Tok! Pemerintah Prabowo Subianto Siapkan Rp71 Triliun untuk Makan Siang Gratis 2025

Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto sudah menetapkan anggaran sebesar Rp71 triliun untuk program makan siang gratis.

Editor: Desy Selviany
Sekretariat Presiden
Presiden RI Prabowo Subianto memperkenalkan program makan siang gratis yang akan diterapkan Indonesia di sela-sela KTT G20 Minggu (17/11/2024) 

WARTAKOTALIVE.COM - Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto sudah menetapkan anggaran sebesar Rp71 triliun untuk program makan siang gratis

Hal itu diungkapkan Menteri Keuangan Sri Mulyani usai penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) di Istana Negara, Jakarta Selasa (10/12/2024).

Sri Mulyani mengungkapkan bahwa total anggaran yang disiapkan pemerintah untuk Tahun Anggaran 2025 sebesar Rp 3.621,3 triliun.

Di mana Rp 2.701,4 triliun dialokasikan untuk belanja pemerintah pusat sementara sisanya Rp 919,9 triliun transfer ke daerah (TKD).

Anggaran terbesar diberikan untuk bidang pendidikan yakni sebesar Rp724,3 triliun. 

“Ini adalah belanja tertinggi fungsi pendidikan di APBN kita,” ucapnya. 

Sementara untuk ketahanan pangan mencapai Rp144,6 triliun. Kemudian program makan bergizi dianggarkan Rp71 triliun diharapkan dapat meningkatkan perekonomian di daerah dan desa-desa. 

“Dengan demikian program makan bergizi disertai dana desa sebesar Rp70 triliun akan menggerakan desa dengan volume uang yang meningkat,” jelasnya.

Sebelumnya dimuat Kompas.com Ekonom Verdhana Sekuritas, Heriyanto Irawan mengungkapkan bahwa dirinya diajak mendiskusikan program makan bergizi gratis untuk anak-anak oleh tim sinkronisasi Presiden terpilih Prabowo Subianto. 

Salah satu pembahasannya adalah mengenai keinginan Prabowo mengefisienkan pagu anggaran Rp 71 triliun agar dapat digunakan secara maksimal dan menjangkau sebanyak mungkin anak-anak. 

“Yang saya mau sharing itu adalah angka itu memang dibahas dengan Pak Prabowo gitu, yang dikomunikasikan ke saya. Angka Rp 71 triliun dan defisit 2,5 persen, bukan ke 3 persen ataupun ke 3,5 persen gitu, enggak begitu. Mereka sudah agree on that,” ujar Heriyanto dalam acara Market Outlook 2024, yang disiarkan lewat kanal YouTube, Selasa (16/7/2024).

Dari situ, Heriyanto melihat ada keinginan dari pihak Prabowo untuk bisa menjalankan program makan bergizi gratis secara maksimal, tanpa perlu menambahkan atau mengurangi pagu anggaran Rp 71 Triliun. 

Menurut Heriyanto, opsi yang kemudian dimunculkan oleh tim sinkronisasi dalam diskusi adalah menurunkan alokasi biaya makanan per anak, dari rencana Rp 15.000 menjadi Rp 7.500.

Baca juga: Prabowo Subianto Perkenalkan Makan Siang Gratis di Sela-sela KTT G20

“Yang menarik buat saya Bapak Ibu sekalian adalah, setelah dikomunikasikan angka itu 71 triliun, kemudian tugasnya Pak Presiden terpilih ke tim ekonomi ini adalah untuk memikirkan, apakah biaya makanan per hari itu bisa enggak diturunin, lebih hemat dari Rp 15.000,” ungkap Heriyanto.

“Mungkin ke Rp 9.000, ke Rp 7.500 kira-kira begitu. Dan kita bisa pahami kalau sebagai politisi, tentunya beliau mau programnya itu menyentuh sebanyak mungkin rakyat,” ujar dia.

Anggota Dewan Pakar Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Budiman Sudjatmiko menegaskan, utak-atik anggaran untuk makan bergizi gratis tidak akan mengurangi gizi dari makanan yang akan dikonsumsi oleh anak-anak Indonesia. 

Budiman meyakini, dengan harga tidak mencapai Rp 15.000 pun, kebutuhan 4 sehat 5 sempurna pasti sudah bisa terpenuhi. 

"Kami sudah menghitung, bahwa jika mengacu pada harga pokok produksi, sebenarnya penyediaan makanan yang memenuhi standar gizi berkualitas atau sesuai dengan kaidah 4 sehat 5 sempurna, tak memerlukan biaya sampai Rp 15.000 per porsinya," ujar Budiman Rabu (17/7/2024). 

Menurut Budiman, anggaran di bawah Rp 15.000 per porsi dapat mencakup susu segar, telur, sayur dan buah, dengan menu protein berganti-ganti antara daging ayam, daging sapi, dan daging ikan.

Ia mengatakan, harga bahan pangan yang digunakan untuk program makan siang gratis bisa ditekan dengan menggunakan bahan pangan dari desa, tidak harus membeli di pasar konvensional. 

"Dengan demikian, tidak ada pengaruh penurunan kualitas gizi penerima manfaat jika harus ada penyesuaian harga per porsi, asalkan sumber penyediaan bahan pangannya tidak melalui cara komersial murni berbasis pasar konvensional," kata Budiman.

Sebagai informasi program makan siang gratis merupakan salah satu janji kampanye yang paling awal dilontarkan oleh Prabowo, tepatnya sejak Agustus 2023 lalu ketika ia belum berstatus sebagai calon presiden. 

Kala itu, Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani mengatakan Prabowo bakal memberikan makan siang dan susu gratis kepada para pelajar bila terpilih menjadi Presiden di tahun 2024. 

"Bila beliau (Prabowo) jadi presiden maka seluruh siswa akan mendapatkan makan siang dan susu gratis dari negara. Makan ikan, daging, dan sayuran gratis sebagai cara untuk meningkatkan IQ dan minat belajar anak-anak kita," kata Muzani.

 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved