Berita Bekasi
Polisi Periksa Petugas Lapas Bulak Kapal terkait Tewasnya Napi ZAN di Tahanan
Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, AKBP Muhammad Firdaus mengatakan pihak relevan saat ini akan melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian.
Penulis: Rendy Rutama | Editor: Feryanto Hadi
Laporan jurnalis TribunBekasi.com, Rendy Rutama Putra
WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI TIMUR - Proses pendalaman kasus oleh polisi terkait seorang tahanan berinisial ZAN (26) asal Tapanuli Tengah, Sumatera Utara yang ditemukan tewas di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bulak Kapal, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi masih berlanjut.
Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, AKBP Muhammad Firdaus mengatakan pihak relevan saat ini akan melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian.
Pemeriksaan itu bertujuan untuk mendapatkan fakta atau bukti akurat dalam pengungkapan kasus tersebut.
“Dalam penanganan selanjutnya l akan dilakukan pemeriksaan di Lapas Bulak Kapal, terutama terhadap petugas Lapas,” kata Firdaus, Jumat (28/6/2024).
Baca juga: Polisi Dalami Alasan Pelaku Cabul di Bekasi Utara, Rekaman untuk Dijual atau Konsumsi Pribadi?
Tidak hanya itu, Firdaus menuturkan selanjutnya akan dilakukan juga pemeriksaan terhadap sejumlah saksi.
“Saksi dua, dari kakak korban, satu dari keluarganya itu kami periksa,” tuturnya.
Sebelumnya diketahui, ZAN diinformasikan tewas usai diduga dikeroyok di Lapas Kelas IIA Bulak Kapal.
Perkara terhadap tahanan titipan Kejaksaan Negeri itu sudah dilaporkan ke Polres Metro Bekasi Kota dan teregister dalam Nomor:LP/B/964/V/2024/SPKT.Satreskrim/Polres Metro Bekasi Kota/Polda Metro Jaya.
Bahkan Polres Metro Bekasi Kota telah mengeluarkan surat permohonan ekshumasi dari keluarga dan proses pembongkaran makam yang sudah dilakukan Minggu (23/6/2024) lalu.
Firdaus pun membernarkan mengenai kejadian itu.
"Ada dugaan terjadinya penganiayaan yang mengakibatkan meninggal dunia," ujarnya.
Firdaus mengucapkan kronologi kejadian yang berlangsung Minggu (19/5/2024) itu didapat oleh polisi bermula saat ZAN ditemukan tergantung di jeruji besi di dekat kamar mandi.
Kemudian rekan satu sel ZAN yang saat itu baru bangun dari tidur seketika terkejut melihat terduga korban dalam kondisi tergantung.
"Pada saat itu teman satu selnya terbangun, melihat (ZAN) sudah tergantung, langsung dilaporkan ke petugas lapas kemudian petugas memberitahu ke polsek dan dilakukan cek TKP dan olah TKP oleh Inafis Polres Metro Bekasi Kota," jelas Firdaus.
Namun Firdaus belum merinci terdapat di mana saja luka yang dialami ZAN.
Sebab proses penyelidikan masih berlangsung dan polisi masih menunggu hasil otopsi serta ekshumasi.
"Masih didalami apakah akibat dianiaya atau apa, yang jelas didalami, kami tunggu hasil otopsi," tutupnya. (m37)
Baca berita Wartakotalive.com lainnya di Google News
Ikuti saluran WartaKotaLive.Com di WhatsApp
| Validasi BPN Lambat, 141 Bidang Tanah Terdampak Pembangunan Tol Japek II Selatan Belum Dibayar |
|
|---|
| Ribuan Pelajar Sekolah di Kota Bekasi Siap Ikuti Golden English Championship 2026 |
|
|---|
| Operasional TPA Burangkang Kembali Normal, DLH Bekasi Pastikan Tak Ada Antrean |
|
|---|
| Warga Perumahan CitraGran Cibubur Demo Tuntut Jaringan Listrik Bawah Tanah Segera Diselesaikan |
|
|---|
| Solar Industri Mahal, Pengolahan Sampah di TPA Burangkeng Bekasi Lumpuh |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/AKBP-Muhammad-Firdaus-saat-ditemui-di-Mapolres-Metro-Bekasi-Kota-Kamis-2862024.jpg)