Kamis, 14 Mei 2026

Penuhi Kebutuhan Masyarakat, RS UKI Terapkan Pelayanan Service Chain Point

Rumah Sakit Universitas Kristen Indonesia (RS UKI) terus berusaha memperbaiki pelayanannya di berbagai sektor dengan tidak membedakan pelayanan.

Tayang:
Editor: Junianto Hamonangan
Istimewa
Perbaikan pelayanan dilakukan di berbagai sektor dengan tidak membedakan pelayanan di RS UKI. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Rumah Sakit Universitas Kristen Indonesia (RS UKI) terus berusaha memperbaiki pelayanannya di berbagai sektor. 

Beberapa layanan terus diperbaiki baik bersifat tangible maupun intangible sebagaimana tuntutan dan kebutuhan masyarakat menyambut HUT ke 51 RS UKI pada 1 Desember 2024. 

Direktur Keuangan Umum & SDM RS UKI, Jisman M. Lubis mengatakan pihaknya tidak membedakan pelayanan baik pasien BPJS Kesehatan maupun non BPJS Kesehatan. 

Semua pelayanan dilakukan equal treatment dan menerapkan maksimal waktu tunggu pasien 15 menit untuk layanan dokter dan waktu tunggu obat racikan maksimal 30 menit dan non cacikan maksimal 15 menit. 

"Khusus untuk tenaga medis seperti dokter, perawat dan lain lain kami akan terus memperbaiki dengan menerapkan service chain point. Kepuasan karyawan juga kepuasan pasien," ungkap Jisman, lewat keterangan, Sabtu (30/11/2024).

Jisman menegaskan RS UKI yang memiliki 64 dokter ahli juga harus memiliki budaya 5R yaitu ringkas, rapih, resik, rawat dan rajin.

Adapun dari 64 dokter tersebut di antaranya terdiri dari dokter paru, bedah, urologi, jantung, mata, dokter anak dan dokter-dokter pada disiplin ilmu lainnya.

Baca juga: Ledakan Terdengar di Bengkel di Simpangan Depok, Petugas Damkar Terluka Saat Padamkan Api

"Jika masing-masing poliklinik tidak menerapkan budaya 5R, tupoksi tidak dijalankan, saya akan melakukan pemecatan dan pemecatan. Itu pernah saya lakukan," tutur Jisman.

RS UKI juga akan menggelar cerdas cermat untuk mengetahui sejauh mana kompetensi wawasan dan keilmuan dari para pelayan di rumah sakit.

Tanggal 1 Desember yang bertepatan dengan hari AIDS sedunia, juga akan diperingati RS UKI dengan mengedukasi masyarakat tentang bahaya AIDS yang disebabkan oleh perilaku seks bebas.

"Untuk memberi support kepada pasien yang tengah dirawat, kami juga akan mendatangi para pasien agar tercipta chemistry di antara pasien, suster dan dokter sehingga timbul semangat dari pasien untuk lekas sembuh," lanjut Jisman.

Selain itu juga akan digelar uji kompetensi dan viva beauty class cosmetics agar tutur kata dan penampilan perawat kian baik untuk terus memperbaiki pelayanan pada para pasien. 

"Selain itu sebagai pimpinan saya juga memberikan contoh datang tepat waktu agar ditiru oleh pekerja lainnya. Hal ini membawa hasil positif dimana tingkat terlambat menurun dari yang terlambat datang bekerja sebanyak 50 persen menjadi hanya sebesar 1-2 persen yang datang terlambat," jelas Jisman.

Baca berita Wartakotalive.com lainnya di WhatsApp.

Baca berita Wartakotalive.com lainnya di Google News.

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved