Berita Jakarta
Pramono Anung Bikin RPTRA Kalijodo Makin Cantik, Dilengkapi Balai Pengaduan KDRT
Penampakan RPTRA Kalijodo peninggalan Gubernur Ahok kini semakin segar dan dilengkapi lagi dengan fasilitas olahraga sesuai kebutuhan masyarakat
Penulis: Nuri Yatul Hikmah | Editor: Dian Anditya Mutiara
WARTAKOTALIVE.COM, TAMBORA — Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Kalijodo disebut-sebut bakal ditata ulang oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung.
Kawasan bekas praktik prostitusi liar yang dibangun oleh Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok itu, akan dibuat area untuk olahraga, jalan santai, hingga area berekspresi lewat puisi dan musik.
Selain itu, beberapa warga meminta bisa area khusus untuk bermain voli, basket, hingga futsal.
Lantas seperti apakah potret RPTRA Kalijodo saat ini?
Berdasarkan pantauan Warta Kota di lokasi, Minggu (24/5/2052), RPTRA Kalijodo masih nampak cantik dan segar.
Selain dikelilingi oleh pepohonan hijau yang rindang, beberapa area juga nampak masih tertata rapi dengan pewarnaan cat yang masih baru.
Dari pelataran RPTRA yang berada di luar pagar misalnya, terdapat dua taman yang dimanfaatkan warga untuk duduk-duduk santai sembari mengawasi putra putrinya bermain.
Baca juga: Menengok Taman Lalu Lintas di RPTRA Kalijodo yang Dilengkapi Berbagai Fasilitas
Taman tersebut berisikan kampanye positif berupa #hidup100persen dan Keren Tanpa Narkoba.
Masuk ke area dalam RPTRA, ada satu bidang aspal yang digunakan anak-anak untuk bermain sepak bola.
Sementara di area dekat pendopo RPTRA, terdapat sejumlah permainan anak, mulai dari terowongan, perosotan, ayunan, hingga jungkat-jungkit.
Di area paling dalam ini, terlihat lebih cantik nan bersih.
Pasalnya, ada lapangan yang terbuat dari rumput hijau asli, taman lalulintas yang berisi edukasi rambu-rambu saat berkendara, area refleksi, hingga urban farming yang segar dan siap panen.
Apabila hendak beristirahat, pengunjung bisa duduk-duduk di area pendopo.
Di area tersebut, ada banyak karya-karya lukis yang dipajang di dinding.
Ada pula ruangan perpustakaan yang lengkap dengan ratusan buku.
Serta, pos pengaduan kekerasan pengaduan dan anak (PPKPA).
Menurut Hamdan selalu pengelola RPTRA Kalijodo, pos tersebut bisa dimanfaatkan untuk warga yang mendapatkan perlakuan tak menyenangkan dari keluarganya atau KDRT.
Baca juga: RPTRA Kalijodo Bakal Direvitalisasi, Pramono: Anggaran Dirumuskan Dinas Pertamanan dan Hutan Kota
"Mereka bisa datang untuk mengadu. Ini diback up (dampingi) juga oleh psikolog dan legal hukum yang sudah terakredisasi," kata Hamdan saat ditemui di lokasi, Minggu.
"Tapi untuk sementara, mereka lagi bekerja di pusat, jadi untuk sementara kalau ada keluhan atau apa, kami backup (tampung), kami laporkan, kemudian mereka (pihak terkait) datang," imbuhnya.
Hamdan menyebut, RPTRA Kalijodo ini buka mulai pukul 07.00 WIB sampai dengan pukul 17.00 WIB.
Semua fasilitas di RPTRA Kalijodo masih berfungsi dengan baik, seperti lapangan futsal, area permainan anak, ruang laktasi, toilet, grossmart, maupun kantor pengelola.
Sepengetahuan Hamdan, RPTRA Kalijodo mulai dibangun sejak 2015 dan baru diresmikan pada 2017.
Pengunjung area ini, kebanyakan anak-anak yang sebagiannya didampingi oleh orang tua.
Hamdan berujar, tidak ada aturan khusus yang diberlakukan pengelola RPTRA. Pengunjung hanya diminta berpakaian sopan dan menjaga kebersihan lingkungan.
"Kalau ke area aula (pendopo) lepas sendal atau sepatu biar tidak kotor dan orang lain nyaman, lalu juga dilarang merokok," pungkas dia.
Dibangun kembali
Sebelumnya diberitakan, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung bakal mempercantik Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Kalijodo, Tambora, Jakarta Barat yang merupakan peninggalan Gubernur DKI Jakarta sebelumnya, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.
Dalam kunjungannya itu, Pramono membagi area RPTRA Kalijodo menjadi dua tempat.
"Satu yang tadi memang secara penuh dikelola oleh kelurahan. Kelurahan, tempat bermain anak-anak. Dan yang satu yang di belakang, RPTRA, yang dulu pernah dilakukan perbaikan oleh di eranya Pak Ahok dan Pak Djarot,” ujar Pramono usai tinjauan, Jumat (16/5/2025).
Dia memberikan waktu kepada Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Distamhut) DKI Jakarta, M Fajar Sauri selama enam bulan ke depan.
“Maka untuk itu saya sengaja hadir di sini bersama dengan Kepala Dinas Pertamanan, Pak Asisten Pembangunan dan Pak Wali Kota, serta Ibu Kepala Dinas PPA, ingin melihat apa yang sebenarnya ada," kata Pramono.
"Karena saya ingin untuk RPTRA Kalijodo ini, seperti yang dulu saya sampaikan, saya ingin melakukan, memperbaiki yang dulu pernah ditinggalkan oleh para gubernur yang menurut saya baik," imbuhnya.
Salah satunya, Pramono ingin fungsi RPTRA Kalijodo lebih bermanfaat bagi warga sekitar seperti untuk berolahraga, jogging hingga mengekspresikan diri melalui puisi, bermusik dan lainnya.
Pramono minta Kepala Dinas Pertamanan DKI Jakarta, Fajar Sauri untuk kembali membangun tempat ini dalam kurun waktu 6 bulan ke depan.
"Dengan begitu, Kalijodo ini wajahnya adalah wajah yang ramah kembali," jelas Pramono.
Lebih lanjut, Pramono mengaku belum mengetahui nilai anggaran untuk revitalisasi RPTRA Kalijodo itu.
Menurutnya, jumlah tersebut masih dirumuskan Dinas Pertamanan dan Hutan Kota. (m40)
Baca Wartakotalive.com berita lainnya di Google News
Dapatkan informasi lain dari WartaKotaLive.Com lewat WhatsApp : di sini
| Usung Konsep Modern dan Terintegrasi GREE Hadirkan Kantor Cabang di Jakarta Pusat |
|
|---|
| Fraksi PDIP DKI Soroti Dugaan Kejanggalan SHP di Kwini Jakpus, Warga Mengadu Soal Status Tanah |
|
|---|
| Jalur KRL Tangerang Kembali Normal Setelah Tiga Jam Gangguan |
|
|---|
| FAKTA Soroti Iklan Minuman Bersoda di Gerbong Commuter Line |
|
|---|
| Rano Karno Lepas 744 Juleha untuk Awasi Kurban di Jakarta |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/penampakan-RPTR-Kalijodo1.jpg)