BPJS Kesehatan
Sedia Payung Sebelum Hujan, Jaminan Kesehatan Wajib Dimiliki Ida dan Keluarga
Ida Purwanti (44) mengaku sangat penting bagi dirinya dan keluarga untuk menjadi peserta Program JKN.
WARTAKOTALIVE.COM, KABUPATEN BOGOR - Pemerintah hadir dengan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sebagai solusi jaminan kesehatan bagi seluruh masyarakat Indonesia.
Di tengah tingginya kebutuhan ekonomi JKN menjadi jaminan yang wajib dimiliki seluruh masyarakat sebagai perlindungan kesehatan.
Hal tersebut diakui oleh Ida Purwanti (44) seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) asal Kampung Curug Kabupaten Bogor.
Ia mengaku, dirinya dan anggota keluarga sudah terdaftar Program JKN. Anaknya yang sudah bekerja kepesertaannya ditanggung dari kantor.
Sementara, anak Ida yang masih kecil sudah terdaftar dari segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) APBN di kelas tiga.
"Saya sendiri alhamdulillah tidak pernah sakit berat yang mengharuskan saya untuk berobat di rumah sakit tapi saya terdaftar sebagai peserta JKN di kelas dua. Karena dalam satu Kartu Keluarga (KK) wajib di kelas yang sama jadi saya mau melakukan perubahan kelas untuk satu tahun kedepan,” ujar Ida, Jumat (29/12/2023).
Berniat untuk mendaftar menjadi peserta JKN segmen PBI, ia sudah daftar melalui kantor desa untuk memiliki jaminan kesehatan yang gratis ditanggung pemerintah.
Sebelum aktif ditanggung pemerintah, ia berniat menurunkan kelasnya agar iuran yang ia bayar tidak besar dan terlewat kembali.
Ia mengakui sebelumnya iuran BPJS Kesehatan miliknya terlewat karena dana miliknya dipakai untuk memenuhi keperluan pokok.
Di satu sisi Ida sadar bahwa perlindungan kesehatan ini sangat penting untuk mengatasi risiko biaya berobat, namun di sisi lain ia juga harus membiayai kebutuhan pokok saya dan keluarga.
"Karena selama ini saya Alhamdulillah sedang sehat tidak memerlukan pelayanan kesehatan jadi sempat lupa untuk membayar iur bulanan," ucapnya.
Ida mengaku, kedatangannya ke kantor BPJS Kesehatan sedang mengurus untuk turun kelas sekaligus mendaftarkan autodebet sehingga selama dirinya belum dialihkan menjadi peserta segmen PBI.
"Iuran saya tidak akan lupa terbayarkan karena akan terpotong otomatis dari rekening," ungkapnya.
Ida juga menambahkan, dengan terdaftarnya sebagai peserta JKN, ia juga dapat bersedekah karena iuran yang ia bayarkan dapat dimanfaatkan untuk peserta lain yang sedang sakit dan membutuhkan layanan kesehatan.
Bahkan di tahun 2017 saat melakukan persalinan juga ia memilih bersalin di bidan dengan biaya ditanggung pribadi, jadi terdaftarnya ia menjadi peserta JKN ia niatkan untuk memberikan manfaat orang banyak.
“Siapa yang mengharapkan sakit, berdoanya selalu mengharapkan kesehatan, namun musibah bisa datang kapan saja dan ke siapa saja jadi memiliki perlindungan jaminan kesehatan itu penting dan wajib," ujar Ida.
Apalagi sekarang anaknya bekerja di salah satu rumah sakit jadi saya semakin dekat dengan dunia kesehatan termasuk manfaat dari Program JKN ini.
"Terdaftar di kelas tiga juga tidak masalah, kita sesuaikan dengan kemampuan finansial yang terpenting adalah terdaftar aktif dan terlindungi,” ucap Ida.
Selain mengurus administrasi perubahan kelas ia juga terinformasi terkait pelayanan digital oleh petugas di kantor cabang.
Perubahan data yang ia urus bisa ia lakukan melalui layanan digital salah satunya Aplikasi Mobile JKN. Hal tersebut menjadi informasi yang baik untuk Ida, selain perubahan data ia bisa mengecek status kepesertaannya dan memastikan apakah segmen kepesertaan miliknya sudah berubah ke segmen PBI atau masih terdaftar PBPU sehingga masih ada kewajiban dirinya untuk membayar iuran setiap bulan.
Informasi data pribadi dapat dilakukan secara mandiri hal ini membuat peserta JKN merasa lebih dekat dengan program ini sehingga dapat lebih aware dengan keaktifan kepesertaan miliknya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/Ida-Purwanti-44-mengaku-sangat-penting-menjadi-peserta-Program-JKN.jpg)