Sabtu, 2 Mei 2026

Berita Video

VIDEO Tim Pramono-Rano Khawatir Kecurangan Terjadi di Perbatasan Jakarta

Tim Pemenangan Pramono-Rano Aria Bima menambahkan, berkaca pada Pemilu sebelumnya, kerawanan kecurangan terjadi ada di wilayah perbatasan.

Tayang:
Penulis: Miftahul Munir | Editor: Fredderix Luttex

WARTAKOTALIVE.COM, MENTENG - Tim Pemenangan Cagub-Cawagub Nomor urut 3 Pramono-Rano tidak ingin berspekulasi terkait dengan adanya tempat pemungutan suara (TPS) rawan di Pilkada Jakarta pada 27 November 2024 mendatang.

Ketua Tim Pemenangan Pramono-Rano, Cak Lontong mengatakan, pihaknya akan menjaga seluruh TPS di Jakarta secara maksimal agar tidak ada celah pelanggaran.

"Jadi kami tidak akan menyebut itu rawan atau tidak ya karena tidak terbukti sering terjadi di situ," tegasnya di Rumah Cemara 19, Menteng, Jakpus, Minggu (24/11/2024).

Menurutnya, di Jakarta ada sekira 14.800an TPS dan ia mengerahkan sekira 15.000 relawan serta 3.333 tim advokat.

Mereka diakui Cak Lontong akan mengawasi seluruh TPS dan melaporkan jika mendapati kecurangan pemungutan suara.

"Jadi seluruh TPS mendapatkan perhatian yang sana dari tim 03, karena di semua TPS itu kami maksimalkan menjaga suara kami (Pramono-Rano) dan mencegah kecurangan," tuturnya.

Baca juga: VIDEO Cak Lontong Berharap KPU dan Bawaslu DKI Bisa Jaga Kondusifitas

Sementara itu, Sekretaris Tim Pemenangan Pramono-Rano Aria Bima menambahkan, berkaca pada Pemilu sebelumnya, kerawanan kecurangan terjadi ada di wilayah perbatasan.

Salah satu wilayah perbatasan yang dinilai rawan oleh tim pemenangan Pramono-Rano adalah Bekasi, Jawa Barat.

"Daerah pinggiran Jakarta ini ada kecenderungan kami lapisi penguatannya. Biasana disitu muncuk kartu tambahan yang tidak jelas," tuturnya.

Baca juga: Ini Harapan Cak Lontong Terhadap KPU dan Bawaslu di Masa Tenang Pilkada Jakarta

"Karena tetangga sebelah itu bisa ikut nyoblos yang sebanarnya bukan warga Jakarta," tambahnya.

Ia pun mengaku, timnya akan mewaspadai hal itu dengan berbagai cara demi Pemilu yang jujur dan adil.

Aria akan menambah saksi luar dan saksi di dalam TPS supaya proses pemungutan suara bisa berjalan aman dan damai tanpa ada kecurangan.

"Bahkan ada konsinering malam untuk hal-hal yang terkait dengan wilayah perbatasan," imbuhnya. (m26)

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved