Berita Jakarta

Suswono Sebut Anggaran BOTI Dipangkas, Pemprov Jakarta: Salah itu, Penerimanya Justru Meningkat

Pemprov Jakarta sedikit terusik oleh pernyataan Suswono bahwa anggaran BOTI dipangkas. Itu salah, karena justru cenderung naik.

Warta Kota/Alfian Firmansyah
Suswono membuat pernyataan yang bikin Pemprov Jakarta tak nyaman, yakni soal pemangkasan bantuan operasional tempat ibadah (BOTI). Pernyataan itu dianggap salah, karena BOTI ini cenderung naik. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Pernyataan bakal calon Wakil Gubernur Jakarta Suswono soal pemangkasan Bantuan Operasional Tempat Ibadah (BOTI) dinilai blunder. 

Pemerintah Jakarta tak memangkas bantuan itu, justru jumlah penerimanya bertambah.

Pemerintah Jakarta mengklaim, BOTI sejak tahun 2019 hingga sekarang kepada semua agama cenderung naik. 

Bantuan itu tidak hanya disalurkan ke tempat ibadah, tetapi kepada petugas yang mengurus tempat ibadah.

Bantuan operasional berupa insentif serta alokasi anggaran operasional. 

Baca juga: Lanjutan Keberhasilan BOTI, Anies Bakal Bantu Operasional dan Pekerja Rumah Ibadah

Bantuan tersebut digunakan untuk semua rumah ibadah dan disesuaikan dengan kebutuhan.

Pelaksana Tugas (Plt) Asisten Kesejahteraan Rakyat Sekda Provinsi Jakarta Suharini Eliawati menjelaskan, selain menerima BOTI, pengurus tempat ibadah juga mendapatkan insentif.

Mulai dari insentif untuk marbot, imam masjid, guru ngaji, pengurus gereja, termasuk pendeta, koster dan guru Sekolah Minggu.

“Penerima BOTI tahun 2023 untuk masjid sebanyak 3.300 dan musala sebesar 3.000. Untuk tahun 2024 ada peningkatan, terdiri dari 3.350 masjid dan 3.350 musala," katanya. 

"Sementara jumlah penerima BOTI gereja tetap sama dengan tahun-tahun sebelumnya, yaitu 1.379 gereja,” lanjut Suharini, Sabtu (14/9/2024).

Baca juga: RK-Suswono Segera Umumkan Kepastian Riza Patria Jadi Ketua Timsesnya

Peningkatan penerima BOTI pada tahun 2024 disebut Suharini, telah melalui kajian dan penyesuaian kebutuhan alokasi untuk para penerima. 

Jumlah penerima manfaat hibah BOTI bertambah menyesuaikan kebutuhan alokasi rumah ibadah.

Sementara itu Ketua Umum Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Babut Thayib mengatakan, penyaluran BOTI kepada para pengurus masjid di Jalan Papanggo 2D RT 007/03 Kelurahan Papanggo, Tanjung Priok, Jakarta Utara sangat membantu.

"Program dan bantuan tersebut sangat membantu bagi kami guna kelancaran operasional kami. Semoga program tersebut dapat berkelanjutan," ungkapnya.

Baca juga: Menjelang Pilkada Jakarta 2024, Pasangan Ridwan Kamil-Suswono Belajar dari Pengalaman Sutiyoso 

Senada dengan H. Rasidin, Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi Jakarta KH Makmun Al Ayubi menjelaskan, bantuan yang diterima para pengurus masjid tidak hanya berupa BOTI. 

Makmun menuturkan, banyak program yang diikuti oleh para pengurus masjid, di antaranya pelatihan imam, serta muadzin.

"Para kader khatib mengikuti banyak program, seperti pelatihan imam dan muadzin bersanad bagi para imam dan muazdin masjid," ucapnya. 

"Petugas pemulasaraan jenazah juga mendapatkan program pelatihan agar lebih profesional," imbuhnya.

Ia juga berharap, kerja sama antara Pemprov Jakarta beserta seluruh jajaran dengan pimpinan DMI, baik tingkat Provinsi Jakarta maupun nasional dapat terus berjalan.

Ilustrasi - Marbot tengah membersihkan sebuah masjid di Jakarta.
Ilustrasi - Marbot tengah membersihkan sebuah masjid di Jakarta. (DKM Masjid KH Hasyim Asyari)

"Pimpinan Cabang DMI di 44 kecamatan, serta pimpinan Ranting DMI di 267 kelurahan dapat beraktivitas dengan baik melalui program ini," ucapnya. 

"Program ini juga banyak menggelar kegiatan-kegiatan yang dapat mencerdaskan umat dan bangsa," imbuhnya.

Sebelumnya, Bacawagub Jakarta Suswono mengaku mendapat informasi bahwa BOTI dipangkas oleh Pemprov Jakarta

Untuk itu, pasangan Bacagub Ridwan Kamil ini pun akan mengembalikan BOTI semula, bahkan ditambah.

“Bantuan operasional tempat ibadah yang konon katanya sekarang dipangkas ya oleh Plt (Gubernur), mungkin nanti kami akan perlu tahu penyebabnya apa sehingga dipangkas," ucapnya. 

"Artinya kalau secara pendanaan memungkinkan ya kenapa tidak? Setidak-tidaknya maka kami dari RIDO (Ridwan Kamil-Suswono) ini akan mengembalikan BOTI ini minimal sama," lanjutnya. 

"Syukur-syukur kalau bisa nambah kan kenapa tidak ditambah? Yang jelas fungsi tempat ibadah nanti kita bisa akan kembangkan,” pungkas Suswono

Baca berita WartaKotalive.com lainnya di Google News 

Ikuti saluran WartaKotaLive.Com di WhatsApp: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaYZ6CQFsn0dfcPLvk09

 

Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved