Kamis, 16 April 2026

Info Ditjen Bimas Buddha

Dirjen Bimas Buddha Buka Indonesia Tipitaka Chanting: Jalan Edukasi Umat Cintai dan Bumikan Tipitaka

Dirjen Bimas Buddha, Supriyadi berharap dengan Indonesia Tipitaka Chanting dapat mengedukasi umat untuk mencintai dan membumikan kitab suci Tipitaka.

|
dok. Ditjen Bimas Buddha
Dirjen Bimas Buddha Supriyadi, membuka gelaran Indonesia Tipitaka Chanting dan Asalha Mahapuja 2568/2024, di Taman Lumbini, Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Jumat (12/7/2024). 

WARTAKOTALIVE.COM, MAGELANG -- Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha, Supriyadi membuka gelaran Indonesia Tipitaka Chanting dan Asalha Mahapuja 2568/2024, di Taman Lumbini, Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Jumat (12/7/2024).

Supriyadi mengapresiasi dan menyambut baik pelaksanaan Indonesia Tipitaka Chanting (ITC) yang secara rutin diselenggarakan setiap tahun oleh Sangha Theravada Indonesia.

Ia menyebutkan, sejak pertama ITC dilaksanakan pada tahun 2015, telah memberikan dampak yang sangat positif dan semakin bertambah animo masyarakat untuk mengikutinya.

"Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah Indonesia memberikan ruang yang terbuka kepada seluruh umat beragama untuk menunaikan tugas dan kewajibannya melaksanakan keyakinannya dan hak kewajibannya dengan sebaik-baiknya," ungkap Supriyadi.

"Adapun program pembangunan bidang agama adalah meningkatkan pemahaman dan pengembangan nilai keagamaan di masyarakat, diantaranya melalui kegiatan pembacaan kitab suci seperti Indonesia Tipitaka Chanting (ITC) ini," tambahnya.

Indonesia Tipitaka Chanting
Penyelenggaraan Indonesia Tipitaka Chanting dan Asalha Mahapuja 2568/2024, di Taman Lumbini, Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Jumat (12/7/2024).

Supriyadi menjelaskan, bahwa kegiatan ini merupakan mengembangkan pembabaran dharma yang luhur untuk menggaungkan ajaran Buddha, untuk meneguhkan kesuciannya, memperkuat keyakinan dan memperluas fungsi edukatif dari pada kitab suci Tipitaka bagi kita umat Buddha.

Dirinya juga berharap ITC tidak semata-mata sebagai wahana untuk membaca Tripitaka tetapi jalan mengedukasi umat untuk semakin mencintai membumikan Tipitaka, juga dapat meningkatkan kesadaran yang lebih humanis dan terbuka.

“Mari kita kuatkan tradisi membaca kitab suci, karena membaca kitab suci akan dapat diperoleh banyak manfaat sebagaimana kita meningkatkan pemahaman dhamma, memurnikan batin kita menjadikan petunjuk baik di kehidupan dan membangkitkan motivasi serta inspirasi sekaligus bisa memelihara tradisi dan yang lebih utama adalah mengembangkan pemahaman pribadi kita,” sebutnya.

Dirjen Bimas Buddha juga optimis pembacaan kitab suci Tipitaka melalui Indonesia Tipitaka Chanting ini akan dapat dilaksanakan dalam rangka mengukuhkan kalyanamitta kebersamaan sehingga makin kuat bersinergi membangun keberagaman bagsa dan masyarakat menuju Indonesia Maju.

Di sisi lain, Ketua Panitia Indonesia Tipitaka Chanting dan Asalha Mahapuja 2568/2024 Bhante Guttadhammo Mahathera menjelaskan tahun ini ada penambahan kuota peserta dari 1500 peserta menjdi 1750 peserta.

Bhante berharap dengan Indonesia Tipitaka Chanting peserta dapat merenungkan dan memiliki cara pandang menjadi lebih baik dan benar bahkan menjadi lebih luhur, sehingga dalam berucap dan berbuat dalam kehidupan sehari-hari menjadi lebih baik.

“Diawali dari cara pandang yang baik dan benar akan memperkokoh persatuan dan kesatuan dalam keberagaman sesuai tema pada tahun ini,” tandas Bhante.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved