Piala Uber
Tuai Hasil Pahit di Final Uber Cup 2024, Fadia/Ribka Tetap Senang Bisa Bersatu Lagi
Fadia/Ribka kembali disatukan untuk menghadapi wakil Cina, Chen Qing Chen/Jia Yi Fan, Minggu (5/5/2024).
Penulis: Alfarizy Ajie Fadhilah | Editor: Feryanto Hadi
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Alfarizy AF
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ganda putri Indonesia, Siti Fadia Silva Ramadhanti/Ribka Sugiarto, kembali dipersatukan dalam momentum final Uber Cup 2024.
Fadia/Ribka kembali disatukan untuk menghadapi wakil Cina, Chen Qing Chen/Jia Yi Fan, Minggu (5/5/2024).
Kendati harus kalah dari melawan wakil tuan rumah, Ribka mengaku sangat bersyukur tim uber Indonesia bisa melaju sampai babak final.
"Hasilnya belum sesuai yang diinginkan tapi kami tetap bersyukur karena menurut kami, tim Uber tampil di final saja sudah bangga sekali," kata Ribka.
Baca juga: Puasa Gelar Uber Cup 28 Tahun, Mampukah Tim Bulu Tangkis Putri Indonesia Kalahkan China?
Sementara itu, Fadia mengatakan duel kali ini menjadi nostalgia saat dirinya masih menjadi pasangan Ribka.
Seperti diketahui, keduanya memang sempat dipasangkan pada awal karier mereka.
Fadia pun mengingat momentum saat Uber Cup 2021 di Aarhus, Denmark, dimana mereka pernah diduetkan.
"Tadi sempat ingat momen pasangan sama Ribka di Piala Uber tahun 2021 di Aarhus. Saat itu kami masih pasangan dan bisa menyumbang poin saat lawan Thailand. Sayang, tim kita kalah tipis 2-3 dari mereka di perempatfinal," ujar Fadia.
"Tidak menyangka bisa main di final Uber bareng Ribka lagi. Perjuangan sama-sama dari kecil, dari klub sampai sekarang mencetak sejarah bareng-bareng," paparnya.
Untuk diketahui, Fadia/Ribka dipaksa menyerah dua gim langsung saat berhadapan dengan Chen Qing Chen/Jia Yi Fan.
Duel tersebut berakhir dengan skor yang cukup telak, yaitu 11-21 dan 8-21.
Baca juga: Indonesia Lawan China di Final Thomas & Uber Cup 2024, Jojo Tak Sangka Masuk Final Bersama Tim Putri
Fadia pun menyebut memang sang lawan bukan lawan yang mudah bagi dirinya dan Ribka.
Terlebih, Chen/Jia juga kerap melaju ke partai final turnamen beregu.
"Chen/Jia sangat tough, secara pengalaman dan mentalitas mereka sangat baik. Apalagi mereka sudah sering berada di final beregu sementara kami baru pertama kali. Ini pelajaran berharga buat kami," pungkas Fadia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/Siti-Fadia-Silva-Ramadhanti-dan-Ribka-Sugiarto-PBSI.jpg)