Kamis, 7 Mei 2026

Kriminalitas

Pengakuan Nanang Gimbal yang Tega Membunuh Pemain Sinetron Sandy Permana, Dendam hingga Sakit Hati

Nanang Gimbal memberi pengakuan mengejutkan yang membuatnya tega membunuh Sandy Permana saat dihadirkan polisi, Kamis (16/1/2025).

Tayang:
Kompas.com
Nanang Gimbal memberi pengakuan mengejutkan yang membuatnya tega membunuh pemain sinetron Sandy Permana saat dihadirkan polisi, Kamis (16/1/2025). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Pelaku pembunuhan aktor sinetron Misteri Gunung Merapi Sandy Permana ditangkap polisi.

Pelaku pembunuhan diketahui adalah tetangga mendiang Sandy Permana bernama Nanang Gimbal.

Nanang Gimbal memberi pengakuan mengejutkan yang membuatnya tega membunuh Sandy Permana saat dihadirkan polisi, Kamis (16/1/2025).

Baca juga: Pemain Sinetron Sandy Permana Tewas Ditikam, Nanang Gimbal Sebut Korban Dikenal Agak Temperamental

Berikut ini rangkumannya:

1. Dendam sejak 2019

Direktur Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Wira Satya Triputra mengatakan, Nanang Gimbal mengakui perbuatannya membunuh Sandy Permana didasari karena dendam.

Dendam terpendam itu sudah ada sejak 2019.

Wira mengatakan, dendam tersebut berawal karena Sandy Permana mengadakan hajatan perkawinan di pekarangan rumah Nanang Gimbal tanpa izin.

Bersamaan dengan itu, Nanang Gimbal merasa Sandy Permana pernah seenaknya menebang pohonnya.

"Korban melakukan penebangan pohon di pekarangan tersangka tanpa izin terlebih dahulu sehingga tersangka tidak menegur korban karena tersangka tahu korban sangat pemarah," ujar Wira.

Mulai dari situ, hubungan Sandy Permana dan Nanang Gimbal pun tidak harmonis.

Mereka tak lagi pernah saling sapa.

Baca juga: Nanang Gimbal Mengaku Emosi Sesaat Saat Menikam hingga Menewaskan Sandy Permana, Ini Penyebabnya

2. Cekcok di tahun 2024

Dendam itu berlanjut pada Oktober 2024 saat Nanang Gimbal dan Sandy Permana ikut dalam rapat penurunan ketua RT.

Saat itu, ketua RT diduga melakukan perselingkuhan dengan warga sekitar sehingga dianggap tidak kompeten menjabat kembali sebagai ketua RT di periode selanjutnya.

Ketika itu, Sandy Permana dan Nanang Gimbal cekcok.

"Dalam acara itu, korban berteriak dengan istri ketua RT, tersangka menegur dengan kalimat 'nggak usah teriak, biasa aja', namun korban marah dan menjawab, 'Lu bukan warga sini, jangan ikut-ikutan'," ucap Wira.

Rasa benci dan dendam Nanang Gimbal semakin bertambah saat mengetahui dirinya disomasi oleh Sandy Permana.

Baca juga: Ditangkap, Pelaku Pembunuhan Pemain Sinetron Sandy Permana Cukur Rambut Gimbal untuk Hilangkan Jejak

3. Sakit hati merasa direndahkan

Wira mengatakan, puncak dendam Nanang Gimbal ke Sandy Permana terlampiaskan pada Minggu (12/1/2025).

Saat itu Sandy melintas di depan rumahnya pada Minggu pagi dengan sepeda motor listriknya.

Nanang Gimbal melihat kala itu Sandy Permana memandangnya dengan sinis.

Bahkan, ia meludah di depan Nanang Gimbal yang kala itu sedang berada di depan rumah.

"Tersangka sakit hati dikarenakan tersangka merasa direndahkan korban dengan cara korban melihat sinis kepada pelaku, kemudian korban meludah di depan tersangka," ucap Wira.

Emosi Nanang meluap dan langsung mengambil sebilah pisau dari kandang ayam rumahnya, lalu menikam Sandy yang kala itu tengah mengendarai motor listrik.

Sempat terjadi perlawanan dari Sandy, hanya saja penusukan berkali-kali terus dilakukan.

Nanang Gimbal menusuk ke bagian perut kiri korban sebanyak 2 kali dalam posisi korban masih berada diatas motor.

Nanang Gimbal juga menusuk pelipis kiri 1 kali, menusuk kepala 1 kali, dada 1 kali, leher 1 kali, dan punggung kiri korban sebanyak 1 kali.

Baca juga: Dibawa ke Polda Metro Jaya, Nanang Gimbal Diam Ditanya Pembunuhan Pemain Sinetron Sandy Permana

4. Emosi sesaat

Meski demikian, kata Wira, perbuatan Nanang Gimbal ini hanya emosi sesaat, bukan terencana.

Wira mengatakan, pihak kepolisian masih akan mendalami kasus pembunuhan Sandy Permana untuk memastikan kebenaran tindakan Nanang Gimbal hanya emosi sesaat.

"Apakah ada perencanaan untuk menghabisi, hasil pemeriksaan yang kami temukan, tentunya dengan pendalaman maupun saksi-saksi, untuk sementara masih kita temukan ini emosi sesaat," tutur Wira.

Atas perbuatannya yang tega membunuh Sandy Permana, Nanang Gimbal dijerat Pasal 354 tentang penganiayaan berat dan atau Pasal 338 tentang pembunuhan dengan ancaman maksimal itu 15 tahun.

Baca juga: Nanang Gimbal Pelaku Pembunuhan Sandy Permana Ditangkap, Ini Luka Korban yang Sebabkan Meninggal

5. Kabur untuk tenangkan diri

Setelah melakukan aksinya, Nanang Gimbal melarikan diri tanpa tujuan dan meninggalkan sepeda motornya di tepi sawah.

Nanang kemudian menumpang beberapa kali kendaraan truk hingga sampai di Karawang.

Wira mengatakan, Nanang mengaku melarikan diri untuk menenangkan diri.

"Dia kabur tidak ada tujuan pasti secara random sekaligus menenangkan diri, kebetulan ditangkap pada saat sedang makan roti bakar," ujar Wira.

Nanang Gimbal juga memutuskan hubungan dengan pihak luar, termasuk istrinya, saat melarikan diri.

 

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "5 Pengakuan Mengejutkan Nanang 'Gimbal' Tega Bunuh Sandy Permana"

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved