Selasa, 12 Mei 2026

Olimpiade Paris 2024

Gregoria Mariska Tunjung Tantang An Se-young di Babak Semifinal Olimpiade Paris 2024

Gregoria Mariska Tunjung jadi satu-satunya atlet bulu tangkis Indonesia untuk dapatkan medali di Olimpiade Paris 2024.

Tayang:
Editor: Sigit Nugroho
PBSI
Pebulutangkis tunggal putri Indonesia Gregoria Mariska Tunjung menghadapi An Se-young (Korea Selatan) di babak semifinal cabang olahraga bulu tangkis Olimpiade Paris 2024. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Pebulutangkis tunggal putri Indonesia Gregoria Mariska Tunjung menghadapi An Se-young (Korea Selatan) di babak semifinal cabang olahraga bulu tangkis Olimpiade Paris 2024.

Pertandingan babak empat besar antara Gregoria kontra An Se-young pada Minggu (4/8/2024).

Gregoria lolos ke babak semifinal setelah mengalahkan Ratchanok Intanon (Thailand) pada babak perempat final di Porte de La Chapelle Arena, Paris, Perancis, pada Sabtu (3/8/2024).

Gregoria mengalahkan Ratchanok dengan dua game langsung, yaitu 25-23 dan 21-9.

Sedangkan, An Se-young lolos ke semifinal Olimpiade Paris 2024 setelah mengalahkan salah satu rival utamanya, yaitu Akane Yamaguchi (Jepang) dengan skor 15-21, 21-17, dan 21-8.

Jalannya Pertandingan

Gregoria sukses mengalahkan Ratchanok Intanon dalam duel epik selama 46 menit.

Sempat ketat dan tertinggal di poin krusial, atlet asal Wonogiri, Jawa Tengah, itu sukses membuktikan mental baja dan membalikkan keadaan hingga menang dengan skor 25-23 dan 21-9.

Gim pertama berlangsung ketat, Gregoria mendapat perlawanan sengit dari smes-smes tajam Ratchanok.

Gregoria baru mulai unggul setelah lebih banyak memulai serangan dari netting tipis.

Beberapa kali Intanon kewalahan menghadapi netting Gregoria dan tunggal putri Indonesia unggul 8-6.

Sisi lemah Gregoria mulai terdeteksi di sisi forehand atau tangan dominannya.

Baca juga: BREAKING NEWS: Gregoria Mariska Tunjung Lolos ke Semifinal Olimpiade Paris 2024

Berulang kali pemain kinan tersebut kehilangan angka saat Ratchanok melancarkan smes lurus atau menyilang ke sisi kanannya. Gregoria berbalik ketinggalan 8-9.

Gregoria berusaha mempercepat tempo dan berhasil kembali unggul 10-9 hingga 11-10.

Setelah interval, Ratchanok masih mengincar sisi forehand Grego dan itu berhasil membuatnya menyamakan kedudukan 11-11.

Perolehan angka terus berlangsung sengit sampai 14-14.

Kesalahan sendiri mulai membayangi pukulan Gregoria hingga dia tertinggal 15-18 hingga 16-19.

Namun di kedudukan krusial inilah, mental Gregoria teruji.

Juara Dunia Junior 2017 itu berhasil meraih tiga angka beruntun dan bahkan berbalik meraih game point di 20-19.

Sempat bebalik tertinggal dan adu setting sampai empat kali hingga 23-23, dua eror dari Intanon berupa pukulan membentur net dan smes melebar akhirnya menutup gim pertama untuk Jorji.

Pada gim kedua, perolehan skor kembali sengit dan Gregoria unggul tipis 7-6.

Dia berusaha mempertahankan ritme permainannya sendiri dengan lebih sering memberikan pancingan lob.

Overhead dropshot silang dari Gregoria sukses mengecoh Intanon.

Tekanan terus dilakukan Gregoria dengan membuat Ratchanok banyak berlari di area belakang sampai unggul interval 11-6.

Semenjak interval, Gregoria sama sekali tidak memberikan kesempatan untuk Ratchanok berkembang.

BERITA VIDEO: Sah, Ade Govinda Resmi Jadi Suami Indi Arisa

Dia sukses meraih enam angka beruntun sampai unggul telak 19-6.

Akhirnya, Ratchanok sempat beranjak dengan tambahan tiga angka.

Namun, Gregoria tak lengah dan segera kembali fokus dan akhirnya mampu mengunci kemenangan dengan 21-9.

Di sisi lain, kemenangan Gregoria hari ini tetap menyisakan sejumlah evaluasi.

Terutama dari sisi kelemahannya di area forehand yang sempat dieksploitasi Ratchanok.

Kelemahan ini mesti segera diperbaiki lagi sebab langkah Gregoria tak akan mudah di babak selanjutnya.

Pada babak empat besar, dia sudah ditunggu pemain nomor satu dunia sekaligus unggulan teratas asal Korea Selatan, An Se-young, yang belum pernah dikalahkannya.

Di sisi lain, lolos ke semifinal berarti membuat Gregoria setidaknya hanya butuh 1 kemenangan lagi untuk memastikan raihan medali.

Belum pernah ada tunggal putri Indonesia yang mampu memenangkannya sejak Maria Kristin Yulianti di Beijing 2008.

Adapun emas terakhir tunggal putri Indonesia dipersembahkan Susi Susanti pada Barcelona 1992, saat bulu tangkis dipertandingan secara resmi untuk kali pertama di Olimpiade.

Seperti diberitakan sebelumnya, duel kontra Ratchanok jadi laga penting bagi Gregoria dan masyarakat Indonesia yang berharap cabang olahraga bulu tangkis bisa mendapatkan medali di Olimpiade Paris 2024.

Oleh karena itu, duel nanti dipastikan akan berjalan sengit dan seru disaksikan, karena sudah dinanti-nanti oleh masyarakat di Tanah Air.

Gregoria yang jadi juara Kumamoto Maters 2023 akan hadapi laga yang tidak mudah saat kontra Ratchanok.

Gregoria harus waspada dengan motivasi berlipat Ratchanok yang di babak sebelumnya mengandaskan mantan ratu bulu tangkis asal Taiwan, Tai Tzu Ying.

Ratchanok juga ingin membalas kekalahan dari Gregoria pada Piala Uber 2024.

BERITA VIDEO: Hilang 7 Bulan, Wanita Muda di Pacet Bandung Sudah Jadi Jasad

Head To Head

Pertandingan Gregoria versus Ratchanok menjadi pertemuan kali kesepuluh bagi kedua pemain.

Dari sembilan pertemuan sebelumnya, Gregoria hanya mendapat satu kali kemenangan atas Ratchanok.

Kemenangan Gregoria atas Ratchanok, yaitu pada perjumpaan terakhir di perempat final Piala Uber 2024 pada Maret lalu.

Saat itu, Jorji panggilan akrab Gregoria Mariska Tunjung mengalahkan Ratchanok di babak perempat final di Piala Uber 2024 dengan skor 22-20 dan 21-18.

Sedangkan, Ratchanok telah membukukan delapan kali kemenangan atas Gregoria.

Dengan hasil itu, bisa dikatakan Gregoria punya catatan yang kurang memuaskan saat bertemu Ratchanok.

Padahal, Gregoria menjadi harapan bagi Indonesia untuk mendapatkan medali dari cabang olahraga bulu tangkis.

Oleh karena itu, diharapkan kemenangan di Piala Uber 2024 jadi modal bagus bagi Gregoria saat menantang Ratchanok.

BERITA VIDEO: Bukan Ridwan Kamil, Golkar Usung Dedi Mulyadi di Pilgub Jabar, Usai Koalisi dengan Gerindra

Dapat Dukungan dari Ibunda dan Kekasih

Gregoria mengunci tiket perempat final Olimpiade Paris 2024 setelah mengalahkan pemain asal Korea Selatan, Kim Ga Eun, dengan skor 21-4, 8,21, dan 23-21.

Di babak perempat final, Gregoria akan menghadapi tunggal putri Thailand, Ratchanok Intanon, di Porte de La Chapelle Arena, Paris, Perancis, pada Sabtu (3/8/2024).

Jelang duel itu, Gregoria mendapat dukungan dari sang ibunda Fransiska Romana dan kekasihnya, Mikha Angelo.

Video dukungan Fransiska dan Mikha diunggah di akun Instagram @tim.adhoc.pbsi.

Dalam video yang diunggah itu, Fransiska mendoakan anaknya sukes di Olimpiade Paris 2024.

"Semangat Grego. Semoga, sukses di olympic," kata Fransiska.

Hal senada dikatakan Mikha.

"Oke, ini pesan buat Ria. Semoga semua yang sudah dipersiapkan sampai sekarang, bisa dipakai nanti pas tanding," kata Mikha.

"Good luck untuk persiapannya. Trust all the staff. Trust semua teman-teman juga. Good luck," ujar Mikha.

Gregoria menjadi satu-satunya wakil bulu tangkis Indonesia yang tersisa di Olimpiade Paris 2024.

Baca juga: Gregoria Mariska Tunjung Siap Berjuang untuk Indonesia Meski Berpeluang Bertemu An Se-young

Baca juga: Smash Gregoria Mariska Tunjung Melebihi Kecepatan Kereta Cepat Jakarta-Bandung Whoosh

Baca juga: Luar Biasa! Gregoria Mariska Tunjung Catatkan Kecepatan Smash 399,6 KM per Jam di Uber Cup 2024

Empat wakil badminton Indonesia di Olimpiade Paris 2024 sudah gugur di fase grup.

Sementara, pasangan ganda putra Indonesia Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto takluk di perempat final pada Kamis (1/8/2024).

Selain menjadi satu-satunya wakil bulu tangkis Indonesia yang tersisa, Gregoria juga membuat catatan manis usai lolos ke perempat final.

Setelah penantian sejak Olimpiade Beijing 2008, akhirnya ada wakil tunggal putri Indonesia yang kembali lolos ke babak perempat final di ajang empat tahunan itu.

BERITA VIDEO: Ahmad Dhani Minta El Rumi Langsung Saja Nikahi Syifa Hadju, Jangan Lama-lama!

Sebagai satu-satunya wakil yang tersisa, Gregoria bakal berjuang maksimal untuk meraih kemenangan demi menjaga asa meraih medali untuk Indonesia.

"Sudah di perempatfinal, tapi saya mau lebih. Saya akan melakukan semua yang saya bisa,” kata Gregoria dalam rilis PBSI, Jumat (2/8/2024).

Jelang hadapi Ratchanok, Gregoria konsentrasi pada pemulihan.

Pemain kelahiran Wonogiri itu akan memanfaatkan waktu yang ada agar bisa tampil maksimal saat lawan Ratchanok.

“Saya ingin istirahat dulu, besok ada rest. Jadi, saya mau recharge semua,” papar pemain berusia 24 tahun tersebut. (*)

Head to Head Gregoria Mariska Tunjung vs Ratchanok Intanon:

Piala Uber 2024 - Gregoria Mariska Tunjung vs Ratchanok Intanon, skor 22-20, 21-18
Olimpiade Tokyo 2020 - Gregoria Mariska Tunjung vs Ratchanok Intanon, skor 12-21, 19-21
Malaysia Masters 2020 - Gregoria Mariska Tunjung vs Ratchanok Intanon, skor 24-22, 19-21, 15-21
Kejuaraan Dunia BWF 2019 - Gregoria Mariska Tunjung vs Ratchanok Intanon, skor 21-18, 21-23, 10-21
Indonesia Open 2019 - Gregoria Mariska Tunjung vs Ratchanok Intanon, skor 21-13, 19-21, 15-21
Malaysia Open 2019 - Gregoria Mariska Tunjung vs Ratchanok Intanon, skor 12-21, 16-21
Japan Open 2018 - Gregoria Mariska Tunjung vs Ratchanok Intanon, skor 15-21, 13-21
Indonesia Open 2018 - Gregoria Mariska Tunjung vs Ratchanok Intanon, skor 11-21, 21-17, 14-21

Baca berita WartaKotalive.com lainnya di Google News 

Ikuti saluran WartaKotaLive.Com di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaYZ6CQFsn0dfcPLvk09

Sumber: BolaSport.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved