Sabtu, 25 April 2026

Lebih dari 100 Kg Kartu SIM Bekas Didaur Ulang Jadi "Phone Holder"

Lebih dari 100 kilogram sim card atau kartu SIM bekas beserta cangkangnya didaur ulang menjadi berbagai barang termasuk pegangan ponsel (phone holder)

Editor: Eko Priyono
Warta Kota/HO/Telkomsel Regional Jakarta
KARTU SIM BEKAS - Kumpulan kartu SIM atau SIM card bekas dan cangkangnya yang berhasil dikumpulkan pihak Telkomsel Regional Jakarta bekerja sama dengan para mitranya. Berdasarkan keterangan pers, Senin (3/2/2025), barang yang beratnya lebih dari 100 kilogram ini bakal didaur ulang menjadi pot hingga pegangan ponsel atau phone holder. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Telkomsel Regional Jakarta mengumpulkan lebih dari 100 kilogram (kg) sim card atau kartu SIM bekas beserta cangkangnya untuk didaur ulang menjadi berbagai barang termasuk pegangan ponsel.

General Manager Consumer Business Region Central Jabotabek, Khairil Irfan Partomuan mengatakan pengumpulan kartu SIM bekas dan cangkang tersebut merupakan wujud nyata pihaknya untuk keberlanjutan bumi.

Menurut Khairil, kartu SIM bekas dan cangkangnya itu bakal didaur ulang. Selanjutnya, hasil daur ulang berupa pot dan pegangan ponsel atau phone holder itu bakal didistribusikan ke seluruh instansi atau sekolah, berbagai komunitas, serta masyarakat yang membutuhkan barang jadi tersebut.

"Program 'Telkomsel Jaga Bumi' ini merupakan salah satu program inisiatif CSR (Corporate Sustainability Responsibility) di mana kami mengumpulkan lebih dari 100 kg kartu SIM beserta cangkang untuk mengimplementasikan strategi dan solusi mencapai tujuan penerapan prinsip berkelanjutan," ujar Khairil melalui keterangan pers yang diterima, Senin (3/2/2025).

Khairil menjelaskan, proses daur ulang terdiri atas pengumpulan sisa kartu SIM dan cangkangnya dari mitra outlet, pengirisan, kemudian penyortiran dilakukan untuk memastikan bentuk patahan sisa sim card dengan ukuran yang sama.

Setelah itu, masuk ke peleburan yang selanjutnya akan menjadi barang daur ulang jadi seperti pegangan ponsel, pegangan kartu, katalog produk pameran, tempat sampah dan blok trotoar.

Khairil menyebut program ini menghasilkan 1000 pot dan 1000 pegangan ponsel. Program tersebut, lanjut Khairil, akan menjadi percontohan bagi seluruh area lain termasuk daerah Jawa Barat.

"Sebagai bentuk kolaborasi dan konsistensi perusahaan terhadap masyarakat Indonesia, kami terus berinovasi untuk berbagai lapisan masyarakat dengan menghasilkan barang-barang yang bermanfaat melalui resources yang dimiliki. Kami berangkat melalui daur ulang yang sejalan dengan proses bisnis berkelanjutan di masa depan," ucap Khairil.

Baca Wartakotalive.com berita lainnya di Google News

Dapatkan informasi lain dari Wartakotalive.com lewat WhatsApp di sini

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved