Rabu, 29 April 2026

Viral Media Sosial

Viral Kasus Gus Miftah, Sekjen PDIP Ingatkan Wong Cilik Punya Martabat Sama

Hasto Kristiyanto bersyukur Gus Miftah telah menyampaikan permintaan maafnya pada pedagang es yang sudah dihina.  

Kolase Kompas.com
Sunhaji, penjual es teh mengaku tersinggung dihina Gus Miftah dan ditertawakan ribuan orang termasuk tokoh dan ulama. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA — Pedagang es di acara pengajian yang diisi Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan, Miftah Maulana Habiburrahman menjadi sorotan netizen dan publik luas.

Hal itu setelah pimpinan salah satu pondok pesantren di Jogjakarta dianggap mengolok-olok pedagang es tersebut dengan melontarkan kata kasar.

Menurut Sekjen DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, peristiwa itu menjadi energi bagi partai yang dinahkodai Ketum Megawati Soekarnoputri itu untuk terus turun dan memperhatikan wong cilik.

“Ya, ini memberikan suatu energi bagi kami untuk semakin turun, kemudian menggalang mereka karena begitu mudahnya wong cilik, termasuk pedagang es kemudian dilecehkan, diperlakukan dengan cara-cara seperti itu," ujar Hasto, Kamis (5/12/2024).

Baca juga: Hasto Kristiyanto Tegaskan Jokowi, Gibran, Hingga Bobby Nasution Bukan Lagi Bagian dari PDIP

Hasto bersyukur Gus Miftah telah menyampaikan permintaan maafnya. 

Hasto mengingatkan kepada semua pihak, wong cilik juga memiliki martabat yang sama sebagai warga negara Indonesia.

"Buat wong cilik, jangan pernah ragu bahwa martabatnya itu adalah sebagai warga negara Indonesia, punya hak yang sama dengan yang lainnya. Dan melalui pemilu inilah kita wujudkan, bahwa satu suara pedagang es itu sama dengan satu suara Pak Jokowi," ucap dia.

Sementara itu, Ketua Umum DPP Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) Abdullah Mansuri menilai ucapan tersebut tidak hanya melukai perasaan pedagang kecil, tetapi juga tidak mencerminkan sikap seorang tokoh agama yang saat ini menjabat sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan.

"Sebagai figur publik sekaligus pejabat yang seharusnya menjadi teladan, ucapan seperti itu sungguh disayangkan. Pedagang kaki lima adalah kelompok yang bekerja keras demi menghidupi keluarga mereka," ujar Mansuri.

Baca juga: Kasus Olok-olok oleh Gus Miftah Sampai ke Telinga Prabowo Subianto, Begini Reaksi Presiden

Menurut Mansuri, pernyataan Gus Miftah berpotensi merusak citra kepemimpinan dan merugikan kelompok masyarakat kecil yang selama ini membutuhkan perlindungan dan dukungan.

“Gus Miftah memiliki peran besar dalam menjaga harmoni sosial. Ucapan kasar seperti ini justru kontraproduktif dengan tugas tersebut,” ucap dia.

IKAPPI, yang selama ini menjadi wadah aspirasi pedagang pasar dan kaki lima, mendesak Gus Miftah untuk memberikan klarifikasi dan meminta maaf secara terbuka. 

Mansuri menegaskan, langkah itu penting untuk meredakan kekecewaan dan menjaga kepercayaan masyarakat terhadap tokoh agama dan pejabat publik.

“Kami berharap agar seluruh pejabat publik menggunakan hati nurani dalam berkomunikasi dengan pihak manapun. Ini persoalan etika dan keberpihakan. Jadi, kami memohon sekali lagi kepada Gus Miftah untuk meminta maaf kepada pedagang kaki lima tersebut,” jelas dia.

Mansuri menyatakan bahwa IKAPPI siap memfasilitasi pertemuan antara Gus Miftah dan pedagang yang bersangkutan untuk menyelesaikan persoalan ini secara kekeluargaan.

"Langkah ini tidak hanya akan memperbaiki hubungan, tetapi juga menunjukkan kebesaran hati Gus Miftah sebagai tokoh agama dan pejabat publik,” ungkap dia.(m27)

Baca Wartakotalive.com berita lainnya di Google News

Dapatkan informasi lain dari WartaKotaLive.Com lewat WhatsApp : di sini

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved