Rabu, 6 Mei 2026

Pernah Meluap di Era Anies, Sungai Ciliwung Segmen Bukit Duri Terus Dikeruk 

Sungai Ciliwung segmen Bukit Duri VI, Jaksel pernah meluap ke permukiman warga di era kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan 2020 lalu

Tayang:
(Warta Kota/Fitriyandi Al Fajri)
PENGERUKAN SUNGAI CILIWUNG- Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Selatan, Santo (baju biru) saat meninjau pelaksanaan pengerukan Sungai Ciliwung segmen Bukit Duri VI, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan pada Kamis (8/5/2025). Air di Sungai Ciliwung pada segmen tersebut pernah meluap di era kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada 2020 lalu. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Sungai Ciliwung segmen Bukit Duri VI, Jakarta Selatan pernah meluap ke permukiman warga di era kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada 2020 lalu.

Akibatnya ribuan warga dari RW 10, 11 dan 12 Kelurahan Bukit Duri terkena imbasnya. 

Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Selatan, Santo memastikan, peristiwa tersebut tidak akan terulang kembali, karena sejak 2 Januari 2025 lalu pengerukan sedimentasi sudah dimulai.

Pengerukan ini dikerjakan sepanjang 2.200 meter dari Jalan Abdul Syafe'i sampai kawasan Tongtek, dan ditargetkan selesai pada 31 Agustus 2025 mendatang. 

"Untuk sementara sedimentasi yang sudah kami keruk itu ada sekitar 6.000 meter kubik lumpur, dengan target 11.000 meter kubik," ujar Santo saat meninjau pengerukan sungai tersebut pada Kamis (8/5/2025). 

Baca juga: Sungai Ciliwung Meluap Imbas Kiriman dari Bogor, Pemprov DKI Jakarta Didesak Pengerukan Lumpur

Santo mengklaim, telah berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terkait pengerukan sungai ini.

Diketahui, sungai ini menjadi kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) Kementerian PU. 

"Terkait tupoksi dengan BBWSCC, kami selalu koordinasi untuk melakukan pengerukan ini makanya kami diberikan izin untuk pengerukan. Intinya kami saling sama-sama membantu masyarakat agar tidak terkena banjir," katanya. 

Menurut dia, pengerukan Sungai Ciliwung ini juga untuk menindaklanjuti keluhan warga yang tinggal di dekat sungai.

Mereka khawatir rumahnya terendam banjir lagi, karena beberapa tahun lalu air pernah meluap ke Jalan Inspeksi. 

"Kami pernah mengalami tahun 2020, posisi waktu itu jam 23.15, air dari sungai ini limpas makanya waktu itu wilayah Kampung Pulo (Jakarta Timur) terendam. Kami mencoba mengantisipasi permasalahan yang sudah pernah terjadi, sehingga kami melakukan pengerukan di sini," jelasnya. 

Dalam operasi ini, pihaknya mengerahkan 150 personel dari pasukan biru dan 10 orang dari pasukan oranye Kelurahan Bukit Duri.

Baca juga: Rano Karno Sebut Lumpur Hasil Pengerukan 17 Sungai di Jakarta, Dibuang ke Ancol

Sedangkan alat berat ada dua unit eskavator amphibi dan satu unit eskavator long arm, serta 12 dump truck. 

Dengan upaya pengerukan ini, Santo berharap banjir pada 2020 lalu tidak terulang kembali. Dia menyebut, banjir 2020 lalu disebabkan karena tingginya curah hujan yang mencapai 350 mm lebih. 

"Kejadian limpas saat itu kan karena curah hujan paling tinggi sekitar 366 milimeter. Mudah-mudahan untuk ke depan jangan sampai segitu lah, supaya Jakarta aman dari banjir," pungkasnya.

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved