi yang semakin tidak terkendali, Presiden Trump mengerahkan lebih dari 2.000 pasukan Garda Nasional dan ratusan marinir ke Los Angeles.

Wali Kota LA, Karen Bass, mengumumkan keadaan darurat dan memberlakukan jam malam mulai pukul 20.00 hingga 06.00 demi memulihkan ketertiban. 

Namun, langkah ini justru memicu perdebatan sengit antara pemerintah kota, negara bagian, dan pemerintah federal.

Bass menegaskan bahwa siapa pun yang melakukan perusakan dan penjarahan harus bertanggung jawab, menegaskan bahwa aksi anarkis tersebut tidak mencerminkan perjuangan komunitas imigran yang menjadi korban kebijakan federal.

Kekerasan dan Korban Jiwa

Kerusuhan ini juga menelan korban jiwa. LAPD menemukan satu mayat di lokasi penjarahan di West 3rd Street and Broadway pada Selasa malam.

Polisi masih menyelidiki penyebab kematian pria yang ditemukan di dekat toko T-Mobile yang dijarah. Selain itu, dua petugas polisi dilaporkan terluka saat berusaha mengamankan situasi.

Kerusuhan Meluas ke Kota Lain

Kerusuhan di Los Angeles tak hanya berhenti di satu kota. Protes dan aksi serupa kini meluas ke kota-kota besar lain seperti Chicago, Texas, Philadelphia, Boston, Denver, San Francisco, Seattle, New York, hingga Washington DC.

Di beberapa tempat, bentrokan antara demonstran dan polisi juga tak terhindarkan.

Kerusuhan di Los Angeles 2025 menjadi catatan kelam dalam sejarah kota tersebut. Selain menimbulkan kerugian materi yang besar, peristiwa ini juga meninggalkan luka mendalam bagi para pemilik usaha dan komunitas imigran.

Di tengah upaya memulihkan keamanan, harapan masyarakat kini tertuju pada solusi damai dan perlindungan hak-hak warga tanpa harus mengorbankan keamanan dan keadilan sosial.

Kerusuhan ini menjadi pengingat bahwa di balik setiap kebijakan dan aksi massa, ada kehidupan dan harapan yang bisa runtuh dalam sekejap.

Los Angeles kembali membara, dan dunia menanti bagaimana kota ini bangkit dari puing-puing harapan yang tersisa

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved