Bencana Alam
Hadapi Bencana Banjir, 42 Sekuriti dan Relawan Kompas Gramedia Latihan Rescue Air di Danau Sunter
Hadapi Ancaman Bencana Banjir, Puluhan Sekuriti dan Relawan Kompas Gramedia Latihan Rescue Air di Danau Sunter
Penulis: Nuri Yatul Hikmah | Editor: Dwi Rizki
WARTAKOTALIVE.COM, TANJUNG PRIOK — Dengan menggunakan perahu karet, 42 relawan dan sekuriti Kompas Gramedia melakukan latihan rescue air atau flood rescue untuk memahami teknik penyelamatan saat bencana banjir datang sewaktu-waktu.
Latihan yang dilakukan di bawah Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) Jakarta Utara, BPBD DKI Jakarta dan SAR DKI Jakarta itu, dilaksanakan di Danau Sunter, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (23/1/2025).
Menurut Kiraman Sinambela selaku Komandan Komando Pengendali Krisis Kompas Gramedia, kegitan ini bertujuan untuk menyiapkan para sekuriti agar mampu memberikan pertolongan apabila terjadi bencana banjir.
Baik di lingkungan kantor atau lingkungan sekitar pemukiman karyawan atau lokasi-lokasi lain yang kira-kira diperlukan untuk mendukung BPBD DKI Jakarta sebagai tim penyelamat.
“Kami ini dilatih untuk mengoperasikan perahu karet di kedalaman air, mengoperasikan mesin perahu, kemudian juga memberikan pertolongan kepada orang yang hanyut di arus deras, dan menyelamatkan orang," kata Kiraman saat dihubungi Warta Kota, Kamis.
“Kemudian juga mengevakuasi orang dari lokasi banjir ke tempat yang lebih aman, serta mengedrop bantuan dari pos kebantuan ke lokasi yang terkepung oleh banjir," imbuhnya.
Kiraman menyampaikan, 42 sekuriti yang menjadi peserta pelatihan itu merupakan karyawan di berbagai kantor canang Kompas Gramedia.
Ia berharap, pelatihan semacam ini diharapkan dapat bermanfaat untuk menangani bencana yang mungkin terjadi di kemudian hari.
Ke depannya, Kiraman bersama Kompas Gramedia bakal melaksanakan pelatihan semacam ini secara rutin.
Demikian pula penyelamatan terhadap berbagai bencana lain, seperti kebakaran ataupun gempa.
"Harapan kami paling tidak setiap bulan dilakukan. Namun karena kendala biaya dan efisiensi, kami lakukan ini setahun sekali," kata Kiraman.
“Jadi mengantisipasi pada saat musim hujan, nah maka kira-kira 2 atau 3 minggu sebelumnya tim sekali kami latih kembali," imbuhnya.
Menurutnya, sekuriti dan relawan yang ikut serta akan dipilih secara bergilir, sehingga seluruhnya bisa merasakan pelatihan rescue air ini.
“Jadi kan memang sekuriti itu kan memang ketika direkrut kemampuan dasar di pelatihan sekuriti memang enggak ada kemampuan rescue, namun kemampuan ini kan perlu ditambahkan lagi dengan kehususan," jelas Kiraman.
“Nah rescue air ini adalah salah satu bidang kehususan di luar rescue yang umum," pungkasnya. (m40)
| FTUI dan ILUNI Bangun Huntara Berbasis Kearifan Lokal untuk Warga Terdampak Banjir Aceh Tengah |
|
|---|
| BUMN Dianggap Berperan Penting dalam Penanganan Bencana Alam di Beberapa Daerah |
|
|---|
| Tim Penyelidik Bumi Badan Geologi Ungkap 3 Faktor Utama Bencana Tanah Longsor di Bandung Barat |
|
|---|
| Warga Sebut Sempat Lihat Prajurit TNI Saat Longsor Cisarua, KSAL: 23 Marinir Tertimbun |
|
|---|
| Kronologi Longsor Cisarua Bandung Barat, 23 Prajurit Marinir Tertimbun Saat Latihan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/Rescue-air-di-Danau-Sunter-Sunter-Jakarta-Utara-pada-Kamis-2312025.jpg)