Selasa, 12 Mei 2026

Arus Balik Lebaran

Hadapi Puncak Arus Balik Lebaran 2025, Korlantas Polri Jadikan One Way dan Contraflow Andalan

Kakorlantas Polri, Irjen Agus Suryonugroho, menyatakan, pihaknya telah menyiapkan strategi menghadapi arus balik Lebaran 2025, pada 5-7 April 2025.

Tayang:
Penulis: Ramadhan L Q | Editor: Junianto Hamonangan
WartaKota/Ramadhan LQ
PUNCAK ARUS BALIK - Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho di NTMC Korlantas Polri, Pancoran, Jakarta Selatan, Kamis (6/3/2025). Korlantas Polri, menyiapkan berbagai strategi untuk menghadapi arus balik Lebaran 2025, yang diprediksi mencapai puncaknya pada 5 hingga 7 April 2025. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Agus Suryonugroho, menyatakan, pihaknya telah menyiapkan berbagai strategi untuk menghadapi arus balik Lebaran 2025, yang diprediksi mencapai puncaknya pada 5 hingga 7 April 2025.

Agus menjelaskan, pihaknya sudah memiliki gambaran jumlah kendaraan yang akan terlibat dalam arus balik.

Hal tersebut berdasarkan data kendaraan yang keluar dari Jakarta selama arus mudik.

Selama arus mudik, tercatat sekitar 2,1 juta kendaraan meninggalkan Jakarta. 

Tanpa rekayasa lalu lintas, jumlah kendaraan ini diperkirakan dapat menyebabkan kemacetan saat puncak arus balik.

"Kami telah menyiapkan sejumlah strategi untuk menghadapi arus balik Lebaran 2025," ujar Agus kepada wartawan di Jakarta, Jumat (4/4/2025).

Kakorlantas menambahkan, pihaknya telah menyusun skema rekayasa lalu lintas yang bertujuan memastikan arus balik berjalan tertib, aman, dan lancar. 

"Bapak Kapolri memerintahkan kepada kami untuk merumuskan cara bertindak pada saat arus balik. Tentunya, kami akan bekerja sama dengan semua stakeholder dalam mengelola rekayasa lalu lintas," lanjutnya.

Baca juga: PT KAI Prediksi Hari ini Puncak Arus Balik Lebaran, 52.056 Penumpang Kereta Api Tiba di Jakarta

Beberapa langkah yang akan diterapkan antara lain, pertama, penerapan sistem one way nasional. 

Rekayasa lalu lintas satu arah secara nasional akan diberlakukan mulai 6 April 2025, dimulai dari Gerbang Tol Kalikangkung.

Langkah kedua, penerapan contraflow jika volume kendaraan meningkat. 

Sistem contraflow ini akan diterapkan mulai dari Kilometer 70 hingga Kilometer 47 Tol Jakarta-Cikampek, dan dapat diperpanjang hingga Kilometer 36 jika diperlukan.

Strategi berikutnya adalah pemanfaatan jalan tol fungsional. Tol Jakarta-Cikampek 2 Selatan sepanjang 30 kilometer, dari Sadang hingga Cibatu, akan difungsikan untuk membantu mengurai kepadatan arus balik dari arah Bandung.

"Tentunya ini nanti akan melihat parameter-parameter  yang belakangan bangkitan arusnya seperti apa sehingga akan kita lakukan langkah-langkah yang tepat baik menganalisa di non tol arteri atau jalan nasional karena diberlakukan one way di non tol harus kita kelola dengan baik," ucapnya. (m31)

Baca berita Wartakotalive.com lainnya di WhatsApp.

Baca berita Wartakotalive.com lainnya di Google News.

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved