Sabtu, 9 Mei 2026

Berita Nasional

Literasi Digital Kemenkominfo, Sasmita Ingatkan Pentingnya Jaga Data Pribadi di Ruang Digital

, Sasmita Abdurahman mengungkapkan beberapa alasan yang menjadi unsur penting mengapa kita mesti menjaga data pribadi

Tayang:
Editor: Feryanto Hadi
ist
Ilustrasi keamanan data 

 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA-- Kementerian Komunikasi dan Informatika bersama Siberkreasi telah sukses menyelenggarakan talkshow yang merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital di Pelataran Parkir Ternate pada Sabtu, 22 Juni 2024 lalu

Kegiatan bertajuk: "Jaga Data Pribadi Agar Diri Aman di Ruang Digital" itu menghadirkan para narasumber serta ribuan peserta yang memadati kawasan di kelurahan Mangga Dua Kota Ternate Selatan tersebut.

Para peserta ini sendiri merupakan bagian dari program literasi digital di 34 provinsi yang selalu membahas setiap tema dari sudut pandang empat pilar literasi digital yaitu: digital skills, digital ethics, digital safety dan digital culture.

Talkshow bertajuk:
Talkshow bertajuk: "Jaga Data Pribadi Agar Diri Aman di Ruang Digital (Ist)

Kegiatan Talkshow Makin Cakap Digital ini menghadirkan para narasumber yang telah bersertifikat TOT Literasi Digital 2024, antara lain: Sasmita Abdurahman, Abdul Jali, Amal Hasanuddin, yang dibuka langsung oleh Wali kota Ternate yang dipandu oleh Refianta Maesara selaku moderator dan juga M. Alief Zidane / Pricillia Kharie (konten kreator) dan Tete Ko / Rahman Muhammad (konten kreator) selaku Master of Ceremony.

Pada kesempatan pertama, Sasmita Abdurahman mengungkapkan beberapa alasan yang menjadi unsur penting mengapa kita mesti menjaga data pribadi

Yaitu karena beberapa alasan yang secara sadar maupun tanpa sadar kita turut memberi ruang pada hal-hal yang berdampak kepada ketidakamanan data pribadi kita yaitu antara lain

"Faktanya kita mudah untuk menjadikan media sosial sebagai sarana menyalurkan rasa kepuasan atau kondisi ketidakpuasan kita atas sesuatu yang kita alami seperti curhatan dan sejenisnya," ujarnya

"Pada situasi ini orang lain yang bermaksud melakukan rencana jahat terhadap diri kita dapat memnfaatkan situasi tersebut dengan berpura-pura sebagai orang yang kita kenal atau sok kenal untuk lebih mendalami siapa kita sebagai referensi melancarkan kejahatannya," imbuh Sasmita

Langkah selanjutnya adalah si pelaku kejahatan dapat memeras kita karena merasa telah mengetahui banyak tentang data pribadi kita di ruang digital.

Selanjutnya pula adalah yang bersangkutan dapat menggunakan hak kita bahkan melakukan kejahatan atas nama kita jika dipandangnya memiliki kesempatan untuk melakukan hal tersebut.

Di kesempatan sama, Abdul Djalil Djayali mengungkapkan bahwa terdapat beberapa tantangan dalam urusan keamanan digital yaitu fitur proteksi yang semakin beragam, kompleksitas perlindungan Identitas Digital dan data pribadi, ragam penipuan digital, rekam jejak yang dimanfaatkan oknum secara negative, serta minor safety bagi anak.

Lebih lanjut menurutnya pula bahwa "activities of the new normal saat ini pula memperlihatkan bahwa perangkat pribadi yang digunakan juga untuk keperluan bisnis, kerja, dan sekolah

"Semua hal tersebut pula ikut menjadi kebutuhan sekaligus ancaman bagi para pengguna inernet sehingga kerapkali menimbulkan persoalan dikalangan masyarakat kita sehingga diperlukan upaya secara terus menerus untuk selalu diingatkan melalui berbagai program kampanye makin cakap digital akan pentingnya upaya untuk memproteksi atau melindungi dan menjaga data pribadi agar diri aman di ruang digital," paparnya 

 

.

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved