Ramadan
Penderita Maag dan Gerd Wajib Memahami Faktor ini saat Berpuasa
Sebab penyakit tersebut digadang kerap datang secara mendadak dan saat seseorang telat makan hingga kurang konsumsi air.
Penulis: Rendy Rutama | Editor: Feryanto Hadi
Laporan wartawan Wartakotalive.com, Rendy Rutama Putra
WARTAKOTALIVE.COM, RAWAMANGUN - Penderita penyakit maag dan gerd mungkin bertanya apakah diperkenankan untuk berpuasa atau tidak.
Sebab penyakit tersebut digadang kerap datang secara mendadak dan saat seseorang telat makan hingga kurang konsumsi air.
Dalam agenda ‘Gerakan Ramadan Tanpa Dramaag’ Medical Senior Manager Kalbe Consumer Health, dr. Helmin Agustina Silalahi menanggapi secara rinci persoalan tersebut.
Menurutnya, penderita maag dan gerd tentu diperbolehkan untuk melangsungkan ibadah puasa.
Baca juga: Penderita Maag Boleh Jalani Puasa Ramadan? dr Ngabila Salama: Puasa Bisa Bikin Maag Membaik
Namun perlu diperhatikan juga mengenai makanan dan minuman yang dikonsumsi saat waktu sahur dan berbuka puasa.
“Tentu diperbolehkan puasa, asalkan tetap mengkonsumsi mengandung karbohidrat, protein, serat, vitamin, dan minuman dianjurkan perbanyak air putih,” kata dr Helmin saat ditemui di Aula Bung Hatta, Gedung Pasca Sarjana Universitas Negeri Jakarta (UNJ) RT 11 RW 12 Rawamangun, kecamatan Pulo Gadung, Jakarta Timur, Kamis (14/3/2024).
Selain itu, dr Helmin juga berpesan untuk mengindari makanan yang mengandung pedas dan berbumbu.
Sementara untuk minuman untuk menjauhkan yang mengandung alkohol dan kafein.
“Kalau makanan dan minuman yang dijauhkan itu tetap dikonsumsi akan memungkinkan memancing kandungan asam dan menimbulkan penyakit maag dan gerd nya,” pungkasnya.
Seperti diketahui, GM Marketing Kalbe Consumer Health, Irwan Wijaya mengatakan menurut hasil survei yang dirilis NeuroSensum, penderita penyakit tersebut meningkat hingga 14 persen dalam satu tahun terakhir.
Faktor penyakit tersebut didominasi makan tidak teratur, makan makanan berminyak, berlemak, pedas, kopi berlebih, hingga gangguan kecemasan atau depresi.
Penyakit ini meningkat drastis dari 22 persen ke 36 persen di kategori usia 17 - 24 tahun atau kalangan mahasiswa dan first jobber.
“Berdasarkan itu, kami menggelar acara sekaligus memberikan informasi dan mengedukasi kalangan Gen-Z tentang sakit maaf dan gerd, dan bagaimana pencegahan dan pengobatannya juga supaya puasanya lancar dan nyaman,” pungkas Irwan. (m37)
Caption Foto : Medical Senior Manager Kalbe Consumer Health, dr. Helmin Agustina Silalahi saat didoorstop usai acara ‘Gerakan Ramadan Tanpa Dramaag’ di Aula Bung Hatta, Gedung Pasca Sarjana Universitas Negeri Jakarta (UNJ) RT 11 RW 12 Rawamangun, kecamatan Pulo Gadung, Jakarta Timur, Kamis (14/3/2024).
Suasana acara ‘Gerakan Ramadan Tanpa Dramaag’ di Aula Bung Hatta, Gedung Pasca Sarjana Universitas Negeri Jakarta (UNJ) RT 11 RW 12 Rawamangun, kecamatan Pulo Gadung, Jakarta Timur, Kamis (14/3/2024).
| Berkah Preman Pensiun, Dadan Rustian Kini Bisa Bagi-bagi THR di Kampung Halaman |
|
|---|
| Kolaborasi Mondelez Indonesia dan Lembaga Wakaf MUI Tebar Kebaikan di Bulan Ramadan |
|
|---|
| Ibas Ajak Kader Demokrat Perkuat Kebersamaan dan Kepedulian di Momentum Ramadan |
|
|---|
| Gelar Bazar Sembako Murah Jelang Lebaran, Sandiaga Uno: Yuk Berbagi Berkah |
|
|---|
| Blueray Cargo Rayakan 24 Tahun Lewat Buka Puasa dan Santunan Anak Yatim |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/sakit-maag01_20150617_113853.jpg)