Selasa, 21 April 2026

Berita Jakarta

DPRD DKI Tegas, Ingatkan Kebebasan Kenakan Hijab di Lingkungan Kerja: Nggak Ada yang Boleh Melarang

DPRD DKI Ingatkan Kebebasan Mengenakan Hijab di Lingkungan Kerja: Nggak ada yang boleh melarang

Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Dwi Rizki
Antara
Ilustrasi hijab 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - DPRD DKI Jakarta mengingatkan, kepada lembaga/instansi untuk tidak melarang pegawainya memakai hijab sebagai bentuk kebebasan.

Apalagi hukum di Indonesia tidak mengatur larangan mengenakan hijab.

Hal itu dikatakan Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDIP Ima Mahdiah untuk menanggapi dugaan larangan memakai hijab di RS Medistra, Jakarta Selatan.

Dia mendorong Dinas Kesehatan DKI Jakarta agar ikut menginvestigasi soal dugaan larangan itu.

"Nanti saya sampaikan ke Dinas Kesehatan untuk kroscek memang WNI di Jakarta bebas menggunakan hijab, karena kita tidak ada pelarangan dan makanya di sini tidak boleh ada yang melarang penggunaan hijab, nggak ada yang boleh melarang, semua ada ketentuan," kata Ima pada Selasa (3/9/2024).

Ima mengatakan, Indonesia merupakan negara hukum dan menghormati lima agama yang diakui selama ini.

Islam salah satu agama yang mewajibkan mengenakan hijab bagu kaum perempuan, harusnya tetap diizinkan memakai busana tersebut.

Baca juga: Daftar Skuad Arab Saudi Lawan Timnas Indonesia, 1 Pemain Abroad dan 7 Rekan Setim Cristiano Ronaldo

Baca juga: Kalah di Tahun Lalu, Motivasi dan Perjuangan Andrew Kerisberaspati Mampu Atasi Trauma Melawan Iplu

"Di sini pemerintah harus turun, setiap orang warga negara Indonesia punya kebebasan beragama, jadi perlu kroscek dulu ke Medistra apakah itu benar-benar aturan yang mereka keluarkan, tapi kalau benar-benar mereka yang keluarkan, Medistra ini kan di bawah (koordinasi) Kemenkes, jadi Kemenkes harus kasih sanksi," pungkasnya.

Diketahui, Rumah Sakit Medistra, Jakarta Selatan menyampaikan permohonan maafnya atas dugaan larangan berhijab bagi tenaga kesehatan (nakes) yang ada di sana.

Masalah itu kini tengah dalam penanganan pihak manajemen.

"Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan akibat isu diskriminasi yang dialami oleh salah seorang kandidat tenaga kesehatan dalam proses rekrutmen," kata Direktur RS Medistra Jakarta Selatan, Dr. Agung Budisatria dari keterangannya yang diterima pada Senin (2/9/2024).

Agung mengatakan, RS Medistra inklusif dan terbuka bagi siapa saja yang mau bekerja sama untuk menghadirkan layanan kesehatan terbaik bagi masyarakat.

Karena itu, persoalan tersebut akan segera diselesaikan dengan baik.

"Ke depan, kami akan terus melakukan proses kontrol ketat terhadap proses rekrutmen ataupun komunikasi, sehingga pesan yang kami sampaikan dapat dipahami dengan baik oleh semua pihak," jelas Agung. (faf) 

Baca berita Wartakotalive.com lainnya di Google News

Ikuti saluran WartaKotaLive.Com di WhatsApp

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved