Berita Jakarta
Polisi Kini Dilengkapi Helm Full Face Saat Bubarkan Tawuran, Antisipasi Penyiraman Air Keras
Polisi Kini Dilengkapi Helm Full Face Saat Bubarkan Tawuran, Antisipasi Penyiraman Air Keras
Penulis: Ramadhan L Q | Editor: Budi Sam Law Malau
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Kapolda Metro Jaya, Irjen Karyoto mengungkapkan, sejumlah anggotanya kerap menjadi korban penyiraman air keras saat membubarkan tawuran.
Oleh karena itu, kata Karyoto, anggotanya kini dibekali helm jenis full face saat bertugas membubarkan aksi tawuran untuk antisipasi kejadian serupa.
“Sudah banyak rekan kami, anggota kami, yang disiram air keras oleh pelaku tawuran. Karena itu, sekarang saat patroli, kami sudah memakai helm full face, helm yang memberikan perlindungan penuh,” kata Karyoto di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (8/5/2025).
Baca juga: Gubernur Pramono Ngeri Lihat Pelaku Tawuran di Jakarta Bawa Sajam, Kini Siapkan Dua Cara
Ia menegaskan, polisi akan bertindak tegas terhadap pelaku tawuran yang membahayakan keselamatan petugas atau masyarakat.
“Kalau sudah membahayakan keselamatan orang lain, keselamatan petugas, kami akan melakukan tindakan tegas dan terukur sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya.
Adapun kasus penyiraman air keras terhadap aparat kepolisian beberapa kali terjadi.
Salah satunya pada 16 Januari 2025, saat anggota Polsek Ciputat Timur Briptu Fadel Ramos dan mitra polisi Dion Saputra disiram air keras saat membubarkan tawuran.
Baca juga: Tawuran Antarwarga di Manggarai Minggu Malam, Satu Orang Luka Akibat Bacokan
Dua botol air keras disiramkan ke arah korban, dan sepeda motor mereka turut dibawa kabur oleh pelaku.
Insiden serupa juga terjadi di Kembangan, Jakarta Barat, di mana dua anggota polisi, Bripda Muhammad Zulfan Satria Wicaksana dan Bripda Gerald D'Hargado, menjadi korban.
Tak lama setelah kejadian, polisi berhasil menangkap tiga remaja yang diduga terlibat. (m31)
Baca berita WartaKotalive.com lainnya di Google News dan WhatsApp
| PKB Jakarta Perketat Seleksi Ketua DPC, 20 Kader Jalani Uji Kepatutan Berstandar Tinggi |
|
|---|
| Minta Maaf, PLN Jelaskan Penyebab Terjadinya Gangguan Kelistrikan di Jakarta |
|
|---|
| Dorong Sistem Nontunai, Anggota DPRD DKI Kenneth Desak Penertiban Parkir Liar dan Audit Pengelola |
|
|---|
| Pameran 60 Tahun Horison Dibuka di TIM, Angkat Sejarah Sastra |
|
|---|
| Pemprov DKI Jakarta Gandeng Shenzhen Metro, Dorong Percepatan TOD dan Pengembangan MRT Jakarta |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/polisi-tangkap-200-remaja.jpg)