Rabu, 13 Mei 2026

Jumat Agung: Ditebus Tanpa Sisa, Dikasihi Tanpa Batas

​Jumat Agung adalah hari suci dalam tradisi Katolik yang diperingati pada hari Jumat sebelum Minggu Paskah.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Joanita Ary
Wartakota/Joanita Ary
JUMAT AGUNG -- Ibadat Jumat Agung juga diselenggarakan di Gereja St. Matius Penginjil Bintaro pada Jumat, 18 April 2025. Rangkaian ibadat hari ini pukul 18.00 WIB dipimpin oleh Rm. Yakobus Sriyatmoko,SX dan didampingi oleh 3 orang Romo lain yakni Rm Petrus Hardiyanto, SX, Rm Fabien Kalehezo T’Chiribuka,SX dan Rm FX. Sudarmanto,SX 

WARTAKOTALIVECOM, JAKARTA -- ​Jumat Agung adalah hari suci dalam tradisi Katolik yang diperingati pada hari Jumat sebelum Minggu Paskah.

Hari ini menandai penyaliban dan wafat Yesus Kristus di Bukit Golgota sebagai pengorbanan-Nya untuk menebus dosa umat manusia.

Dan peristiwa ini menjadi inti dari iman Katolik, karena melalui kematian-Nya, Yesus membuka jalan keselamatan bagi semua orang yang percaya pada-Nya

Jumat Agung memiliki makna mendalam sebagai hari pengorbanan dan kasih yang tak terbatas dari Yesus Kristus.

Meskipun disebut "Agung", namun hari ini adalah momen berkabung dan refleksi atas penderitaan dan kematian Yesus Kristus.

Dalam penderitaan tersebut, umat Katolik menemukan harapan akan kebangkitan dan kehidupan kekal yang dijanjikan.​

Selama ibadat, altar pun dibiarkan kosong dan tanpa hiasan sama sekali.

Hal ini mencerminkan suasana duka dan penantian akan kebangkitan.​

Selain ibadat di gereja, umat Katolik juga menjalani puasa dan pantang sebagai bentuk pertobatan dan solidaritas dengan penderitaan Kristus.

Jumat Agung bukan hanya untuk mengenang kematian Yesus, tetapi juga mengajak umat untuk merenungkan makna pengorbanan, kasih, dan harapan akan kehidupan baru dalam kebangkitan-Nya.

Ibadat Jumat Agung juga diselenggarakan di Gereja St. Matius Penginjil Bintaro pada Jumat, 18 April 2025.

Rangkaian ibadat hari ini pukul 18.00 WIB dipimpin oleh Rm. Yakobus Sriyatmoko,SX dan didampingi oleh 3 orang Romo lain yakni Rm Petrus Hardiyanto, SX, Rm Fabien Kalehezo T’Chiribuka,SX dan Rm FX. Sudarmanto,SX

Dalam homilinya Rm FX. Sudarmanto, SX menjelaskan alasan mengapa Tuhan Yesus mau menderita dan meninggal dunia dengan cara yang mengerikan dan menyedihkan.

Menurut Romo Sudarmanto, itu semua karena Yesus bersedia merelakan dirinya menjadi silih atas dosa-dosa kita umat manusia.

Atau dengan kata lain, Yesus menyerahkan diriNya demi menyelamatkan umat manusia dari dosa demi untuk memulihkan hubungan antara manusia dan Allah.

Pengorbanan Yesus di salib adalah bukti kasih Allah yang tak terhingga kepada manusia.

Seperti tertulis dalam Yohanes 3:16, "Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal." Melalui penderitaan dan kematian-Nya, Yesus menunjukkan betapa besar kasih-Nya kepada umat manusia.

Sepanjang pelaksanaan ibadat, berlangsung dengan khidmat dan penuh makna, untuk mengenang sengsara dan wafat Yesus Kristus.

Rangkaian ibadat mencakup Liturgi Sabda, Penghormatan Salib, dan Komuni Kudus.  

Suasana ibadat yang tenang dan penuh perenungan mengajak umat untuk merenungkan pengorbanan Kristus dan memperdalam iman mereka dalam menyambut kebangkitan-Nya.

Namun sebelumnya perayaan pada hari Jumat Agung ini dimulai dengan prosesi Tablo Jalan Salib yang digelar pukul 08.00 WIB oleh Orang Muda Katolik (OMK) Paroki Bintaro.

Prosesi ini dimulai dari Lapangan Parkir GKP Matius Bintaro dan berakhir di kanopi gereja.

Tablo ini merupakan visualisasi 14 perhentian Jalan Salib berdasarkan Lukas 23:24, dan menjadi pertunjukan perdana setelah sempat terhenti sejak 2019 akibat pandemi .​

Perayaan Jumat Agung di Gereja St. Matius Penginjil Bintaro tahun ini menjadi momen yang mendalam bagi umat untuk merenungkan kasih dan pengorbanan Kristus, serta mempererat kebersamaan dalam iman.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved