Rabu, 29 April 2026

Kolaborasi Kementrans dan Kementan Agar Pendapatan Petani-Transmigran Lebihi Gaji Menteri 

Komitmen bersama Kementerian Pertanian dan Kementerian Transmigrasi dorong petani dan transmigran punya pendapatan di atas gaji Menteri.

istimewa
Penandatanganan Kesepakatan Bersama (MoU) antara Kementerian Transmigrasi dan Kementerian Pertanian, di kantor Kementerian Pertanian, Ragunan, Jakarta, Kamis (9/1/2025).  

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Menteri Transmigrasi, M. Iftitah Sulaiman Suryanagara dan Menteri Pertanian Amran Sulaiman berkomitmen agar petani dan transmigran akan didorong untuk bisa memperoleh pendapatan di atas gaji Menteri. 

Komitmen tersebut tertuang dalam penandatanganan Kesepakatan Bersama (MoU) antara kedua Kementerian, di kantor Kementerian Pertanian, Ragunan, Jakarta, Kamis (9/1/2025). 

"Kita tidak ingin petani dan transmigran dipandang lagi sebagai warga negara kelas dua. Mereka adalah Soko Guru pembangunan bangsa," ungkap Iftitah. 

Ia meyakini dengan kolaborasi antara Kementerian Transmigrasi yang menyediakan lahan dan tenaga kerja, serta Kementerian Pertanian yang menyiapkan sawah, alat mesin pertanian dan bimbingan, petani dan transmigran bisa lebih sejahtera, dengan pendapatan di atas gaji Menteri

"Ini bukan lagi konsep, tapi sudah terbukti di lapangan. Dengan teknologi dan alat mesin pertanian, petani muda dari Aceh hingga Papua, sudah bisa mendapatkan Rp 15-20 juta bersih per bulan. Kita ingin mewujudkan community welfare (kesejahteraan komunitas)," kata Iftitah.

Penandatanganan Kesepakatan Bersama antara Kementerian Pertanian dan Kementerian Transmigrasi ini dilakukan sebagai wujud sinergi serta kolaborasi guna mencapai target swasembada pangan pada tahun depan.

"Kami siap mendukung Kementerian Pertanian sebagai leading sector dalam swasembada pangan ini. Ibaratnya, Kementan sebagai Infanteri, kami siap mendukung sebagai Kavaleri," kata Menteri Iftitah, mengutip istilah militer.

Swasembada pangan merupakan salah satu program prioritas pemerintah Presiden Prabowo.

Untuk itu, Kementerian Pertanian berencana melakukan optimalisasi 500 ribu hektar lahan dan mencetak 500 ribu hektar sawah baru, di sejumlah kawasan prioritas. 

Dengan menggunakan pendekatan Brigade Pangan, untuk setiap 200 hektar lahan sawah, akan dikelola oleh 15 petani yang dilatih dan dilengkapi dengan peralatan mesin pertanian.

Adapun, penandatanganan ini juga disaksikan Wamentrans Viva Yoga Mauladi, Sekjen Kementan Ali Jamil, dan para pejabat dari kedua Kementerian.

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved