Sabtu, 25 April 2026

Berita Video

VIDEO Budi Arie Ucapkan "Alhamdulillah" Meski PDN Diretas, Begini Alasannya!

Menkominfo Budi Arie Setiadi masih bisa bersyukur dengan mengucap "alhamdulillah" usai sistem pusat data nasional (PDN) diretas.

Penulis: Joanita Ary | Editor: Fredderix Luttex

WARTAKOTALIVE.COM, Jakarta – Budi Arie Setiadi Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) masih bisa bersyukur dengan mengucap "alhamdulillah" usai sistem pusat data nasional (PDN) diretas.
Hal tersebut Budi sampaikan dalam rapat antara Komisi I DPR, Kominfo, dan BSSN di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (27/6/2024).
Berawal dari Komisi I DPR menggelar rapat kerja gabungan dengan Kominfo, BSSN dan Telkom Sigma pada Kamis (27/6).
Dalam rapat tersebut berawal saat Budi Arie menjelaskan sebenarnya ada beberapa laporan dari tim yang bekerja di PDN Sementara (PDNS) 2 Surabaya yang terserang ransomware Brain Cippher.


Kemudian pada pemberitaan yang belum dibuka ke publik itu, menurut Budi Arie, ada beberapa hal yang memuat optimisme.
“Karena dalam serangan siber ini, analisisnya selalu hanya dua, apakah itu aktor negara atau aktor non-negara. Tapi dalam forum ini, saya ingin tegaskan bahwa kesimpulan mereka ini aktor non-negara yang motif ekonomi, itu sudah alhamdulillah, karena kalau yang menyerang negara itu serius,” kata Budi Arie.
Dilansir dari Kompas TV Budi Arie lantas mencontohkan, beberapa waktu lalu pemerintah Arab Saudi diserang hacker dari pemerintah Iran.

Baca juga: VIDEO Pembangunan Rumah Pensiun Presiden Jokowi di Karanganyar, Dijelaskan Pihak Istana


Menurutnya penyerangnya adalah negara seperti yang terjadi di Arab Saudi, maka pemulihannya akan lebih sulit.
“Harapannya nanti kita laporkan secara berkala perkembangan pemulihan PDNS 2 Surabaya karena dari tahapan yang sudah dilakukan minimal identifikasi, pengamanan di PDNS 1 juga sudah kita lakukan, kita juga akan terus lakukan. pemulihan segera dan secepat mungkin,” ujarnya.
Untuk itu Budi Arie bersyukur karena pelaku yang meretas sistem PDN bukanlah sebuah negara, melainkan non-state actor dengan motif ekonomi.

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved