Kamis, 21 Mei 2026

Ramadan

Tanya Ustaz: KH Sukandar Ghozali Ingatkan Jangan Hanya Alim di Bulan Ramadan

Di bulan Ramadan kebiasaan buruk manusia berubah menjadi baik dengan kebiasaan untuk mendapatkan ganjaran dari Allah.

Tayang:
Wartakotalive/Yolanda Putri Dewanti
Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bekasi KH Sukandar Ghozali saat ditemui di Kantor MUI Kota Bekasi, belum lama ini. 

WARTAKOTALIVE.COM BEKASI --  Pada bulan Ramadan, segala amal ibadah pahalanya dilipat gandakan.

Hal inilah yang membuat seseorang menjadi alim dan baik tidak terkira-kira.

Pada bulan Ramadan, kebiasaan memfitnah, bergibah, bergunjing, dan mengumpat juga hilang diganti dengan berkata baik atau diam ditambah dengan mengaji dan berzikir.

Semua yang terlihat begitu baik dan indah. Di Ramadan pula semua orang menjadi dermawan. 

Tentu saja ini dikarenakan berbuat baik di Ramadan ganjarannya tidak main-main.

Apalagi ada malam pengampunan yang lebih baik dari seribu bulan.

Salah satu netizen asal Bekasi Barat, Deny Putra (25) bertanya kepada Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bekasi KH Sukandar Ghozali perihal jika ada orang yang tiba-tiba berubah alim hanya pada Bulan Ramadan saja. 

Baca juga: Niat Puasa Ramadan 2024 Dilengkapi Doa Buka Puasa dalam Latin dan Arab

KH Sukandar Ghozali menjelaskan, niat seseorang hendaknya jangan hanya baik di Bulan Ramadan saja. 

"Kembali kepada niat, semua perbuatan tergantung niat kalau tiba-tiba menjadi alim di bulan Ramadan mudah-mudahan pada Insya Allah nanti bulan syawal dan di bulan berikutnya stabil imannya," ucap KH Sukandar Ghozali saat ditemui di Kantor MUI Kota Bekasi, belum lama ini.

Menurutnya, tidak semua orang akan diterima ibadahnya selama Ramadan, jika niatnya dari awal hanya mengkhusukan kebaikan di Ramadan, maka jangan-jangan amal ibadah itu tertolak. 

"Artinya jangan sampai hanya di bulan Ramadan rajinnya, ibadahnya tapi begitu masuk bulan Syawal kembali lagi pada habitatnya yang salah ini yang kurang elok," imbuhnya.

Selain itu, meluruhkan sifat sombong dan dengki, serta memandang orang lain dengan hati yang bersih. Sesungguhnya Allah menilai hati bukan apa yang ditampakan. 

Baca juga: Kenali Tingkatan Puasa, Mulai dari yang Umum, Khusus dan Spesial, Anda Termasuk yang Mana?

"Maka dari itu agar stabil ditingkatkan amalannya dan perbuatannya sehingga pas di bulan syawal kemudian bulan-bulan berikutnya seseorang bisa melakukan stabilisasi baik pengamalan dan iman itu sendiri," jelas dia.

Dia mengingatkan bahwa manusia makhluk lemah yang kerap terperdaya oleh syaitan karena ambisi dunia, seringkali tidak menyadari melakukan begitu banyak dosa dan kesalahan.

Ramadan datang menawarkan peluang untuk kita bertransformasi menjadi pribadi yang lebih baik. Sebab sejatinya, tidak ada dosa yang abadi.

"Semua bani adam bersalah, dan sebaik-baik yang bersalah adalah yang bertaubat. Ramadan adalah madrasah yang akan kita lewati untuk mengambil ilmu, memetik hikmah, dan mencuci dosa," (m27)

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved