Selasa, 19 Mei 2026

Detik-detik Gunung Merapi Kembali Erupsi, Lontarkan Lava dan Awan Panas

Gunung Merapi di Jawa Tengah kembali erupsi pada Sabtu (20/7/2024). Detik-detik erupsi Gunung Merapi pun dibagikan oleh BPPTKG

Tayang:
Editor: Desy Selviany
BPPTKG
Gunung Merapi erupsi pada Sabtu (20/7/2024) 

WARTAKOTALIVE.COM - Gunung Merapi di Jawa Tengah kembali erupsi pada Sabtu (20/7/2024). Detik-detik erupsi Gunung Merapi pun dibagikan oleh Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG).

Dari video yang dibagikan terlihat Gunung Merapi melontarkan awan panas beserta lava pada Sabtu malam.

Disebutkan erupsi Gunung Merapi terjadi pukul 19.46 WIB dengan Amplitudo max 35 mm.

Durasi guguran awan panas 119 detik, estimasi jarak luncur 1200 meter ke arah Barat Daya, arah angin ke Barat Daya.

Pihak BPPTKG pun mengimbau masyarakat untuk menjauhi daerah bahaya yang direkomendasikan.

Erupsi Gunung Merapi kali ini berada di level tiga atau siaga.

Erupsi Merapi kali ini disertai luncuran awan panas guguran, sejauh 1,2 kilometer ke arah hulu Sungai Bebeng di Sleman, Yogyakarta.

Warga dan wisatawan diimbau tidak melakukan kegiatan apa pun di dalam zona bahaya yakni radius 5 kilometer dari puncak Gunung Merapi.

Baca juga: Detik-detik Gunung Merapi Kembali Erupsi, Semburkan Awan Panas Tebal

Hingga Minggu (21/7/2024) Gunung Merapi dilaporkan masih memuntahkan awan panas.

Gunung Merapi berstatus level II atau 'waspada' sejak 21 Mei 2018. Karakter gunung dengan status tersebut, BPPTKG merekomendasikan masyarakat agar mengantisipasi bahaya abu vulkanik dari kejadian awan panas maupun letusan eksplosif.

Masyarakat juga diharapkan untuk mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di sekitar puncak.

Selain itu, tidak ada aktivitas manusia pada radius 3 km dari puncak Gunung Merapi.

Pada level itu, potensi ancaman bahaya berupa luncuran awan panas dan runtuhnya kubah lava dan jatuhan material vulkanik dari letusan eksplosif.

Sebagai informasi dua jalur pendakian Gunung Merapi via New Selo dan Sapuangin telah ditutup sejak 2018.

Ia mengungkapkan penutupan jalur pendakian sejak 2018 atas rekomendasi dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta.

Pada saat itu, aktivitas Merapi meningkat dan masih berlangsung setelah lima tahun berlalu.

Kemudian di tahun 2020 level aktivitas Gunung Merapi naik menjadi level III atau Siaga.

Kenaikan level Gunung Merapi berlaku sejak 5 November 2020 lalu.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved