Senin, 20 April 2026

Berita Video

VIDEO Sakralnya Perayaan Kamis Putih dan Upacara Pembasuhan Kaki di Gereja Paroki Bintaro

ribuan umat Katolik Paroki Bintaro Gereja Santo Matius Penginjil, penuh antusias mengikuti Perayaan Ekaristi Kamis Putih dengan khidmat.

Penulis: Joanita Ary | Editor: Fredderix Luttex

WARTAKOTALIVE.COM, Jakarta – Perayaan Ekaristi Kamis Putih merupakan momen untuk mengenang perjamuaan Tuhan Yesus bersama ke-12 muridnya.
Kala itu, Yesus menggelar perjamuan malam untuk terakhir kalinya, di mana Ia berbagi roti untuk merayakan Perayaan Paskah Yahudi.
Seperti halnya yang dillakukan oleh ribuan umat Katolik Paroki Bintaro Gereja Santo Matius Penginjil, penuh antusias mereka pun bersama-sama hadir di gereja untuk mengikuti Perayaan Ekaristi Kamis Putih dengan khidmat.
Pada perayaan ini memiliki makna agar kita mampu mengenangkan kembali Perjamuan Terakhir yang dilakukan Yesus pada malam sebelum Ia disalibkan.


Hal ini disampaikan oleh Romo Yakobus Sriyatmoko, SX, Magister Novis dari Serikat Xaverian, yang juga bertugas memimpin jalannya perayaan.
Romo Yakobus juga menerangkan bahwa faktanya dalam Perjamuan Terakhir Yesus ini Yesus mengadakan Sakramen Ekaristi dimana Ia memberkati roti menjadi tubuh-Nya sendiri dan anggur menjadi darah-Nya sendiri.
Dan tindakan inilah yang diulang oleh para Imam pada perjamuan Kamis Putih atau disebut juga mengkonsekrasi roti menjadi tubuh Kristus dan anggur menjadi darah Kristus.
Dalam Perayaan Ekaristi Kamis Putih ini diawali dengan romo Yakobus yang mengajak seluruh umat untuk mengenang kembali apa yang dilakukan oleh Tuhan Yesus, yakni mengadakan perjamuan malam terakhir dengan mengkonsekrasi roti dalam rupa hosti menjadi tubuh Kristus dan anggur menjadi darah Kristus.
Hal inilah yang menjadi bagian terpenting dalam Perayaan Ekaristi Kamis Putih
Pada momen ini seluruh umat juga diharapkan menyadari pemberian terindah dari Tuhan Yesus berupa tubuh dan darah-Nya sebagai makanan dan minuman bagi kita.

Baca juga: Harvey Moeis Ditahan Kejaksaan, Sandra Dewi Pernah Bilang Hidup Kadang Diatas dan Kadang Dibawah


Kemudian rangkaian Perayaan Ekaristi Kamis Putih akan dikenangkan juga momen saat Yesus membasuh atau mencuci kaki para muridNya.
Dan pada saat pembasuhan kaki, Romo Yakobus melakukan upacara pembasuhan kaki dengan penuh konsentrasi dan sungguh-sungguh, dengan penuh kerendahan hati ia pun sambil mengenang dan mengulang apa yang dilakukan Yesus pada malam Perjamuan Terakhir.
Selanjutnya setelah Perayaan Ekaristi selesai dilanjutkkan dengan perarakan Hosti Kudus atau Sakramen Maha Kudus menuju ke suatu tempat dimana Hosti ini ditahtakan sebagai bentuk hormat kita kepada Yesus Kristus yang hadir di tengah kita dalam rupa Hosti Kudus.
Dengan sangat hati-hati Romo Yakobus membawa Sakramen Maha Kudus berkeliling area gereja, dimana pada titik-titik tertentu umat diberi kesempatan menghormati Sakramen Maha Kudus dengan berlutut sambil menundukan kepala untuk memberi hormat terhadap Sakramen Maha Kudus yang dibawa oleh Romo.

Baca juga: Tata Janeeta Merasa Lebih Nyaman dan Hidup Damai Meski Kini Banyak Urusi Suami dan Anak-anaknya


Disisi lain Romo Yakobus menerangkan bahwa untuk merayakan Ekaristi Kamis Putih tak hanya bisa dilakukan di gereja saja, tetapi umat Katolik bisa merayakannya di Kapel yang dipimpin oleh seorang Imam.
Usai menempatkan Sakramen Maha Kudus di satu tempat khusus, dengan penuh kesunyian dan dalam diam Perayaan Ekaristi Kamis Putih pun berakhir
Tanpa iringan lagu penutup Perayaan Ekaristi Kamis Putih berakhir dengan suasana hening.
Dan dalam diam umat pun bergegas pulang, meninggalkan ruangan gereja dengan tetap tertib dan teratur
Perayaan Kamis Putih di Paroki Bintaro Gereja Santo Matius Penginjil berjalan dengan aman dan lancar. Sejumlah polisi ikut menjaga jalannya pelaksanaan rangkaian Perayan Kamis Putih.

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved