Liga 1
Beberapa Klub Liga 1 Belum Bayar Gaji Pemain, LIB Harus Tegas
Beberapa Klub Liga 1 Belum Bayar Gaji Pemain, LIB Harus Tegas. Pengamat sepakbola Indonesia, Akmal Marhali turut buka suara
Penulis: Abdul Majid | Editor: Budi Sam Law Malau
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA – Pengamat sepakbola Indonesia, Akmal Marhali turut buka suara terkait adanya kabar beberapa klub Liga 1 yang masih menunggak gaji para pemainnya.
Akmal mengaku sangat miris kejadian seperti ini kembali terulang pada sepakbola profesional Indonesia.
Kondisi ini menurutnya jadi salah satu bukti bahwa industri sepakbola Indonesia masih belum dikelola secara profesional.
Baca juga: Latih Persija Jakarta untuk Liga 1 2025/2026, Mauricio Souza: Gue Champion, Tunggu Saya di Jakarta
“Ya ini adalah problem klasik yang setiap tahun terjadi. Banyak klub yang menunggu gaji. Ini bukti bahwa kita belum serius untuk membangun industri sepak kita,” ujar Akmal di Kawasan Bangka, Jakarta, Jumat (30/5/2025).
“Jadi mumpung Liga 2025-2026 baru akan bergulir Agustus, saya pikir ini momentum buat LIB untuk berbenah dan tegas terhadap regulasi. Salah satunya 5 aspek klub profesional,” sambungnya.
Akmal pun mengusulkan agar kedepan operator kompetisi LIB untuk bisa melibatkan akuntan guna mengecek keuangan klub.
Tak hanya itu, uang jaminan klub-klub Liga 1 juga harus diterapkan sehingga apabila klub tersebut suatu saat tengah kesulitan uang jaminan itu bisa digunakan.
“Jadi waktunya misalnya LIB melibatkan akuntan-akuntan publik untuk melakukan mengecek laporan keuangan klub. Apakah kemudian sehat atau tidak,” ujar Akmal.
“LIB juga harus tegas kepada klub-klub yang tidak mampu membayar gaji, yang keuangannya tidak sehat. Bahkan kalau perlu saya mengusulkan bahkan Liga 1, Liga 2 harus ada garansi setiap klub itu harus menyetorkan uang 5 miliar,”
Baca juga: Persib Bandung Dapat Bonus Rp 2 Miliar setelah Juara Liga 1, Dedi Mulyadi Rogoh Kocek Rp 1 Miliar
“Misalnya sebagai jaminan bahwa kalau sampai di tengah jalan mereka mengalami krisis keuangan, uang jaminan itu bisa digunakan untuk membayar gaji pemain. Apalagi sekarang banyak pemain asing, 8 pemain asing,” terangnya.
Menurut Akmal masalah finansial yang kerap terjadi di klub-klub Liga 1 setiap tahun justru mencoreng kompetisi sepakbola Indonesia.
Bahkan FIFA juga sempat menjatuhkan sanksi kepada klub-klub Liga 1 yang menunggak gaji pemainnya, antara lain PSM Makassar, PSIS Semarang dan Kalteng Putra.
“Jangan sampai setiap bulan kita dapat surat dari FIFA, klub-klub Indonesia yang pada gilirannya mendapatkan sanksi tidak boleh melakukan transport main. Ditambah lagi ini akan merugikan kita dalam hal ranking klub-klub di Indonesia. Sekarang kita negara besar tapi rankingnya 25,” pungkasnya.
Baca berita WartaKotalive.com lainnya di Google News dan WhatsApp
| Enam Laga Selalu Menang, Paul Munster Ingatkan Tim untuk Tetap Rendah Hati |
|
|---|
| Paul Munster Ungkap Kunci Kesuksessan Bhayangkara Lampung FC Taklukkan Dewa United |
|
|---|
| Persiapan Mepet dan Tak Diperkuat Igor Rodrigues, Persita Tetap Patok Kemenangan Lawan Dewa United |
|
|---|
| Cabut Laporan Terkait Tuduhan Mafia Bola, Andre Rosiade Beberkan Alasannya |
|
|---|
| Erick Thohir Minta Kuota Pemain Asing di Liga 1 2025/2026 Hanya 7 Orang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/Laporan-SOS-Ditolak-Bareskrim.jpg)