Rabu, 6 Mei 2026

Langka Terjadi, Banjir Dubai Jadi Wahana Main Jetski Para Warga Tajir

Banjir langka yang terjadi di Dubai, Uni Emirat Arab (UAE) justru dijadikan sebagian warga untuk bermain jetski.

Tayang:
Editor: Desy Selviany
Istimewa
Warga Dubai main Jetski di tengah banjir 

WARTAKOTALIVE.COM - Banjir langka yang terjadi di Dubai, Uni Emirat Arab (UAE) justru dijadikan sebagian warga untuk bermain jetski.

Viral di media sosial sejumlah pria di Dubai yang tinggal di perumahan elit menikmati bermain jetski di genangan banjir. Bukan hanya jetski, warga Dubai juga menikmati mendayung kano di tengah banjir.

Diketahui Banjir besar melanda sejumlah wilayah di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA) pada Selasa (16/4/2024).

Penyebab banjir besar itu dipicu hujan dengan intensitas tinggi dan badai besar yang menghantam kawasan Teluk.

Akibatnya, aktivitas vital di negara tersebut melumpuh. Kawasan permukiman dan jalanan utama terendam banjir.

Sekolah-sekolah di Dubai terpaksa ditutup dan diliburkan. Bandara Dubai yang menjadi hub penerbangan tersibuk di dunia juga sempat berhenti beroperasi selama 25 menit.

Padahal, Dubai dikenal sebagai negara gersang di Semenanjung Arab dan hanya memiliki dua musim, yaitu musim dingin dan musim panas.

Fenomena hujan deras di Dubai menjadi peristiwa cuaca bersejarah dan terburuk dalam 75 tahun terakhir.

Para ahli memperkirakan curah hujan yang tinggi kemungkinan besar disebabkan oleh sistem cuaca normal yang diperburuk oleh perubahan iklim.

Baca juga: Atta Halilintar Terjebak Banjir Saat Liburan di Dubai, Berharap Pesawat ke Jakarta Tidak Terlambat

Dari sistem cuaca yang normal, terjadi kontras antara suhu yang lebih hangat di permukaan tanah dan suhu yang lebih dingin di permukaan tanah. Kondisi ini kemudian menciptakan badai petir yang dahsyat.

Sementara itu, para ilmuwan iklim mengatakan bahwa kenaikan suhu global, yang disebabkan oleh perubahan iklim yang disebabkan oleh aktivitas manusia, menyebabkan terjadinya cuaca yang lebih ekstrim di seluruh dunia, termasuk curah hujan yang tinggi.

Hal itu diungkapkan Dim Coumou, seorang profesor iklim ekstrim di Vrije Universiteit Amsterdam, kepada Reuters.

Kata Dim Coumou, curah hujan akibat badai petir, seperti yang terjadi di UEA dalam beberapa hari terakhir, mengalami peningkatan yang kuat seiring dengan pemanasan. Hal ini karena konveksi, yang merupakan aliran udara ke atas yang kuat saat terjadi badai petir, akan semakin kuat saat bumi memanas.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved