Berita Jakarta
HMPV Bukan Virus Baru, Dinkes DKI Imbau Warga tidak Panik, Tapi Terapkan Pola Hidup Sehat
Kepala Dinkes DKI Jakarta Ani Ruspitawati mengingatkan masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat, sebab saat ini ada virus HMPV.
Penulis: Miftahul Munir | Editor: Valentino Verry
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Virus Human Metapneumovirus (HMPV) bukan merupakan virus baru karena sebelumnya sudah dikenal di dunia medis.
Pemprov DKI mengimbau warga Jakarta agar tidak panik menghadapi potensi penyebaran virus ini.
Namun, warga Jakarta diingatkan agar menerapkan pola hidup sehat untuk mencegah dan menghindari penularan batuk dengan cara rajin mencuci tangan, dan menggunakan masker.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Ani Ruspitawati mengatakan, HMPV sudah ditemukan sejak 2001 silam dan ia memastikan tidak seperti COVID-19.
Baca juga: Waspada Virus HMPV, Gejala Batuk Pilek Biasa, Menkes Budi Gunadi: Tak Mematikan, Jangan Lupa 3M
HMPV merupakan salah satu dari banyak mikroorganisme atau agen penyebab penyakit Infeksi Saluran Napas Akut (ISPA) baik pada saluran napas atas maupun bawah yang ditemukan hampir sepanjang tahun.
"Oleh karena itu, kami mengimbau masyarakat tidak panik, namun tetap waspada. Walaupun mayoritas penderita ISPA akibat HMPV tidak mengalami sakit berat, namun pada kelompok rentan, yaitu pada kalangan anak, lansia, dan orang dengan gangguan sistem kekebalan tubuh, infeksi ini dapat menjadi lebih berat dan membutuhkan perawatan untuk penderitanya," kata Ani, Kamis (9/1/2025).
Menurut Ani, gejala umum penderita ISPA akibat berbagai virus atau mikroorganisme sama misalnya batuk, demam, hidung tersumbat, dan sesak napas.
Baca juga: Penyakit HMPV Menyerang Pernapasan, Balita dan Lansia Rentan Terkena
Jika terjadi infeksi pada saluran napas bawah, akan menjadi bronchitis, pneumonia atau radang paru.
"Setidaknya ada 23 mikroorganisme atau agen penyebab lain yang sering ditemukan pada penderita ISPA, seperti virus influenza tipe A dan tipe B, adenovirus, coronavirus dan lainnya," tegas Ani.
Saat ini, lanjut Ani, jumlah penderita ISPA dan pneumonia sedang meningkat, sejak bulan November 2024 lalu.
Ia mengakui, pola ini relatif berulang setiap tahun di mana kasus ISPA cenderung meningkat menjelang akhir tahun hingga awal tahun.
"Dari data hasil pemeriksaan, menunjukkan kasus ISPA yang disebabkan oleh HMPV sudah ada sejak 2022 di Jakarta. Virus penyebab ISPA selain HMPV, yang saat ini beredar dan dominan adalah virus influenza tipe A H1N1 pdm2009, Rhinovirus dan Respiratory Syncytial Virus," ungkapnya.
Sampai dengan saat ini, lanjut Ani, sesuai data yang diperoleh, jumlah penderita ISPA akibat HMPV sebanyak 19 kasus (2022), 78 kasus sampai Oktober 2023 dan 100 kasus di tahun 2024.
"Data ini akan kami terus lengkapi melalui koordinasi dengan berbagai Fasilitas Pelayanan Kesehatan dan Laboratorium yang ada di Jakarta," imbuhnya.
Baca berita WartaKotalive.com lainnya di Google News
Ikuti saluran WartaKotaLive.Com di WhatsApp: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaYZ6CQFsn0dfcPLvk09
| Pasang Air Laut, Banjir Rob Menggenangi Jalan Didepan JIS Tanjung Priok Jakarta Utara |
|
|---|
| Mobil Terbakar setelah Kecelakaan Tunggal usai Menabrak Separator Transjakarta di Pulogadung Jaktim |
|
|---|
| PMI Jakarta Selatan Salurkan 1.200 Paket Bantuan untuk Korban Bencana Aceh-Sumatra |
|
|---|
| Persija Taklukkan Persijap dengan Skor 2-0, Pramono Anung Ingatkan Tetap Fokus Jelang Lawan Persib |
|
|---|
| Tujuh Wilayah Berpotensi Terdampak Rob, Dinas SDA Siagakan Pompa, Tanggul Darurat dan Pasukan Biru |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/Kadinkes-DKI-Jakarta-Ani-Ruspitawati-di-Puskesmas-Grogol-Petamburan.jpg)