Selasa, 5 Mei 2026

Pemprov Sulsel - GGF Teken Kerja Sama Budidaya Pisang Cavendish di Gowa

Perusahaan raja buah Great Giant Foods (GGF) bersama Pemprov Sulsel lakukan MoU budidaya pisang cavendish.

Tayang:
dok. Humas Pemprov Sulsel
Perusahaan raja buah Great Giant Foods (GGF) bersama Pemprov Sulsel lakukan MoU budidaya pisang cavendish di Desa Pacellekang, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Gowa, Rabu (6 /3/2024) lalu. 

WARTAKOTALIVE.COM, GOWA - Perusahaan raja buah Great Giant Foods (GGF) bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel melakukan penandatanganan MoU budidaya pisang cavendish dilahan milik Pemprov Sulsel seluas 18 hektare lebih, di Desa Pacellekang, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Gowa, Rabu (6 /3/2024) lalu.

Gerakan budidaya pisang cavendish ini untuk memenuhi short supply sebesar 15-20 persen dari kebutuhan dunia akan pisang cavendish.

Penanggung Jawab GGF di Provinsi Sulsel, Rahmat Hidayat, mengaku, lewat kerja sama, keduanya memulai tanam perdana bersama Penjabat Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin, Plh Sekda Sulsel, Kadis Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Sulsel, serta seluruh pihak terkait lainnya.

"Hari ini kita tanam perdana ya. Hari ini juga ada penandatanganan kerjasama sekaligus penanaman perdana di lahan Pemprov Sulsel kurang lebih 18,9 hektare, melakukan kerja sama penanaman pisang cavendish disini," ungkap Rahmat Hidayat.

Ia mengapresiasi keseriusan Penjabat Gubernur Sulsel dalam mengembangkan pisang cavendish. Penanaman yang dilakukan di Bulan Maret ini, kemungkinan akan mulai panen di Bulan Desember tahun ini.

Budidaya pisang cavendish di Kabupaten Gowa Sulsel
Perusahaan raja buah Great Giant Foods (GGF) bersama Pemprov Sulsel lakukan MoU budidaya pisang cavendish di Desa Pacellekang, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Gowa, Rabu (6 /3/2024) lalu.

"Kami selaku perusahaan yang sudah beroperasi sejak tahun 70-an menjalani bisnis pisang cavendish. Saat ini kita sedang melakukan pembukaan lahan di Sulawesi Selatan, bekerjasama dengan Pemprov Sulsel," ujar Rahmat Hidayat.

"Untuk kegiatan budidaya sendiri saat ini luasnya hanya 18,9 hektare untuk lahan yang ada di sini. Tapi tidak akan menutup kemungkinan kita akan coba mengeksplore lahan-lahan yang bisa kita kerja sama," lanjutnya.

Menurut dia, selain kerja sama dengan Pemprov Sulsel, pihaknya juga akan menjajaki kerja sama dengan sejumlah petani lokal di Sulsel, khusus untuk menambah volume lahan maupun daya beli GGF sebagai perusahaan ternama khusus buah.

"Nah bentuk kerja sama sendiri bisa dengan Pemprov seperti ini. Tapi juga di satu sisi kita bisa bekerja sama dengan petani-petani yang punya lahan banyak, mereka bisa untuk budidaya tapi kami lihat sulit untuk menjual. Kami sebagai offtaker menjamin buah dari petani-petani ini bisa dibeli. Itu yang paling penting bagi petani," jelasnya.

Lebih jauh ia menjelaskan, untuk saat ini tidak ada kendala. Namun, namanya budidaya dirinya yakin punya faktor resiko dan tingkat kesulitan masing-masing.

Kendati demikian, yang paling penting saat ini bagaimana petani melihat contoh dulu.

"Dan supaya petani melihat ternyata budidaya pisang cavendish itu tidak susah dan bisa menghasilkan. Kami sendiri brandingnya sudah cukup terkenal di Indonesia dengan brand Sunpride, harusnya petani-petani lokal yang di Sulawesi Selatan juga bisa ikut jual, tentunya dengan kualitas yang sama dengan Sunpride," pungkasnya. 

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved