Kurangi Konsumsi Batubara, Pemanfaatan Limbah Uang Kertas Sebagai Bahan Bakar di PLTU Diperluas
Pemanfaataan Limbah Racik Uang Kertas (LRUK) untuk cofiring di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) terus diperluas untuk mengurangi konsumsi batubara
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Pemanfaataan Limbah Racik Uang Kertas (LRUK) untuk cofiring di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) terus diperluas.
Aksi ini bertujuan untuk mengurangi konsumsi batubara pada PLTU yang sejalan dengan konsep waste to energy.
Direktur Utama PLN Indonesia Power Edwin Nugraha Putra mengatakan langkah tersebut wujud komitmen dalam mendukung transisi energi yang selaras dengan upaya pencapaian target Net Zero Emission (NZE) 2060.
"Kolaborasi PLN IP dengan Bank Indonesia dalam program convert waste to energy merupakan kerja sama yang saling menguntungkan," kata Edwin lewat keterangan, Rabu (11/12/2024).
LRUK nantinya dapat dimanfaatkan sebagai bahan campuran energi primer PLTU melalui program cofiring, sehingga mengurangi emisi karbon serta sebagai green booster dalam akselerasi transisi energi di Tanah Air.
Menurut Edwin, pihaknya tidak hanya bertanggung jawab dalam penyediaan pasokan listrik yang handal, tetapi juga berperan aktif dalam mendukung transisi energi yang ramah lingkungan, berkelanjutan dan inovatif.
"Saat ini ada 20 unit PLTU yang telah beroperasi dengan program cofiring biomassa di tahun 2024, kami berharap dengan kerjasama ini jumlahnya akan terus meningkat di tahun mendatang, program ini merupakan bagian dari dukungan kami terhadap transisi energi menuju NZE 2060," ungkap Edwin.
Baca juga: Pemprov DKI Belum Bisa Putuskan Kenaikan UMSP Usai Penetapan UMP Jakarta 2025 Rp 5.396.761
Kerja sama ini akan dipertajam di seluruh wilayah kerja kantor Bank Indonesia serta adanya tindak lanjut pelaksanaan kerjasama pemanfaatan LRUK antara Kantor Perwakilan Dalam Negeri (KPWDN) Bank Indonesia dengan seluruh PLTU milik PLN Indonesia Power.
Sebelumnya, pemanfaatan LURK untuk energi primer di PLTU telah diimplementasikan di PLTU Jawa Tengah (Jateng) 2 Adipala yang berlokasi di Cilacap, PLTU Bengkayang dan PLTU Asam-Asam.
Sementara itu, Kepala Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia Marlison Hakim mengungkapkan bahwa Bank Indonesia berkomitmen sejak pembuatan, peredaran dan pemusnahan uang memiliki komitmen Go Green.
Hal ini dibuktikan dengan penggunaan kertas, tinta, pencetakan dan sistem keamanan ramah lingkungan, sehingga menjadi pilihan tepat BI bekerja sama dengan perusahaan yang sejalan dengan visi untuk menjaga lingkungan.
"Limbah Racik Uang Kertas yang kami hasilkan memiliki kandungan biomass yang tinggi dan jika dibakar menghasilkan api yang berwarna biru, melalui uji kandungan dan komposisi dengan Badan Riset & Inovasi Nasional (BRIN), LRUK ini tidak mengandung limbah Bahan Berbahaya Beracun (B3), jadi sangat aman," ungkap Marlison Hakim.
Baca berita Wartakotalive.com lainnya di WhatsApp.
Baca berita Wartakotalive.com lainnya di Google News.
| Kejar 100 Gigawatt Energi Surya, Transformasi Listrik Nasional Dipercepat dari Jakarta |
|
|---|
| PLN IP Kampanyekan Gerakan Energi Bersih, Perilaku Kerja Jadi Kunci |
|
|---|
| 60 Pasar Tradisonal Sudah Pakai Sistem Pembayaran Digital, Sisanya Masih Dikebut Perumda Pasar Jaya |
|
|---|
| PLN Indonesia Power Didorong Konsisten Jaga Standar Lingkungan, Raih 7 Penghargaan |
|
|---|
| Sepanjang 2025, PLN Indonesia Power Ubah 1,14 Juta Ton Limbah Jadi Energi Bersih |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/Proses-pemanfaatan-Limbah-Racik-Uang-Kertas-LRUK.jpg)