Berita Jakarta

Mengenal Tradisi Unik di Kelurahan Duri Kosambi Jakbar, Ada Lebaran 7 Hari 7 Malam

Kelurahan Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat, memiliki satu tradisi unik yang masih terjaga hingga saat ini yang dinamakan sebagai Lebaran Betawi

Penulis: Nuri Yatul Hikmah | Editor: Junianto Hamonangan
Warta Kota/Nuri Yatul Hikmah
LEBARAN BETAWI - Lurah Duri Kosambi, Heri Nurdin menyebutkan bahwa Kelurahan Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat, memiliki satu tradisi unik yang masih terjaga hingga saat ini yang dinamakan 'Lebaran Betawi'.   

WARTAKOTALIVE.COM, CENGKARENG — Kelurahan Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat, memiliki satu tradisi unik yang masih terjaga hingga saat ini.

Diungkap oleh Lurah Cengkareng, Heri Nurdin, tradisi tersebut dinamakan 'Lebaran Betawi'.  

"Di Duri Kosambi yang khas terkait pelestarian budaya apabila itu sudah masuk Idul Fitri, Syawal, di sini tuh masuk lebarannya 7 hari," kata Heri kepada Warta Kota di Kantor Kelurahan Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat, Kamis (8/5/2025).

"Jadi selama 7 hari 7 malam itu, warga di Duri Kosambi saling berlebaran, saling bersilaturahmi ke sanak saudara dari satu kampung ke kampung lainnya," imbuhnya.

Menurut Heri, masing-masing warganya akan berkunjung ke beberapa tempat secara bergantian. 

Daerah yang dikunjunginya pun bervariasi dan terjadwal runut tiap harinya.

Baca juga: Uji Coba Sekolah Swasta Gratis di Jakarta akan Fokus di Daerah Padat dan Tertinggal

Berikut urutannya:

Hari ke-1: Lebaran bersama keluarga inti masing-masing orang tua atau mertua atau sekitar tetangga rumah.

Hari ke-2: Kampung Tanah Koja (kelurahan Duri Kosambi

Hari ke-3: Kampung Pondok Sambi (kelurahan Duri Kosambi)

Hari ke-4: Kampung Gunung, Pondok Randu (Duri Kosambi), Kampung Bojong (Rawa Buaya), Kampung Kembangan. 

Hari ke-5: Kampung Rawa Buaya, Kampung Cengkareng, Kapuk (Kalideres).

Hari ke-6: Kampung Cantiga, Kampung Gondrong, kampung pondok bahar, Semanan, dan Cipondoh (Tangerang).  

Hari ke-7: Mengunjungi keluarga yang tinggalnya jauh, di luar Cengkareng-Kalideres.

Dari catatan sejarah yang ada, diketahui bahwa jadwal itu muncul lantaran beberapa kampung di Duri Kosambi masih memiliki garis keturunan atau kekerabatan syang sama.

Uniknya, setiap lebaran Betawi berlangsung, warga di Duri Kosambi kerap membawa buah tangan berupa kue dan makanan khas Betawi yang sederhana. (m40)

Baca berita Wartakotalive.com lainnya di WhatsApp.

Baca berita Wartakotalive.com lainnya di Google News.

Sumber: WartaKota
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved