Minggu, 14 Juni 2026

Airlangga Temui PM Malaysia Anwar Ibrahim, Bahas Strategi ASEAN Hadapi Kebijakan Tarif Resiprokal AS

Indonesia dikenai tarif respirokal AS sebesar 32 persen. Menko Perekonomian bergerak dengan menemui PM Malaysia Anwar Ibrahim. Bahas kekuatan ASEAN.

Tayang:
Editor: Eko Priyono
Warta Kota/HO/Kemenko Perekonomian Indonesia
ASEAN BERSATU - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia Airlangga Hartarto (kiri) sewaktu bertemu Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Anwar Ibrahim di Putrajaya, Malaysia, Jumat (4/4/2025). Pertemuan ini menjadi salah satu respons pemerintah Indonesia atas kebijakan tarif resiprokal Amerika Serikat (AS) sebesar 32 persen yang diumumkan Presiden AS Donald Trump, Rabu 2 April 2025 lalu. Airlangga dan Anwar Ibrahim sepakat negara-negara di Asia Tenggara (ASEAN) harus solid mengingat ada 10 negara di ASEAN yang akan terdampak kebijakan baru AS tersebut. 

WARTAKOTALIVE.COM, PALMERAH - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia Airlangga Hartarto merespons kebijakan tarif resiprokal Amerika Serikat dengan menemui Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Anwar Ibrahim, Jumat (4/4/2025).

Menko Airlangga diterima di kantor Anwar Ibrahim di Putrajaya, Malaysia. Pada pertemuan tersebut, PM Anwar Ibrahim didampingi Menteri Investasi, Perdagangan dan Industri (MITI) Tengku Datuk Seri Zafrul Abdul Azis.

Airlangga menyatakan pertemuan itu dilakukan menindaklanjuti kebijakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang menetapkan tarif baru terhadap berbagai negara.

Rabu 2 April 2025 lalu, Trump mengenakan tarif minimal 10 persen terhadap semua produk yang masuk ke AS dari semua negara.

Bagaimana Indonesia? AS mengenai tarif 32 persen terhadap komoditas impor dari Tanah Air. Indonesia menjadi negara di urutan ke delapan yang mendapat tarif terbesar.

Malaysia disebut Airlangga memiliki peran penting mengingat berstatus Keketuaan Asia Tenggara (ASEAN). Di ASEAN, ada 10 negara yang terdampak kebijakan baru AS tersebut.

"Menjadi sangat penting untuk mendorong penguatan kerja sama seluruh negara ASEAN dalam menghadapi berbagai tantangan global, termasuk respons atas kebijakan tarif resiprokal AS," ujar Menko Airlangga melalui keterangan resmi yang diterima, Jumat (4/4/2025).

Sementara PM Anwar Ibrahim menyampaikan pertemuan dengan Airlangga mendiskusikan perkembangan berbagai kerja sama ekonomi Malaysia dengan Indonesia.

"Kami memanfaatkan sepenuhnya persahabatan erat kedua negara, terutama dalam memperkuat lebih banyak lagi kegiatan ekonomi dan perdagangan, yang melibatkan para pengusaha Indonesia dan Malaysia di berbagai sektor terkait," ujar Anwar yang menilai Malaysia membutuhkan kerja sama dari semua negara termasuk Indonesia untuk meningkatkan kapasitas mereka sebagai tujuan investasi, pariwisata, dan perdagangan di kawasan.

Airlangga menambahkan, Indonesia dan Malaysia akan memanfaatkan Perjanjian Kerangka Kerja Perdagangan dan Investasi (Trade and Investment Framework Agreement/TIFA) untuk mencari keuntungan dari perdagangan timbal balik dan mengupayakan berbagai perjanjian kerja sama dengan AS.

Menko menyebut diperlukan sinkronisasi antar negara-negara ASEAN karena dari 10 negara ASEAN semua terkena dampak kebijakan tarif resiprokal AS. Ia menegaskan posisi ASEAN di Indo Pasifik sangat penting dan bisa menjadi kekuatan besar untuk mendorong penguatan ekonomi regional.

"Sehingga perlu secara kolektif membangun komunikasi dan engagement dengan Pemerintah AS," kata Airlangga.

Menurut Menko, Indonesia-Malaysia menilai kebijakan tarif Presiden Trump menimbulkan tantangan besar terhadap dinamika perdagangan global. Kedua negara berkomitmen mengedepankan kepentingan ekonomi dengan tetap menjaga hubungan perdagangan yang kuat dengan AS.

Setelah menemui PM Anwar, Menko Airlangga menindaklanjuti dengan menggelar rapat bersama Tengku Zafrul. Tengku Zafrul mengatakan, "Dalam lingkungan global yang penuh ketidakpastian, Persatuan ASEAN bukan lagi pilihan, tetapi menjadi suatu keharusan. Mari kita perkuat ekonomi regional untuk kesejahteraan bersama".

MITI Tengku Zafrul dan Menko Airlangga sepakat, pada saat ekonomi global sedang bergejolak, maka suara ASEAN perlu lebih lantang. 

Baca Wartakotalive.com berita lainnya di Google News

Dapatkan informasi lain dari Wartakotalive.com lewat WhatsApp di sini

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 02:00 WIB
Qatar
Qatar
1 - 1
Switzerland
Swiss
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 05:00 WIB
Brazil
Brasil
1 - 1
Morocco
Maroko
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 08:00 WIB
Haiti
Haiti
0 - 1
Scotland
Skotlandia
Grup D - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 11:00 WIB
Australia
Australia
2 - 0
Turkiye
Turki
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved