Kamis, 21 Mei 2026

Timnas Indonesia

Cegah Perseteruan Antara Pelatih Timnas Indonesia, PSSI Segera Cari Dirtek

Cegah Perseteruan Antara Pelatih Timnas Indonesia, PSSI Segera Cari Dirtek. Untuk menguatkan sistem organisasinya lebih khusus

Tayang:
Penulis: Abdul Majid | Editor: Budi Sam Law Malau
Dokumentasi Youtube Sekretariat Presiden
ERICK CARI DIRTEK -- Erick Thohir saat meluncurkan bank emas atau bullion bank di The Gade Tower, Jakarta Pusat, Rabu (26/2/2025). Ia mengatakan federasi sepakbola Indonesia, PSSI terus menguatkan sistem organisasinya lebih khusus untuk menjalani program Timnas Indonesia. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Federasi sepakbola Indonesia, PSSI terus menguatkan sistem organisasinya lebih khusus untuk menjalani program Timnas Indonesia.

Saat ini, posisi yang kosong yakni pelatih kepala Timnas Indonesia U-20. Sebelumnya jabatanya tersebut diemban oleh Indra Sjafri.

Indra Sjafri harus dihentikan PSSI usai Timnas Indonesia U-20 tampil buruk di Piala Asia.

Baca juga: Erick Thohir Tegaskan Keberhasilan Timnas Indonesia Bukan Karena Salah Satu Individu

Selain pelatih Timnas U-20, PSSI juga mencari sosok Direktur Teknik.

“Coach U-20 akan kami umumkan. Kami juga setelah dapat technical advisor, kami sedang mencari technical director,” kata Erick.

PSSI sebelumnya baru memperkenalkan penasihat direktur teknik PSSI, yakni Jordi Cruyff.

Namun untuk kinerja detailnya PSSI membutuhkan peran dari Direktur Teknik.

Dirtek PSSI nanti salah satu tugasnya bisa menjaga program yang berkesinambungan mulai dari Timnas U-17, 20, 23 hingga senior.

“Memang banyak yang bilang 'Pak waktu itu katanya Februari?' ya kan sudah ada Technical Advisor. Tapi untuk dirtek kami lagi cari lagi supaya bisa menyelaraskan antara senior, U-23., U-20 dan U-17,” kata Erick.

“Jangan sampai kami membuat tim-0tim ini berseteru. Coach senior sama U-17 musuhan, coach U-20 dengan U-23 musuhan. Nah ini yang kami mau selaraskan, perlunya adanya Dirtek,” katanya.

Baca juga: Babak 1 Timnas Indonesia U-17 0-2 Korea Utara, Garuda Asia Sulit Tembus Pertahanan Chollima

“Tapi paling tidak di technical advisor Jordi Cruyff sudah mulai melihat 'oh ini begini, ini begini' tapi itu belum jadi formula,” terangnya.

Pria yang juga menjabat sebagai Menteri BUMN tersebut mengakui sepakbola Indonesia belum mempunyai sistem pembinaan dan permainan yang terstruktur seperti negara-negara Asia kuat lainnya.

Alasan tersebut membuat dirinya mulai fokus pembenahan dari sisi pembangunan SDM.

“Kalau kami melihat kesuksesan dari Uzbekistan, Jepang, mereka sudah punya sistem permainan dan pembinaan, kalau kami belum sampai sana,” ucap Erick

“Nah, ini perlu waktu gitu. Jadi mohon kesabarannya dan pembangunan SDM pun sangat penting. Karena itu kami PSSI membuat inisiasi bersama AFC dan FIFA yang namanya Garuda Academy,” pungkasnya.

Baca berita WartaKotalive.com lainnya di Google News dan WhatsApp

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved