Selasa, 21 April 2026

Indeks Sinar Ultraviolet Jakarta Selasa Besok Masuk Risiko Bahaya Tinggi

Indeks Ultraviolet sinar matahari di Jakarta pada Senin (2/9/2024) mencapai 8 hingga 10 (risiko bahaya sangat tinggi).

Editor: Desy Selviany
ilustrasi
Prakiraan cuaca Jakarta Minggu 20 Agustus 2023 akan cerah dengan suhu 34 derajat 

WARTAKOTALIVE.COM - Indeks sinar ultraviolet di Jakarta pada Senin (2/9/2024) mencapai 8 hingga 10 (risiko bahaya sangat tinggi).

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan skala indeks sinar ultraviolet tertinggi di Jakarta terjadi pukul 11.00 WIB dan 12.00 WIB. 

Hal itu dilaporkan BMKG dalam akun instagramnya pada Minggu (1/9/2024). 

Sementara itu indeks Ultraviolet pada Selasa (3/9/2024) besok di Jakarta cukup menurun yakni 6 hingga 7 atau "High" (risiko bahaya tinggi).

Adapun untuk melakukan pencegahan dampak negatif sinar ultraviolet BMKG menyarankan beberapa hal. 

Beberapa pencegahan dampak negatif sinar ultraviolet diperlukan pelindung untuk menghindari kerusakan mata dan kulit, kurangi waktu di bawah paparan matahari antara pukul 10 pagi hingga pukul 4 sore, tetap di tempat teduh pada saat matahari terik siang hari, dan kenakan pakaian pelindung matahari, topi lebar, dan kacamata hitam yang menghalangi sinar UV pada saat berada di luar ruangan.

Selain itu disarankan oleskan cairan pelembab tabir surya SPF 30+ setiap 2 jam bahkan pada hari berawan, setelah berenang atau berkeringat. Permukaan yang cerah, seperti pasir, air, dan salju, akan meningkatkan paparan UV.

Sementara indeks Ultraviolet tertinggi di Indonesia terjadi di Jawa Barat, Jawa Tengah, sebagian Jawa Timur, Kalimantan, dan Sulawesi. 

Wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, sebagian Kalimantan, dan Sulawesi pada Selasa (3/9/2024) akan berada di angka 11 Extreme atau risiko bahaya sangat ekstrem.

Sinar ultraviolet tertinggi terjadi pukul 11.00 WIB dan 12.00 WIB.

Baca juga: Maju Pigub Jawa Timur, Ini Sederet Gebrakan Tri Rismaharini yang Diakui Dunia

Sementara itu seperti dimuat Kompas.com BMKG mengatakan bahwa sejumlah wilayah Indonesia masih akan dilanda musim kemarau hingga akhir September 2024. 

Meski demikian, terdapat peningkatan potensi hujan yang terjadi di sejumlah wilayah, khususnya di Indonesia bagian tengah dan utara. 

Dalam keterangan resminya, BMKG menyebut peningkatan potensi hujan itu dipengaruhi oleh aktivitas fenomena cuaca global berupa aktifnya Gelombang Kelvin, Rossby Ekuatorial, dan Madden-Julian Oscillation (MJO). 

Selain itu, adanya daerah pertemuan dan perlambatan angin, serta labilitas atmosfer turut menciptakan kondisi udara labil dan berpotensi meningkatkan pembentukan awan hujan. 

Secara umum, kombinasi fenomena-fenomena cuaca tersebut diprakirakan dapat menimbulkan potensi cuaca signifikan dalam periode 28 Agustus hingga 2 September 2024.

(Wartakotalive.com/DES/Kompas.com)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved