Kriminalitas
Terkuak Alasan Ustaz Saidi Tak Merestui, Ada Cinta Segitiga yang Bikin Galang Dendam dan Sakit Hati
Terkuak Alasan Ustaz Saidi Tak Restui Hubungan Galang dengan Cucunya, Rupanya Ini yang Bikin Galang Dendam dan Sakit Hati
Penulis: Miftahul Munir | Editor: Dwi Rizki
WARTAKOTALIVE.COM, KEBON JERUK - Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Pol M Syahduddi mengungkapkan motif utama pembunuhan Ustaz Saidi, Imam Musala di Kebon Jeruk, Jakart Barat.
Pelaku pembunuhan, yakni MGS alias Galang (24) menaruh rasa sakit hati dan dendam kepada korban sejak dua tahun lalu.
Dendam tersebut berawal dari kisah cinta Galang dengan A, cucu korban.
Galang yang merupakan petugas keamanan di Pasar Kedoya menaruh hati kepada A, seorang pegawai di toko emas Pasar Kedoya, Jakarta Barat.
Meski keduanya sudah serius menjalin hubungan, cinta mereka rupanya tak direstui korban.
"Pelaku menaruh hati ke cucu korban atas nama A, kemudian pelaku datang berkunjung ke rumah A yang juga rumah korban," katanya, Jumat.
Dirinya mengungkapkan, setiap kali Galang datang untuk ngapelin cucu korban berinisial A, M Saidi tak pernah membalas sapaannya.
Cenderung, M Saidi mendiamkan Galang karena sejak awal memang sudah tidak merestui hubungan cucunya.
"Tidak, jadi setelah diketahui selain karena dari pihak korban juga tidak menyambut baik niatan dari si pelaku untuk menjalin hubungan dengan cucu korban, diketahui juga bahwa cucu korban tersebut ternyata sudah memiliki pasangan ataupun teman dekat yang lain," ungkap Syahduddi.
"Sehingga atas dasar itulah pelaku merasa sakit hati dan kecewa," tambahnya.
Tersangka membeli pisau lipat di online seharga Rp 30.000 dan memantau korban selama satu Minggu.
Setiap hari, diakui Syahduddi, pelaku memantau di dekat musala untuk mengetahui jam-jam korban aktivitas di musala.
"Seminggu setelah melakukan aksinya dan diputuskan bahwa dia melakukan aksinya pada pukul 04.30 WIB, sesaat sebelum korban melaksanakan aktivitas salat Subuh dan itu sudah dipantau oleh pelaku selama kurang lebih satu minggu terakhir," terangnya.
Dua Tahun Galang Memendam Dendam
Sepekan dalam pelarian, MGS alias Galang, pelaku penusuk imam musala Ustaz Saidi di Kebon Jeruk, Jakarta Barat akhirnya ditangkap.
Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Pol Syahduddi mengungkapkan proses penangkapan berawal dari pemeriksaan saksi mata, termasuk pemeriksaan kamera CCTV.
Tercatat ada sebanyak 15 rekaman kamera CCTV yang diamankan pihaknya di 40 titik berbeda.
Kamera CCTV itu tersebar di sepanjang Jalan Pesing, Tubagus Angke hingga Tanjung Priok, Jakarta Utara.
"Titik CCTV itu yang terkait dengan perjalanan ataupun perlintasan diduga pelaku dari mulai dia melakukan aksinya sampai diduga tempat terakhir di mana tidak ada lagi lintasan ataupun rekaman cctv yang merekam aktivitas kegiatan diduga pelaku," ucapnya di Polres Metro Jakarta Barat, Jumat (24/5/2024).
Hasil penyelidikan, pelaku berada di Jalan Ampera, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara.
Meski demikian, kata Syahduddi, pihaknya sempat kesulitan mencari keberadaan pelaku di sana.
"Kurang lebih selama dua hari penyidik melakukan pemantauan dan melakukan kegiatan surveillance dan melakukan kegiatan undercover," tegas Syahduddi.
Ternyata, pelaku saat itu berada di rumah kost di Kampung Muara Bahari RT 09/15, Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Syahduddi menerangkan, setelah memastikan keberadaan pelaku di kamar kost, pihaknya langsung menyergap Galang.
"Setelah memastikan ciri-ciri pelaku sesuai dengan apa yang sudah dilakukan proses penyelidikan dan juga barang bukti kendaraan bermotor yang digunakan pelaku dalam melakukan aksinya, maka penyidik langsung melakukan penyergapan dan penangkapan terhadap pelaku," terangnya.
Polisi berhasil menyita barang bukti sepeda motor, pisau lipat, pakaian yang digunakan dan lainnya.
Galang dijerat pasal berlapis pasal 338 KUHP, brang siapa dengan sengaja merampas orang lain diancam karena pembunuhan dengan pidana penjara 15 tahun penjara.
Kemudian, dikenakan Pasal berlapis yaitu 340 KUHP tentang barang siapa merampas nyawa orang lain diancam karena pembunuhan berencana dengan pidana mati atau seumur hidup atau paling lama 20 tahun.
Melawan Ketika Ditangkap, Galang Ditembak
Tim khusus bentukan Polres Metro Jakarta Barat akhirnya menangkap pelaku penusuk Imam Musala berinisial MGS (25) di kawasan Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (23/5/2024) malam.
Namun, saat ditangkap MGS melakukan perlawanan dan terpaksa aparat kepolisian menghadiahi timah panas ke kaki pelaku.
Hal itu dibenarkan olek Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Andri Kurniawan pada Jumat (24/5/2024).
Andri mengatakan, sebelum peluru itu bersarang di kaki pelaku, pihaknya sempat memberikan tembakan peringatan ke udara.
Sayangnya, kata Andri, pelaku tidak mengindahkan tembakan peringatan dan justru berusaha lari dari kepungan aparat kepolisian.
"Sempat melakukan perlawanan, pelaku akhirnya dilumpuhkan petugas," ucapnua, Jumat.
Usai ditangkap, aparat kepolisian membawa pelaku ke klinik untuk mendapatkan perawatan karena luka tembak di kaki.
Penyidik masih mendalami keterangan MGS guna mengetahui motif dari aksi penusukan Imam Musala di Jalan Pesing Garden, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat.
"Masih diperiksa, nanti akan disampaikan saat press rilis," imbuhnya.
Tak Merasa Sakit, Ustaz Saidi Sempat Berjalan Santai ke Rumah
Seorang Imam Musala berinisial MS (71) tewas setelah ditusuk orang tak dikenal, di Musala Uswatun Hasanah, Kedoya Utara, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Kamis (16/5/2024).
Dari narasi yang beredar di media sosial, diketahui bahwa korban ditusuk saat hendak melaksanakan salat Subuh berjamaah.
Sementara itu, dalam rekaman CCTV yang beredar, nampak seorang pria terduga pelaku tengah lari menuju pintu kereta Jalan Panjang, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.
Nampak, terduga pelaku yang memiliki tubuh tinggi semampai itu memakai kaos serta celana pendek.
Setelahnya, tidak ada lagi rekaman yang menunjukkan arah kaburnya pelaku.
Sebelum dinyatakan meninggal dunia, ustaz Saidi rupanya sempat hidup sesaat setelah mengalami insiden penusukan oleh pria tak dikenal terjadi, di Musala Uswatun Hasanah, Kedoya Utara, Kebon Jeruk, Jakarta Barat pada Kamis (16/5/2024).
Dia bahkan sempat berjalan santai menuju rumahnya untuk mengganti pakaian lantaran telah dipenuhi bercak darah.
Menurut tetangga korban bernama Hasan Basri (72), kala itu Saidi hanya mengira jika ia hanya terkena tonjokkan oleh pria tak dikenal itu.
"Iya berasanya gitu katanya, kayak kena tabok," kata Hasan saat ditemui di rumah duka, Kamis.
Rupanya saat ditilik, barulah diketahui jika pinggang korban telah sobek lantaran terkena luka tusuk.
Sebenarnya, kata Hasan, Saidi sempat teriak kala hendak mengambil air wudu sebelum melaksanakan salat Subuh.
"Iya teriak dia. Pas dia lagi ambil wudu, dia teriak orang itu (pelaku) lari, dia ngejar ke jalan," ungkap Hasan.
"Saya tanya dari atas 'Ada apa bang', 'Gue ditabok', saya tanya lagi 'Mana?', dia jawab 'Kabur ke luar'," imbuhnya.
Kala itu, Hasan dan jemaah lain sebenarmya hendak mengejar pelaku.
Akan tetapi, melihat Saidi sudah bersimbah darah, mereka pun langsung bergegas menolong korban.
"Dia enggak pingsan enggak apa. Langsung dibawa ke dalam rumah, ganti bajunya dia udah lemas tuh," jelasnya.
Kendati tak pingsan, namun kondisi tubuh korban Saidi semakin lemas hingga akhirnya dibawa ke Rumah Sakit Graha Kedoya menggunakan motor.
Nahas, dua jam setelah mendapat penanganan medis, sesepuh yang dikenal sebagai imam musala itu dinyatakan meninggal dunia.
Saksi Mata Beberkan Kronologi Penikaman Ustaz Saidi, Ungkap Kalimat Terakhir yang Diucapkan Korban
Dengan kondisi bersimbah darah, ustaz Saidi berteriak 'maling-maling' setelah seorang pria tak dikenal tiba-tiba saja menusuknya saat tengah berwudu, di Musalah Uswatun Hasanah, Kedoya Utara, Kebon Jeruk, Jakarta Barat pada Kamis (16/5/2024).
Teriakan itu sontak membuat jemaah yang kala itu tengah melaksanakan salat sunnah Subuh di lantai 2 masjid, bergegas turun ke bawah menghampiri sumber suara itu.
Sontak para jemaah bergegas turun ke bawah dan mendapati baju koko imam masjid itu telah bersimbah darah.
Pasalnya, terdapat luka tusuk pada bagian belakang tubuh korban.
Namun, para jemaah tak melihat siapa orang yang melakukan hal tersebut.
"Pas waktu adzan subuh kan kami langsung naik ke atas tuh, saya lagi salat sunnah dua rakaat, enggak lama pak ustaz teriak dua kali 'Maling, maling'," kata Supriyadi menceritakan kejadian yang diingatnya, Kamis.
"Enggak lama, jemaah pada turun melihat si korbannya udah berdarah-darah," imbuhnya.
Supriyadi menyebut, dia tak melihat bagaimana detik-detik saat ustaz Saidi tertusuk.
Pasalnya, kondisi tempat wudhu musalah itu sangatlah gelap pada dini hari.
"Enggak melihat (pelaku). Yang ngejar itu keluarganya karena kan kami mau salat Subuh, kejadiannya kan pas mau salat Subuh, jadi enggak ada yang ngelihat," katanya.
Menurut Supriyadi, ia tidak menyangka jika korban berakhir meninggal dunia.
Pasalnya usai ketahuan bersimbah darah, ustaz Saidi tidak langsung pingsan.
Bahkan, dia sempat pulang untuk berganti pakaian karena mengira hanya tertonjok saja oleh pelaku.
"Dia sempat bilang 'kirain ditonjok, ternyata ditusuk', dia sempat buka baju juga," kata Supriyadi.
"Lukanya di belakang, tapi berapa tusukan saya nggak tahu. Dia juga enggak sempat pingsan, orang dia keluar bilang kirain ditonjok, tahunya ditusuk. Terus dia sempat dibawa masuk keluarganya ke dalam, jadi kirain luka ringan aja," imbuhnya.
Menurutnya, ini adalah kejadian pertama yang terjadi di sekitar tempat tinggalnya.
Dia juga belum mengetahui siapa pria yang diduga menusuk korban.
Pasalnya, rekaman CCTV hanya merekam potongan video saja, tidak menampilkan insiden kala penusukan terhadap ustaz Saidi terjadi.
Pelaku Terekam Kamera CCTV
Sebelumnya diberitakan, seorang imam musala berinisial MS (71) tewas setelah ditusuk oleh orang tak dikenal, di Musala Uswatun Hasanah, Kedoya Utara, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Kamis (16/5/2024).
Dari narasi yang beredar di media sosial, diketahui bahwa korban ditusuk saat hendak melaksanakan salat Subuh berjamaah.
Sementara itu, dalam rekaman CCTV yang beredar, nampak seorang pria terduga pelaku tengah lari menuju pintu kereta Jalan Panjang, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.
Nampak, terduga pelaku yang memiliki tubuh tinggi semampai itu memakai kaos serta celana pendek.
Setelahnya, tidak ada lagi rekaman yang menunjukkan arah kaburnya pelaku.
Terkait hal tersebut, Kapolsek Kebon Jeruk Kompol Sutrisno membenarkannya.
Menurutnya, korban MS tidak tewas di tempat. Dia sempat mendapat penanganan medis terlebih dahulu sebelum akhirnya meninggal dunia dua jam kemudian.
"Ada saat korban wudhu, tiba-tiba ditusuk orang kenal dari belakang, selanjunya pelaku melarikan diri," kata Sutrisno saat dihubungi wartawan, Kamis.
"Korban kemudian di bawa ke RS Graha Kedoya, meninggal saat penanganan dokter," pungkasnya.
Ustaz Saidi Dikenal Sosok yang Rajin Beribadah
Suasana duka menyelimuti kediaman MS (71) atau ustaz Saidi yang diduga tewas akibat ditusuk oleh orang tidak dikenal, di Musala Uswatun Hasanah, Kedoya Utara, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Kamis (16/5/2024).
Sejumlah bendera kuning nampak berkibar di sepanjang gang menuju rumah duka Saidi.
Bersamaan dengan itu, puluhan pelayat mulai berdatangan untuk menyampaikan bela sungkawa kepada keluarga Saidi.
Pasalnya, insiden tragis itu membuat warga harus kehilangan sosok imam yang dituakan di wilayah tersebut.
Menurut keponakan korban, Safei (63), Saidi adalah orang yang baik hati dan tak pernah berkonflik dengan tetangganya.
Selain itu, Safei melihat bahwa korban merupakan orang yang rajin beribadah di masjid.
"Orang baik, rajin ibadah, enggak pernah gini gitu (konflik) sama masyarakat, sama tetangga. Sempet saya juga dulu ngaji sama beliau," kata Safei saat ditemui di rumah duka, Kedoya Utara, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Kamis (16/5/2024).
Selain menjadi imam, Safei juga mengungkap bahwa korban termasuk pengurus musala Uswatun Hasanah.
Pria bertubuh gemuk itu menyampaikan, dirinya terakhir kalo berkomunikasi dengan Saidi pada acara tahlilan tetangganya, Rabu (15/5/2024).
Baca juga: Sadis, Imam Musala di Kedoya Jakarta Barat Ditusuk Orang Tak Dikenal Saat Wudhu
Baca juga: Komitmen Cegah Korupsi, Pemprov DKIJakarta Gelar Bimtek Anti Korupsi bersama KPK
Setelah itu, tidak ada komunikasi yang antara ia dan Saidi.
Safei sendiri mengaku baru mengetahui kabar Saidi meninggal dunia usai salat Subuh, setelah keluarganya membawa korban ke rumah sakit Graha Kedoya, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.
"Ketemu terakhir waktu tahlil acara tetangga meninggal. Abis itu enggak ketemu lagi," kata Syafei.
"Nah baru tahu (meninggal), habis Subuh. Saya dengar dibawa ke Graha Kedoya, saya kira enggak apa-apa, ternyata meninggal," imbuhnya.
Safei sendiri mengaku tak menyangka bahwa Saidi pergi secepat itu dengan cara yang sangat menyayat hati.
Pasalnya sepengetahuan dia, Saidi tak pernah memiliki masalah dengan siapapun selama hidupnya.
"Sosok almarhum enggak ada masalah, makanya orang kaget kok begini kejadiannya," pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, seorang imam musala berinisial MS (71) tewas setelah ditusuk oleh orang tak dikenal, di Musala Uswatun Hasanah, Kedoya Utara, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Kamis (16/5/2024).
Dari narasi yang beredar di media sosial, diketahui bahwa korban ditusuk saat hendak melaksanakan salat Subuh berjamaah.
Sementara itu, dalam rekaman CCTV yang beredar, nampak seorang pria terduga pelaku tengah lari menuju pintu kereta Jalan Panjang, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.
Nampak, terduga pelaku yang memiliki tubuh tinggi semampai itu memakai kaos serta celana pendek.
Setelahnya, tidak ada lagi rekaman yang menunjukkan arah kaburnya pelaku.
Terkait hal tersebut, Kapolsek Kebon Jeruk Kompol Sutrisno membenarkannya.
Menurutnya, korban MS tidak tewas di tempat. Dia sempat mendapat penanganan medis terlebih dahulu sebelum akhirnya meninggal dunia dua jam kemudian.
"Ada saat korban wudu, tiba-tiba ditusuk orang kenal dari belakang, selanjunya pelaku melarikan diri," kata Sutrisno saat dihubungi wartawan, Kamis.
"Korban kemudian di bawa ke RS Graha Kedoya, meninggal saat penanganan dokter," pungkasnya.
| Saling Berebut Golok, Duel Berdarah Pelaku Begal dan Korban Terjadi di Bojongsari Depok |
|
|---|
| Ubhara Jaya Dalami Dugaan Pelecehan Pegawai di Lingkungan Kampus |
|
|---|
| Patroli Dini Hari, Polisi Tangkap Basah Maling Kabel Optik di Cikarang Selatan |
|
|---|
| Polisi Gagalkan Peredaran 968 Gram Sabu Senilai Rp 1 Miliar di Tanjung Priok |
|
|---|
| Ada Botol Miras, Mayat Tanpa Identitas Ditemukan Tergeletak di Pinggir Jalan di Duren Sawit Jaktim |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/MGS-alias-Galang-dihadirkan-saat-konferensi-pers-di-Polres-Metro-Jakbar.jpg)