Jumat, 24 April 2026

Berita Video

VIDEO Pagar Bambu "Misterius" di Perairan Tangerang, Telah Dibongkar Sepanjang 15 Kilometer

Ditpolairud Polda Metro Jaya hingga saat ini telah membongkar pagar bambu misterius sepanjang 15 kilometer di laut Kabupaten Tangerang.

Penulis: Ramadhan L Q | Editor: Fredderix Luttex


WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Direktorat Kepolisian Air dan Udara (Ditpolairud) Polda Metro Jaya hingga saat ini telah membongkar pagar bambu misterius sepanjang 15 kilometer dari 30,16 kilometer di laut Kabupaten Tangerang.

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Kepolisian Air dan Udara Polda Metro Jaya Kombes Joko Sadono, kepada wartawan.

"Informasi terakhir kemarin sudah sampai 15 kilometer, sekarang sudah bertambah," ujar Joko, Senin (27/1/2025).

Jajaran Ditpolairud Polda Metro Jaya sejak awal tepatnya pada Rabu (22/1/2025), telah ikut serta melakukan pembongkaran pagar bambu bersama Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Pada hari ini atau hari keenam, pihaknya kembali melakukan pembongkaran pagar bambu di kawasan Desa Kramat, Paku Haji, Kabupaten Tangerang sejak pagi.

Menurutnya, kegiatan pembongkaran pagar bambu juga dibantu Polda Banten. Total ada sebanyak 154 personel serta 10 unit kapal dilibatkan.

"Personil yang sudah kami gelar dari Ditpolairud Polda Metro Jaya dan Banten, 154 personel dan kapalnya yang sudah dilibatkan dalam kegiatan ini ada 10 kapal. Dari Korpolairud 3 kapal, dari Polda Metro 5 kapal, Polda Banten melibatkan 2 kapal," ucap dia.

Baca juga: Terjun ke Laut, Ditpolairud Polda Metro Jaya Cabut Pagar Laut di Pesisir Kabupaten Tangerang

"Dari kegiatan tadi pagi sampai jam 1 (siang), saya tanya anggota di lapangan, anggota melaporkan tadi hasilnya sampai 150 meter sudah dilakukan pembongkaran pencabutan pagar laut," sambungnya.

Adapun pihak KKP menargetkan pagar laut sepanjang 30,16 kilometer itu dapat selesai dicabut selama 10 hari kerja.

Joko menuturkan, sepanjang 300 meter pagar laut akan dibongkar pihaknya setiap hari.

"Jadi kami punya target 200 sampai 300 meter (per hari). Misalnya bagus cuacanya bisa 500, itu kami sendiri," kata Joko.

Bambu-bambu ini nantinya dikumpulkan di darat dan ada juga nelayan yang memanfaatkannya. (m31) red

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved