Berita Jakarta
Kebut Program STBM, Kasudin Kesehatan Jaktim: Supaya Warga Tak BAB Sembarangan
Kebut Program STBM, Kasudin Kesehatan Jaktim: Supaya Warga Tak BAB Sembarangan
Penulis: Miftahul Munir | Editor: Dwi Rizki
WARTAKOTALIVE.COM, KRAMAT JATI - Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur terus melakukan percepatan pengentasan masyarakat buang air besar sembarangan (BABS).
Kasudin Kesehatan Jaktim, Herwin Meifendy mengatakan, pihaknya sudah melakukan deklarasi sanitasi total berbasis masyarakat (STBM) di 26 kelurahan wilayahnya.
Ia mengaku, masih ada sekira 39 kelurahan dari total keseluruan 65 yang belum lakukan deklarasi STBM.
Herwin menegaskan, STBM sangat baik dilakukam karena tujuannya adalah demi kesehatan masyarakat di lingkungan tempat tinggal.
"Besok rencana akan ada deklarasi lagi di Kelurahan Ciracas. Kalau sekarang baru 40 persen yang sudah deklarasi STBM," tuturnya di Waduk Dukuh II, Kramat Jati, Jaktim, Minggu (18/5/2025).
Herwin melanjutkan, saat ini di Kelurahan Dukuh sudah memiliki septic tank dan dipastikan tidak ada warga yang buang air besar sembarangan.
Ia pun sudah melakukan sejumlah sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat agar tidak BABS demi hindari berbagai macam penyakit.
Selama proses sosilisasi ini, ada beberapa kendala yang dialami oleh Sudin Kesehatan Jakarta Timur. Misalnya, warga tidak punya lahan untuk buat septic tank, sehingga masih alirkan limbah ke kali.
"Kami sudah sarankan, agar jalan-jalan lingkungan bisa digunakan untuk septic tank. Itu anggarannya juga sudah ada di Dinas Bina Marga, alternatifnya adalah jalan lingkungan," tegasnya.
Herwin menambahkan, butuh waktu sekira dua sampai tiga tahun agar wilayah Jakarta Timur bisa 100 persen bebas BABS.
Ia berharap, masyarakat bisa memahami tentang STBM supaya bisa membuat septic tank di lingkungan maupun rumahnya masing-masing.
"Kalau semuanya paham mungkin kami bisa lebih cepat menyelesaikan masalah yang ada di Jakarta Timur," tandasnya.
Sementara itu, Ketua RW 03 Kelurahan Dukuh, Irman Riyadi melanjutkan, warga di lingkungannya saling membantu untuk membuat septic tank.
Di wilayahnya, kata dia, ada sekira 12 septic tank yang dibuat dari hasil swadaya masyarakat serta bantuan dari kelurahan dan kecamatan.
"Warga membantu dana, pihak kelurahan bantu material dan kecamatan juga gitu. Sehingga kami setelah lebaran 5 hari kemarin itu bisa selesaikan 12 septic tank," imbuhnya.
Sebelumnya, Kecamatan Kramat Jati menggelar deklarasi sanitasi total berbasis masyarakat (STBM) di Waduk Dukuh II eks Komplek Departeman Sosial (Depsos), Jakarta Timur, Minggu (18/5/2025).
Wali Kota Jakarta Timur, Munjirin menghadiri acara tersebut guna melihat bagaimana jajarannya kerja bakti membersihkan waduk.
Mengingat, kondisi cuaca tidak menentu karena ketika pagi sampai siang hari panas dan memasuki sore, turun hujan.
Kepala Puskesmas Kecamatan Kramat Jati, Inda Mutiara mengatakan, program sanitasi perkotaan yang dijalankan untuk menuju akses pembangunan kesehatan yaitu Jakarta sehat.
Kegiatan tersebut juga untuk meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat berbasis masyarakat dengan pendekatan preventif.
"STBM ini merupakan program nasional yang berdasarkan Permenkes RI no. 43 tahun 2014 tentang STBM," tuturnya, Minggu.
Pesan Wali Kota Jaktim
Wali Kota Jakarta Timur, Munjirin mengapresiasi jajaran Kecamatan Kramat Jati, khususnya Kelurahan Dukuh yang sukses menjalankan program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).
Apresiasi disampaikan Munjirin ketika menghadiri deklarasi STBM di Waduk Dukuh II, Kramat Jati, Jakarta Timur pada Minggu (18/5/2025).
Dalam kesempatan tersebut, Ia menceritakan pengalaman ketika menjabat sebagai Wali Kota Jakarta Selatan selama 3,5 tahun.
Umumnya, deklarasi STBM diungkapkannya dilakukan di tingkat kecamatan.
Oleh karena itu, Deklarasi STBM di tingkat kelurahan ini sangat diapresiasinya, mengingat STBM melibatkan seluruh ketua RW dan RT.
Munjirin berharap, adanya program sanitasi ditingkat kelurahan bisa meningkatkan kesehatan masyarakat.
"Saya mohon diri untuk bisa bergabung di wilayah Jakarta Timur, insya Allah kita nanti bisa berkolaborasi untuk bekerjasama mengentaskan permasalahan yang ada di wilayah," katanya dalam sambutan deklarasi STBM di Waduk Dukuh II, Kramat Jati, Jakarta Timur pada Minggu (18/5/2025).
Menurutnya, program STBM di tingkat kelurahan yang turun sampai ke RT dan RW akan lebih menyentuh masyarakat.
Ia pun mengingatkan kepada Kecamatan Kramat Jati untuk memerintahkan jajaran kelurahan agar lebih giat lagi menjalankan program STBM.
Tujuannya adalah demi masyarakat terhindari dari berbagai macam jenis penyakit yang bersumber dari lingkungan kotor.
"Saya pesan agar warga Kelurahan Dukuh yang sudah deklarasi STBM jangan sampai ada lagi ditemukan masyarakat yang buang air besar sembarangan," tegasnya.
Munjirin menerangkan, banyak rumah kontrakan yang masih membuang limbah jamban ke saluran air, karena tidak membuat septic tank.
Ia meminta kepada pemilik rumah kontrakan untuk segera membuat septic tank agar limbahnya tidak mengalir ke kali maupun sungai.
"Pemilik kontrakan tidak punya rasa iba dan tanggungjawab karena semua dibuang ke saluran," imbuhnya.
Sebelumnya, Kecamatan Kramat Jati menggelar deklarasi sanitasi total berbasis masyarakat (STBM) di Waduk Dukuh II eks Komplek Departeman Sosial (Depsos), Jakarta Timur, Minggu (18/5/2025).
Wali Kota Jakarta Timur, Munjirin menghadiri acara tersebut guna melihat bagaimana jajarannya kerja bakti membersihkan waduk.
Mengingat, kondisi cuaca tidak menentu karena ketika pagi sampai siang hari panas dan memasuki sore, turun hujan.
Kepala Puskesmas Kecamatan Kramat Jati, Inda Mutiara mengatakan, program sanitasi perkotaan yang dijalankan untuk menuju akses pembangunan kesehatan yaitu Jakarta sehat.
Kegiatan tersebut juga untuk meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat berbasis masyarakat dengan pendekatan preventif.
"STBM ini merupakan program nasional yang berdasarkan Permenkes RI Nomor 43 tahun 2014 tentang STBM," tuturnya, Minggu.
| Jakarta Bidik Layanan Air 100 Persen, Bin Zayed Siap Jajaki Investasi |
|
|---|
| Beras Jakarta Melimpah! Stok di Cipinang Capai 47.449 Ton, Harga Dijaga Stabil |
|
|---|
| Inovasi Warga Gandaria Utara Terapkan Sistem Keamanan Digital, Bisa Jadi Inspirasi! |
|
|---|
| Misteri Tewasnya ART usai Lompat dari Lantai 4 di Benhil, Polisi Dalami Dugaan Penyekapan dan TPPO |
|
|---|
| Sukses Jaring 227 Kg, Kelurahan Cibubur Juara Pembasmian Ikan Sapu-sapu |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/SANITASI-Kasudin-Kesehatan-Jaktim-Herwin-Meifendy.jpg)