Warta Pendidikan

Universitas Multimedia Nusantara Buka Program S2 di Menara Kompas

Menurut Rektor UMN, Ninok Leksono, pembukaan kampus untuk program S2 itu dilakukan dengan tujuan agar lebih dekat dan mudah diakses oleh masyarakat.

Penulis: Nuri Yatul Hikmah | Editor: Feryanto Hadi
Warta Kota/Nuri Yatul Hikmah
Suasana ruang kelas MIK dan MNP di Menara Kompas Jakarta 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Nuri Yatul Hikmah


WARTAKOTALIVE.COM, PALMERAH — Hadir menyapa para pekerja profesional di Jakarta, Universitas Multimedia Nusantara (UMN) dan Multimedia Nusantara Polytechnic (MNP) kini membuka program magister (S2), di Menara Kompas, Palmerah, Jakarta Barat.

Peresmian itu dilakukan di Menara Kompas, Kamis (25/7/2024).

Menurut Rektor UMN, Ninok Leksono, pembukaan kampus untuk program S2 itu dilakukan dengan tujuan agar lebih dekat dan mudah diakses oleh masyarakat.

Terutama, bagi mahasiswa magister yang mayoritas adalah pekerja profesional di wilayah DKI Jakarta.

"Bahwa banyak profesional muda itu yang ingin mengembangkan diri, mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi mutakhir. Tapi kalau harus pergi ke Gading Serpong di kampusnya UMN sekarang ini agak keberatan," kata Ninok saat ditemui di Menara Kompas, Kamis.

"Karena seringkali kuliahnya itu berlangsung sore, malam daan jalan macet itu ke daerah Serpong itu. Alangkah bagusnya kalau kami yang menjemput bola ke sini sehingga keinginan itu dapat fasilitasi terakomodasi," imbuh dia.

Kendati demikian, Ninok memastikan jika standar pendidikan, fasilitas, hingga kualitas tenaga pengajarnya akan sama dengan kampus UMN di Gading Serpong.

Ninok juga berujar, dibukanya kampus UMN dan MNP, diharapkan dapat membantu para profesional dan masyarakat yang ingin memperdalam ilmu-ilmu yang dimilikinya.

Diketahui, ada dua jurusan di UMN yang dibuka untuk masyarakat luas, di antaranya Magister Ilmu Komunikasi (MIK) dan Magister Manajemen Teknologi (MMT).

Sementara di Multimedia Nusantara Polytechnic, ada kelas vokasi yang dibuka.

Adapun jurudan yang ditawarkan di antaranya E-Commerce Logistics dan Event Management.

"Kampus baru ini (diharapkan) bisa memberi kesempatan generasi muda agar mendapatkan ilmu yang dibutuhkan, dan cita-cita ini harus ada spirit saling mendukung dan menyemangati satu sama lain," jelas Ninok.

Lebih lanjut, Teddy selaku Ketua Yayasan Multimedia Nusantara mengaku sangat bangga dengan pembukaan Kampus Universitas Multimedia Nusantara dan Multimedia Nusantara Polytechnic di Menara Kompas.

Pasalnya, ia berharap keberadaan kampus berdesain futuristik ini diharapkan akan semakin mendorong orang-orang atau masyarakat untuk mau terus belajar.

“Dibukanya Kampus Universitas Multimedia Nusantara dan Multimedia Nusantara Polytechnic bertujuan untuk mempermudah akses pendidikan kepada masyarakat. Para profesional di Jakarta bisa langsung menuju Menara Kompas untuk menempuh pendidikan,” ucap Teddy.

Menurut Teddy, keberadaan UMN dan MNP di Menara Kompas juga dapat dijadikan sebagai tempat kolaborasi di dunia pendidikan.

"Harapannya dari kolaborasi ini dapat menghasilkan semangat yang komprehensif dan mewujudkan inisiasi ataupun ide yang baru," kata Teddy.

Peresmian itupun diapresiasi oleh Lilik Oetama selaku CEO Kompas Gramedia. Ia mengaku optimis jika UMN dan MNP yang dibuka di Menara Kompas akan semakin ramai sebagaimana mahasiswa UMN di Gading Serpong.

“Saya mengucapkan selamat untuk Universitas Multimedia Nusantara dan Multimedia Nusantara Polytechnic, saya turut bangga," kata Liliek.

"Saya dengar mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara sekarang sudah mencapai 10.000 mahasiswa lebih, yang artinya dari waktu ke waktu semakin berkembang," imbuh dia.

Sementara itu, berdasarkan pantauan Warta Kota di lokasi saat visit kampus baru UMN di lantai 9 tower Menara Kompas, nampak kesan mewah nan futuristik terasa ketika masuk ke ruang perkuliahannya.

Ruang kelas UMN sendiri berbentuk persegi panjang dengan susunan kursi yang berundak ke atas.

Meja perkuliahan itu berbentuk persegi panjang dengan tiga kursi duduk untuk berkuliah.

Selain itu, ada pula papan tulis yang terbuat dari kaca hingga monitor untuk mahasiswa yang melaksanakan perkuliahan secara hybrid.

Sementara di luar ruang kelas MIK dan MMT, terdapat ruang diskusi dan perpustakaan yang nyaman dan estetik. 

Menariknya, ruang perkuliahan itu nampak nyaman dan indah dengan pemandangan gedung-gedung tinggi Jakarta yang bisa dilihat dari jendela-jendela kelas.(m40)

Baca berita Wartakotalive.com lainnya di Google News

Ikuti saluran WartaKotaLive.Com di WhatsApp

 

Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved